[SALAH] Tangkapan Layar Berita detiknews “Tersesat 3 Hari di Perbukitan, saat ditemukan Tim SAR nenek ini teriak “my trip my adventure!”

Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

Tangkapan layar tersebut merupakan hasil suntingan dari berita detiknews berjudul “Tersesat 3 Hari di Perbukitan, Nenek 68 Tahun ini Ditemukan Segar Bugar” terbit pada 21 Maret 2015.

Selengkapnya di bagian penjelasan.

====

Kategori: Konten Parodi

====

Sumber: Twitter
https://archive.ph/KUZ2y

====

Narasi:
“Nenek moyang ku seorang treveler…”

Narasi dalam gambar:
“Tersesat 3 Hari di Perbukitan, saat ditemukan Tim SAR nenek ini teriak “my trip my adventure!”

====

Penjelasan:

Akun Twitter WARUNK KOMEDI (@warunkkomedi) mengunggah cuitan berupa tangkapan layar berita detiknews berjudul “Tersesat 3 Hari di Perbukitan, saat ditemukan Tim SAR nenek ini teriak “my trip my adventure!” yang terbit pada Sabtu, 21 Maret 2015 pukul 15.30 WIB. Cuitan yang diunggah pada 20 Maret 2022 itu telah mendapat atensi berupa 642 retweet dan 5,4 ribu suka.

Berdasarkan hasil penelusuran, tangkapan layar tersebut adalah hasil suntingan dari berita detiknews “Tersesat 3 Hari di Perbukitan, Nenek 68 Tahun ini Ditemukan Segar Bugar” dengan waktu terbit sama seperti pada hoaks itu. Mengutip dari detiknews, seorang nenek 68 tahun di Situbondo bernama Rabina ditemukan satu pengembala sapi setelah hilang selama 3 hari. Rabina diduga tersesat saat hendak pulang setelah mengembala kambing, karena kondisinya yang mulai pikun.

“Dari pengkuannya, nenek itu bingung saat mau pulang ke rumahnya,” kata Ipda Nanang Priambodo, Kasubag Humas Polres Situbondo pada tribunnews.com (21/3/2015).
Dengan demikian, cuitan akun Twitter WARUNK KOMEDI (@warunkkomedi) dikategorikan sebagai Konten Parodi.

====

Referensi:

https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-2865643/tersesat-3-hari-di-perbukitan-nenek-68-tahun-ini-ditemukan-segar-bugar.

https://www.tribunnews.com/regional/2015/03/21/nenek-rabinah-ditemukan-selamat-setelah-tiga-hari-hilang

Editor: Bentang Febrylian