[SALAH] Foto “Taliban akan memberikan kebebasan kepada wanita”

Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

Faktanya, foto tersebut diambil oleh seorang fotografer bernama Ari Murad saat aksi protes kelompok Kurdi menentang pelelangan wanita untuk dijadikan budak seks oleh ISIS di Westminster Square, London, Inggris pada 15 Oktober 2014.

Selengkapnya di bagian penjelasan.

====

Kategori: Konten yang Salah

====

Sumber: Twitter
https://archive.vn/1tE5M

====

Narasi:

“Taliban will “give” Freedom to women.
Yes, they can occasionally breath.”

====

Penjelasan:
Akun Twitter shweta (@CandidShweta) mengunggah cuitan berupa foto wanita bercadar diborgol oleh seorang pria dengan narasi yang menyebutkan “Taliban”. Cuitan yang diunggah pada 18 Agustus 2021 itu mendapatkan atensi berupa 86 retweet, 225 suka, dan 85 balasan.

Berdasarkan hasil penelusuran, foto cuitan itu merupakan ilustrasi pelelangan wanita untuk dijadikan budak seks oleh ISIS yang dilakukan saat aksi protes kelompok Kurdi di Westminster Square, London, Inggris pada 15 Oktober 2014. Mengutip dari Newsweek, salah satu pengunjuk rasa menyebutkan pelelangan tersebut terjadi setiap hari di Irak dan Suriah.

“Ini terjadi setiap hari di Irak dan Suriah. Kami membawanya kepada Anda,” teriaknya saat memimpin empat wanita yang dirantai dan bercadar, diikuti oleh 20 pengunjuk rasa yang meneriakkan “ISIS, ISIS, teroris!”.

Selain itu, sang fotografer, Ari Murad mengonfirmasi bahwa foto yang diambilnya itu bertujuan untuk menyoroti penculikan wanita Kurdi Yazidi oleh Isis melalui akun Twitter pribadinya (@arimuradd) pada 20 Agustus 2021. Ia juga pernah mengunggah video aksi demo itu di laman Facebook pribadinya (Ari Murad) pada 2 Maret 2016.

Dari berbagai fakta di atas, cuitan akun Twitter shweta (@CandidShweta) dikategorikan sebagai Konten yang Salah.

====

Referensi:

https://www.newsweek.com/kurdish-activists-stage-isis-slave-market-central-london-277696

https://www.facebook.com/watch/?ref=external&v=1297277143622801

Editor: Bentang Febrylian