[SALAH] Cuitan Menteri Luar Negeri India Menawarkan Sri Lanka Untuk Menjadi Negara Bagian India

Hasil periksa fakta Evarizma Zahra.

Informasi yang salah. Cuitan Menteri Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar, yang menawarkan warga Sri Lanka menjadi bagian dari India merupakan hasil suntingan. Beliau tidak pernah menulis cuitan tersebut.

=====

KATEGORI: KONTEN YANG DIMANIPULASI

=====

Sumber: Facebook
https://archive.ph/dEa57

=====

Narasi:
(Diterjemahkan ke Bahasa Indonesia)

“Jika warga Sri Lanka setuju, India mau untuk memproklamasikan Sri Lanka menjadi negara bagian India.

Sebagai hasilnya, India akan mampu menyelesaikan permasalahan gas, bahan bakar, susu, makanan, pupuk dan banyak kesulitan barang pokok lain yang Sri Lanka hadapi saat ini. Terlebih lagi, India akan membantu menangani permasalahan yang mungkin akan dihadapi Sri Lanka di masa depan.

India memperpanjang tangan untuk membantu warga Sri Lanka”.

=====

Penjelasan:
Akun Facebook Ruwantha Premasiri menggungah tangkapan layar dari cuitan Menteri Luar Negeri India, Dr. S. Jaishankar. Cuitan tersebut berisi tawaran Dr. S. Jaishankar untuk menjadikan Sri Lanka negara bagian India, dengan iming-iming bantuan dari India.

Tangkapan layar Ruwantha Premaisiri yang diunggah pada 20 April lalu telah dibagikan ulang sebanyak 18 kali dan telah dikomentari 6 orang.

Berdasarkan hasil penelusuran, cuitan tersebut merupakan hasil edit. Jika dilihat dari tangkapan layar, Dr. S. Jaishankar menulis cuitan tersebut satu hari sebelum diunggah di akun Facebook Ruwantha Premaisiri, yang berarti tanggal 18 – 19 April 2022. Pada akun Twitter @DrSJaishankar, tidak ditemukan cuitan serupa.

Salah satu cuitan @DrSJaishankar pada 18 April memiliki jumlah comments, retweet dan likes yang hampir sama dengan tangkapan layar tersebut. Namun, cuitan asli di akun @DrSJaishankar tertulis sebagai berikut:

“Congratulate FM @ShavaHon and the Government and people of Zimbabwe on their Independence Day.

Will continue our endeavors to strengthen our strong bonds of friendship”.

Terlebih lagi, dari tangkapan layar Ruwantha Premasiri, terlihat bahwa jumlah karakter yang ditulis adalah 387 karakter, sementara limit untuk satu cuitan di Twitter hanya 280 karakter.

Lebih lanjut, hal ini telah dibahas di akun Twitter resmi dari Komisi Tinggi India di Kolombo, Sri Lanka, dan telah dikonfirmasi sebagai “completely fake” dan “fabricated”.

Dengan demikian, tangkapan layar yang diunggah Ruwantha Premaisiri merupakan konten yang dimanipulasi.

=====

Referensi:
https://twitter.com/DrSJaishankar/status/1515870444762824705


https://twitter.com/IndiainSL/status/1516762719663230976?s=20&t=USu4khblVx8WnxI_3yvSoA