[SALAH] Makan Buah Saat Perut Kosong Dapat Sembuhkan Kanker

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

Faktanya dokter telah menyatakan bahwa makan buah saat perut kosong untuk terapi anti-kanker tidak benar, mengonsumsi buah setelah atau sebelum makan sama saja bagi penderita kanker.  Selengkapnya ada di penjelasan. 

=====

[KATEGORI]: MISLEADING CONTENT/Konten Menyesatkan

=====

[SUMBER]: FACEBOOK 

archive.fo/X9Fhz

https://www.facebook.com/105033828849040/posts/pfbid02ZiiREXYH7CHCpYeWsPPQSW2qbaFPJ3LRXvUw8kKHZ18J43HTr2oJrXuGyCFtZLJl/

=====

[NARASI]:

πŸ’ MAKAN BUAH DI PERUT KOSONG *Pasien kanker seharusnya tidak mati ..* *Ini akan membuka matamu* Dr Stephen Mak merawat pasien kanker stadium akhir dengan cara *”tidak ortodoks”* dan banyak pasien yang sembuh. *Sebelum dia menggunakan energi matahari untuk membersihkan penyakit pasiennya, dia percaya pada penyembuhan alami di tubuh terhadap penyakit* *Lihat artikelnya di bawah ini.* *”Ini adalah salah satu strategi untuk menyembuhkan kanker. Akhir-akhir ini, tingkat keberhasilan saya dalam menyembuhkan kanker adalah sekitar 80%.”* *Pasien* kanker seharusnya tidak mati. *Obat untuk kanker sudah ditemukan dalam cara kita makan buah-buahan.* *”Itu apakah kamu percaya atau tidak.”* *Aku minta maaf atas ratusan pasien kanker yang meninggal di bawah perawatan konvensional.* *MAKAN BUAH* *Kita semua berpikir makan buah-buahan berarti hanya membeli buah-buahan, memotongnya dan memasukkannya ke mulut kita* Itu tidak semudah yang kamu pikirkan. Sangat penting untuk mengetahui *bagaimana dan kapan* untuk memakan buah. *Apa cara makan buah yang benar* *ITU BERARTI TIDAK MAKAN BUAH SETELAH MAKAN ANDA* *BUAH-BUAHAN SEHARUSNYA MAKAN DI PERUT KOSONG* *Jika Anda makan buah dengan perut kosong, itu akan memainkan peran utama untuk detoksifikasi sistem Anda, memberikan Anda banyak energi untuk menurunkan berat badan dan aktivitas kehidupan lainnya*

======

[PENJELASAN]:

Beredar sebuah narasi di media sosial Facebook yang menyatakan bahwa obat kanker telah ditemukan. Penyakit kanker tidak akan muncul dan dapat sembuh jika setiap orang memulai kebiasaan memakan buah saat perut kosong. Dalam narasi tersebut juga turut menyertakan seorang dokter bernama Dr. Herbert Shelton.Β 

Namun setelah melakukan penelusuran lebih lanjut mengenai informasi waktu makan buah untuk menyembuhkan kanker, diketahui ternyata informasi ini merupakan informasi hoaks dan telah beredar di Indonesia sejak tahun 2016 lalu. Melansir dari artikel turnbackhoax.id, isu tersebut sudah diperiksa faktanya di laman hoaxorfact.com pada tahun 2016 dengan judul artikel periksa fakta β€œEating Fruits on Empty Stomach Cures Cancer and Other Health Issues: Fact Check.” Lalu, hoaxes.id melakukan pemeriksaan fakta isu tersebut pada tahun 2017 dengan artikel berjudul β€œMakan Buah Saat Perut Kosong Dapat Menyembuhkan Kanker: Hoax.” Dan, di turnbackhoax.id sudah diperiksa fakta sebanyak 3 kali pada tahun 2019 sampai 2022.Β  Berdasarkan hasil periksa fakta ketiga laman tersebut, diketahui bahwa isu tersebut berawal dari sebuah email yang muncul dari sebuah artikel lama di situs epicureanworld.com.sg yang ditulis pada tahun 1998 oleh Devagi Sanmugam, koki dan penulis kuliner yang tinggal di Singapura. Dirinya menulis tentang memakan buah-buahan saat perut kosong tanpa menyebutkan kanker atau nama Dr. Herbert Shleton di dalamnya.Β 

Melansir dari artikel Kompas.com, dokter pendamping pasien kanker di RS Kanker Dharmais, Jakarta, dr Maria Shanty menegaskan, informasi makan buah saat perut kosong untuk terapi anti-kanker tidak benar. Dia menjelaskan, mengonsumsi buah setelah atau sebelum makan sama saja bagi penderita kanker. Menurut Maria terapi anti-kanker yang paling baik adalah menjalankan manajemen terapi sesuai rancangan dokter onkologi. Mulai dari menjalani operasi, kemoterapi, radioterapi, dan terapi lanjutan lainnya.Β 

Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan bahwa memakan buah saat perut kosong dapat menyembuhkan kanker, merupakan hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.Β 

=====

[REFERENSI]: 

http://www.hoaxorfact.com/health/eating-fruits-on-empty-stomach-cures-cancer-and-other-health-issues-hoax.html

https://www.hoaxes.id/2017/02/makan-buah-saat-perut-kosong-dapat-menyembuhkan-kanker-hoax.html

https://turnbackhoax.id/2020/09/09/salah-makan-buah-saat-perut-kosong-sembuhkan-kanker/

https://turnbackhoax.id/2019/10/10/salah-makan-buah-saat-perut-kosong-bisa-sembuhkan-kanker/

https://turnbackhoax.id/2021/11/30/salah-konsumsi-buah-dalam-keadaan-perut-kosong-dapat-sembuhkan-kanker/

=====

[LANJUTAN NARASI]:

FRUIT ADALAH MAKANAN YANG PALING PENTING* *Katakanlah Anda makan dua potong roti dan kemudian sepotong buah* *Sepotong buah siap untuk pergi langsung melalui perut ke usus, tetapi itu dicegah dari melakukannya karena roti yang diambil sebelum buah* *Sementara itu seluruh makanan roti & buah-buahan membusuk dan berfermentasi dan berubah menjadi asam* *Saat buah itu bersentuhan dengan makanan di perut dan cairan pencernaan, seluruh massa makanan mulai rusak.* Jadi silakan makan buah Anda dengan *perut kosong* *atau sebelum makanan Anda* *Anda telah mendengr orang-orang mengeluh:* Setiap kali saya makan *semangka* πŸ‰ saya bersendawa, ketika saya makan *durian* 🍈 perut saya membengkak, ketika saya makan *pisang* 🍌 saya merasa seperti lari ke toilet, dll. Dll .. *Sebenarnya semua ini tidak akan timbul jika Anda  memakan buah dengan perut kosong.* *Buahnya bercampur dengan pembusukan makanan lain dan menghasilkan gas dan karenanya Anda akan mengasapi* Rambut beruban, rambut rontok, botak, ledakan gugup dan lingkaran hitam di bawah mata semua ini akan *TIDAK* *terjadi jika Anda mengambil buah dengan perut kosong.* *Tidak ada yang namanya buah-buahan, seperti jeruk 🍊 dan lemon πŸ‹ bersifat asam, karena semua buah menjadi alkalin di dalam tubuh kita, menurut Dr. Herbert Shelton yang melakukan penelitian tentang hal ini. *Jika Anda telah menguasai cara makan buah yangb benar, Anda memiliki RAHASIA keindahan, umur panjang, kesehatan, energi, kebahagiaan, dan berat badan normal.*

Editor: Bentang Febrylian