[SALAH] “Imam Masjid di Arab Saudi Dijatuhkan Secara Paksa Karena Mengkritik Pemerintah”

Insiden tahun 2018. BUKAN karena mengkritik pemerintah, orang dalam video diturunkan dari mimbar karena BUKAN pengisi Khotbah Jumat resmi. TIDAK dihukum gantung, orang yang sakit jiwa tersebut diserahkan kembali kepada keluarga untuk dirawat.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI .

KATEGORI: Konteks yang Salah.

SUMBER: Facebook – membagikan video dari TikTok, https://archive.ph/WyXiU (arsip cadangan).

NARASI: “Tragedi KHOTBAH JUMAT”

“Imam masjid di Arab Saudi setelah mengatakan bahwa saat ini dalam hal agama pemerintah telah GAGAL dalam pemerintahannya, pemerintah sekarang telah menjadi Agen Amerika dan Israel”

“Setelah berbicara langsung, petugas menurunkannya secara paksa dari mimbar dan menjatuhkan hukuman gantung”

“Juga di Arab Saudi telah dibuat undang-undang bahwa ketika para imam masjid-masjid haram (IN MEKAH) dan di Madinah menyampaikan hak-2 (TRUTH) mereka untuk mengkritik pemerintah maka mereka akan ditangguhkan (DIHUKUM MATI)”

(Google Translate, diterjemahkan dari bahasa Melayu).

PENJELASAN

Berdasarkan 7 Jenis Mis dan Disinformasi oleh First Draft, termasuk “Konteks yang Salah: Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah” [1].

SUMBER membagikan video insiden tahun 2018 tentang seseorang yang diturunkan dari mimbar karena dia BUKAN pengisi Khotbah Jumat resmi dengan konteks informasi PALSU, yang menyebabkan kesimpulan SALAH.

Verifikasi Video

Sebuah artikel klarifikasi dengan gambar identik dari video yang dibagikan, Al-Mashhad Al-Yaman pada 3 Maret 2018: “Juru bicara resmi, Mayor Hussain Al-Qahtani, mengatakan: “Referensi pada klip video yang beredar di media sosial, di mana orang tua muncul di mimbar masjid dan mengucapkan istilah yang tidak jelas dan diturunkan oleh jamaah dan salah satu petugas keamanan. Ternyata peristiwa itu terjadi di sebuah masjid di Yanbu, ternyata Dia yang naik mimbar – seorang warga negara dalam dekade ketujuh hidupnya – menderita gangguan jiwa, memiliki rekam medis di rumah sakit khusus, dan kondisinya membutuhkan tindak lanjut yang berkelanjutan, dan dia diserahkan kepada keluarganya untuk menyelesaikan perawatan dan perawatannya.” [2]

Referensi Lainnya yang Berkaitan

Sayidati pada 5 Maret 2018: “Jamaah di sebuah masjid di provinsi Yanbu terkejut ketika seseorang naik ke mimbar masjid sebelum khatib resmi memasuki masjid pada hari Jumat 14/6/1439 Hijriah, dan dia menyampaikan khutbah sebelum para jemaah mengadili memaksanya turun.” [3]

turnbackhoax.id pada 11 Maret 2018: “Juru bicara resmi Kementerian Urusan Islam Madinah Abdulmajid bin Ghaleb bin Mohammedi mengatakan, “Inilah yang terjadi di masjid Al-Jabriya di Yanbu Al-Bahr, administrasi masjid di provinsi Yanbu melaporkan bahwa di 12:35 WIB, seorang penyandang disabilitas mental berusaha menyampaikan khutbah di Masjid Al-Jabriya. Pejabat yang berwenang segera menariknya ke bawah, dan kemudian salat Jumat dan khutbah diadakan oleh Khatib resmi masjid.” [4]

REFERENSI

[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate), https://bit.ly/3wHx0lO / https://archive.md/nb52W (arsip cadangan dengan bahasa asli, English).

[2] almashhad-alyemeni.com: “Klarifikasi dari otoritas yang bertanggung jawab di Arab Saudi mengenai polisi yang secara paksa mengeluarkan khutbah Jumat lansia dari mimbar (video)” (Google Translate), https://bit.ly/3sROWbB & https://bit.ly/34OdsCL (arsip cadangan) / https://archive.md/ENYnQ (arsip cadangan dalam bahasa asli, Arab).

[3] sayidaty.net: “Video… seorang psikopat berperan sebagai khatib di masjid” (Google Terjemahan), https://bit.ly/3JFqhxT & https://bit.ly/3gXPszk (arsip cadangan) / https://archive.ph/NAtln (arsip cadangan dalam bahasa asli, Arab).

[4] turnbackhoax.id: “[SALAH] “Saudi-Imam Ditangkap Dari Mimbar Karena Berbicara Melawan Yahudi”, https://bit.ly/3I4Kk8p / https://archive.ph/nlGNj (arsip cadangan).