[SALAH] Foto Sapi Bertelur untuk Mempercepat Produksi Telur dari Pemerintah China

Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

Faktanya, foto tersebut adalah hasil suntingan dari foto sapi jenis Belgian Blue yang diambil tahun 2008 di Belgia Tenggara. Selain itu, tidak ditemukan informasi seputar pengembangan teknologi penanaman organ ayam di dunia peternakan China seperti yang diklaim dalam cuitan itu.

Selengkapnya di bagian penjelasan.

====

Kategori: Konten yang Dimanipulasi

====

Sumber: Twitter
https://archive.st/archive/2022/2/twitter.com/ioxl/twitter.com/Ecollins10/status/1495308329970716678.html

====

Narasi:

“China plants chicken organs in other animals for faster egg production. The Chinese government has once again shown its advances in technology, and this time in the animal kingdom. The Chinese planted organs of gall in other animals for faster egg production.”

“China menanam organ ayam pada hewan lain untuk produksi telur yang lebih cepat. Pemerintah China sekali lagi menunjukkan kemajuan teknologinya, dan kali ini di dunia hewan. Orang China menanam organ empedu pada hewan lain untuk produksi telur yang lebih cepat.”

====

Penjelasan:

Akun Twitter Jagaban of Africa (@Ecollins10) mengunggah cuitan berupa foto sapi bertelur yang diklaim sebagai teknologi penanaman organ ayam pada hewan lain dari pemerintah China untuk mempercepat produksi telur. Cuitan yang diunggah pada 20 Februari 2022 telah mendapat atensi berupa 8 suka dan 6 retweet.

Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut adalah hasil manipulasi dari foto sapi ternak berjenis Belgian Blue yang diambil oleh Eric Forget pada 26 Juli 2008 di pameran pertanian Libramont, Belgia Tenggara. Foto itu diunggah Eric pada situs Flickr dan juga digunakan oleh portal berita asal Belanda, Mondiaal Nieuws di artikel berjudul “Boeren verdeeld over landbouwcrisis” terbit pada 1 Agustus 2018.

Sebagai tambahan, tidak ditemukan informasi terkait “kemajuan teknologi” di dunia peternakan China seperti yang diklaim dalam cuitan di atas. Mengutip dari AFP Fact Check, insinyur peternakan di Sekolah Ilmu Pertanian dan Kehidupan (Ecole Nationale Supérieure Agronomique de Toulouse – Ensat) bernama Yayu Huang, mengonfirmasi bahwa tidak ada perkembangan teknologi seperti itu dan menganggap hal tersebut tidak masuk akal.

“Saya tidak berpikir ada ‘kemajuan’ seperti itu di China. Ayam petelur dipilih untuk menghasilkan telur dan mereka sudah sangat efisien,” jelas Huang.

Dengan demikian, cuitan akun Twitter Jagaban of Africa (@Ecollins10) dikategorikan sebagai Konten yang Dimanipulasi.

====

Referensi:

https://www.flickr.com/photos/tarchamps/2713816649

https://www.mo.be/wereldblog/boeren-verdeel-over-landbouwcrisis

https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.323P3V2

Editor: Bentang Febrylian