[SALAH] Foto Lampion untuk Perayaan Imlek Saat Pandemi Covid-19

Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini.

Bukan foto lampion untuk perayaan Imlek saat pandemi Covid-19. Foto tersebut merupakan foto yang diambil ketika perayaan Imlek di Pasar Gede, Solo, pada Januari 2020 lalu, sebelum kasus Covid-19 pertama terdeteksi di Indonesia.

= = = = =

KATEGORI: Konteks yang Salah/False Context

= = = = =

SUMBER: Facebook
https://archive.ph/ZAIPG

= = = = =

NARASI:

“@pak walikota /pak presiden atau pak pemerintah nanti kalo pas hari raya idul fitri ampun di angel² gih..
Kayak hari raya cina kok bebas we..
Masak corona berlakune pas hari raya idul fitri aja..

Jangan pilih2 yak”

= = = = =

PENJELASAN:

Akun Facebook dengan nama pengguna “Jafar Sodiq” (https://www.facebook.com/kari.c.cewer) mengunggah dua buah foto yang menunjukkan jalanan yang dihiasi oleh lampion. Unggahan tersebut juga disertai narasi yang menyatakan bahwa pemasangan lampion tersebut merupakan perayaan Imlek di tengah pandemi.

Berdasarkan hasil penelusuran, foto tersebut bukan merupakan foto lampion untuk perayaan Imlek saat pandemi Covid-19. Foto tersebut merupakan foto yang diambil ketika perayaan Imlek di Pasar Gede, Solo, pada Januari 2020 lalu, sebelum kasus Covid-19 pertama terdeteksi di Indonesia.

Foto pertama pada sebelah kiri sebelumnya pernah diunggah oleh akun Facebook “Indah Ny Burhanie” (https://www.facebook.com/inn.burhanie) pada 22 Januari 2020. Sedangkan, foto pada sebelah kanan merupakan potongan dari video berjudul “LAMPION SOLO PASAR GEDE 2020 Liputan Exclusive darat dan udara / Drone” yang diunggah oleh kanal YouTube “Media Plus Solo” pada 15 Januari 2020 lalu.

Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “Jafar Sodiq” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konteks yang Salah/False Context.

= = = = =

REFERENSI:

https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=609328856555338&id=100024346883809&scmts=scwspsdd (https://archive.ph/kop7m)

https://www.youtube.com/watch?v=ai-LicaTzys

Penulis: Khairunnisa Andini
Editor: Bentang Febrylian