[SALAH] Judul Berita ITV tentang Efek Samping Vaksin yang Membuat Wajah Menjadi Merah

Hasil Periksa Fakta Khairunnisa Andini (Universitas Diponegoro).

Judul berita hasil suntingan. Juru bicara ITV telah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memuat berita dengan judul tersebut.

= = = = =

KATEGORI: Konten Palsu/Fabricated Content

= = = = =

SUMBER: Facebook
https://archive.md/LsrsI

= = = = =

NARASI:

(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

“Kalau anda membuat tato dan tatonya infeksi, kemudian ahli tatonya mengatakan “oh, tidak apa-apa, ini berarti tinta tatonya meresap ke dalam kulit anda,” Atau, anda mulai muntah setelah makan di sebuah restoran dan mereka mengatakan “tidak apa-apa, ini berarti pencernaan anda berfungsi dengan normal,” apakah anda akan mempercayainya? Tidak.
INI TIDAK NORMAL!”

NARASI DALAM GAMBAR:

(diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia)

“Para anti-vaksin memanggil saya ‘potongan buah bit’ namun dokter telah menjelaskan pada saya bahwa hal ini terjadi karena vaksinnya bekerja dengan baik dan wajah saya akan kembali normal dalam 3-5 tahun”

= = = = =

PENJELASAN:

Akun Facebook dengan nama pengguna “Hollie Jean” (https://www.facebook.com/ProvingMolly) mengunggah sebuah foto hasil tangkapan layar judul berita yang dimuat oleh media Inggris ITV. Dalam tangkapan layar tersebut, tampak logo ITV di sudut kiri atas foto.

Berdasarkan hasil penelusuran, judul berita tersebut merupakan hasil suntingan. Tidak ditemukan berita dengan judul serupa di situs resmi media ITV. Lebih lanjut, melansir dari Reuters, juru bicara ITV juga telah menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memuat berita dengan judul tersebut.

Foto yang digunakan dalam tangkapan layar tersebut juga bukan merupakan foto penerima vaksin yang wajahnya menjadi merah, melainkan foto seorang sukarelawan yang mewarnai wajahnya dengan cat merah dalam kegiatan penggalangan dana untuk warga lanjut usia di Wiltshire, Inggris. Foto tersebut pertama kali diunggah di situs artstogether.co.uk pada 26 Juli 2013 lalu.

Dengan demikian, narasi yang diunggah oleh akun Facebook dengan nama pengguna “Hollie Jean” tersebut dapat dikategorikan sebagai Konten Palsu/Fabricated Content.

= = = = =

REFERENSI:

https://archive.md/z5ABp

https://www.reuters.com/article/factCheckNew/idUSL1N2QF1LA

Penulis: Khairunnisa Andini
Editor: Bentang Febrylian