[SALAH] FDA: Suntikan Booster Vaksinasi Pfizer Berpotensi Infeksi Berat pada Hati

Hasil Periksa Fakta Fathia IS.

Klaim tersebut salah. Faktanya Food and Drug Administration (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Amerika Serikat sudah memberikan izin booster vaksin Pfizer. Melalui laman resminya, FDA memaparkan bahwa vaksin booster dapat memberikan perlindungan berkelanjutan bagi penerimanya.

= = =
Kategori: Konten yang Menyesatkan

= = =
Sumber: WhatsApp

= = =
Narasi:
“Pemerintah Indonesia juga akan memaksakan suntikan vaksin booster dosis ke #3 kepada publik….??? Sedangkan Food and Drug Administration (FDA) USA sudah menolak suntikan Pfizer booster dosis ke #3 di AMERIKA karena “terbukti” meningkatkan potensi dan mengakibatkan infeksi berat pada hati (severe heart infections), heart failure and deaths (kematian)…!!!”

= = =
Penjelasan:
Beredar sebuah informasi melalui WhatsApp Group berupa narasi yang mengklaim bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) menolak untuk menerima suntikan booster vaksinasi Pfizer karena terbukti berpotensi untuk meningkatkan infeksi berat pada hati hingga menyebabkan kematian.

Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya, dilansir dari Medcom.id, FDA sudah memberikan izin booster atau suntikan ketiga dari vaksin Pfizer. Melalui laman resminya, FDA menyatakan bahwa vaksin booster Pfizer tersebut sudah terbukti memberikan perlindungan lebih untuk jangka waktu yang panjang bagi penerimanya. Tidak ditemukan pernyataan yang dikeluarkan FDA yang berkaitan dengan infeksi berat pada hati karena suntikan booster Pfizer, klaim tersebut tidak mendasar.

Dengan demikian klaim Suntikan Booster Vaksinasi Pfizer Berpotensi Infeksi Berat pada Hati merupakan hoaks dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

= = =
Referensi:
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/wkB4J3DN-cek-fakta-benarkah-otoritas-amerika-tolak-suntikan-vaksin-booster-pfizer-ini-faktanya
https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-fda-expands-eligibility-covid-19-vaccine-boosters

= = =
Editor: Bentang Febrylian