[SALAH] Kutipan Gus Mus kepada Warga Keturunan Arab tentang Berislam

Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

Faktanya, kutipan tersebut adalah hoaks lama yang kembali beredar dan pernah diklarifikasi oleh putri Gus Mus, Ienas Tsuroiya melalui unggahan Facebook pada 3 Desember 2020.

Selengkapnya di bagian penjelasan.

=====
Kategori: Konten Palsu

====

Sumber: Twitter
https://archive.vn/tgEgs

====

Narasi:

“Ini bagus dari Gus Mus…”

Narasi dalam foto:

“Jadi warga keturunan Arab, jangan klaim bahwa kalianlah yang pertama mengajari kami berislam, karena ada Wali Songo yang telah lebih dulu membimbing kami, bahkan 3 diantaranya dari Cina .”
[…]
(Narasi dilanjutkan setelah bagian referensi)

====

Penjelasan:

Akun Twitter Aiming (@PeopleBuilder21) mengunggah cuitan berupa foto kutipan dari KH. Mustofa Bisri (Gus Mus) yang berisi pesan kepada warga keturunan Arab untuk tidak mengklaim sebagai kelompok pertama yang mengajari cara berislam. Cuitan tersebut diunggahnya pada 28 Desember 2021.

Berdasarkan hasil penelusuran, Gus Mus melalui unggahan di akun Instagram pribadinya (@s.kakung) pada 28 Desember 2021 mengklarifikasi bahwa foto kutipan itu adalah hoaks.

“Apa sih sebenarnya maksud tujuan ‘orang’ yang membuat dan menyebarkan h o a x dengan mencantumkan nama dan gambarku semacam ini?” tulis Gus Mus.

Selain itu, putri dari Gus Mus, Ienas Tsuroiya pernah membuat unggahan di akun Facebook pribadinya untuk mengklarifikasi hoaks tersebut pada 3 Desember 2020. Hoaks yang sama juga pernah dibahas dalam artikel Turn Back Hoax berjudul [SALAH] Foto Kutipan Gus Mus kepada Warga Keturunan Arab pada 7 Desember 2020.

Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter Aiming (@PeopleBuilder21) dikategorikan sebagai Konten Palsu.

====
Referensi:

https://www.instagram.com/p/CYBimTnhTJ-/

https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10159158213489396&id=531559395

(Lanjutan narasi)
[…]
“Biarkan kami beragama Islam melakukan hablumminallah dan hablumminnas dengan cerdas, bukan teriak takbir, tapi kelakuan kafir.
Kami akan ikuti akhlak Rasulullah sebagai pedagang yang menghidupi jutaan manusia. Itulah yang dilakukan jutaan orang Cina. Jangan tularkan kepada kami kebiasaan perang, biarkan kami terbiasa menjadi pedagang, tetapi bukan dagangan agama, menjual surga.”

Editor: Bentang Febrylian