[SALAH] “CINA MINTA PULAU KALIMANTAN DISERAHKAN SEBAGAI JAMINAN HUTANG.”

Selain memelintir artikel, video yang dibagikan TIDAK berkaitan dengan klaim. FAKTANYA, artikel yang dipelintir adalah hasil periksa fakta yang menyatakan bahwa isi video TIDAK sesuai dengan thumbnail. Selain itu, video yang dibagikan adalah sesi pidato Xi Jinping ketika bertemu dengan DPR pada tahun 2013, disunting dengan menambahkan teks terjemahan yang TIDAK sesuai dengan arti yang sebenarnya.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

KATEGORI: Konten yang Salah.

SUMBER: Facebook, https://bit.ly/3z6Hgny / https://archive.md/vPmSK (arsip cadangan cetak PDF).

NARASI: “CINA MINTA PULAU KALIMANTAN DISERAHKAN SEBAGAI JAMINAN HUTANG.
MARTABAT BANGSA BENAR BENAR DILECEHKAN.
ALANGKAH BAIKNYA REZIM DAN KRONI KRONINYA SAJA YG DISERAHKAN KE CINA SEBAGAI JAMINAN HUTANG. TERSERANG ORANG ORANG GROMBOLAN ITU MAU DIAPAKAN OLEH CINA. KAN MEREKA YG BIKIN INDONESIA BANGKRUT. MEREKA YG MENIKMATI UANG HUTANG DARI CINA. MEREKA DONG YG HARUS BERTANGGUNG JAWAB. JANGAN RAKYAT DAN BANGSA INI YANG DISURUH TANGGUNGJAWAB. BIAR FAIR DONG.
BETUL GK…
http://id.opr.news/6b355126210714id_id?link=1″

PENJELASAN

Berdasarkan 7 Jenis Mis dan Disinformasi oleh First Draft, termasuk “Konten yang Salah: Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah” [1].

SUMBER membagikan artikel periksa fakta dengan menambahkan narasi yang SALAH sehingga menimbulkan kesimpulan KELIRU. Selain itu, membagikan video sesi pidato Xi Jinping ketika bertemu dengan DPR pada tahun 2013 yang disunting dengan menambahkan teks terjemahan yang TIDAK sesuai dengan arti yang sebenarnya.

Verifikasi Artikel

Artikel hasil periksa fakta yang dibagikan melalui tautan, Opera News: “Namun setelah ditelusuri oleh Seputartangsel.com, klaim yang mengatakan bahwa China akan datang ke Indonesia untuk meminta Pulau Kalimantan sebagai jaminan utang adalah tidak benar. Faktanya, tidak ada informasi resmi dan valid terkait hal tersebut. Selain itu, di dalam video berdurasi 11 menit 47 detik tersebut tidak mengandung informasi yang membenarkan klaim yang beredar.” [2] [3]

Verifikasi Video

Salah satu sumber video, CGTN pada 3 Oktober 2013: “Chinese President Xi Jinping has addressed Indonesia’s parliament – It is the first speech from a foreign leader to the assembly.” [4]

Referensi Lainnya yang Berkaitan

Buletin Parlementaria DPR-RI: “Minggu Pertama Oktober, kegiatan Dewan ditandai dengan kedatangan Presiden Republik Rakyat Tiongkok beserta rombongan ke DPR RI dengan agenda Courtesy Call kepada Ketua DPR RI dan forum publik Presiden RRT dihadapan Anggota DPR dan Tokok-tokoh penting. Selain itu, terdapat agenda Rapat Paripurna DPR RI tanggal 1 Oktober 2013, Laporan Ketua Komisi III dan Hasil Rapat Tim Pengawas Century 2 Oktober.” [5]

Kontan.co.id: “JAKARTA. Setelah menerima Perdana Menteri Tony Abbott yang dijadwalkan hari ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan menerima kunjungan kenegaraan Presiden Republik Rakyat Tiongkok (RTT) Y.M. Xi Jinping pada 2-3 Oktober 2013 mendatang. Presiden Xi Jinping akan didampingi Ibu Negara Peng Liyuan beserta sejumlah delegasi ke Indonesia.” [6]

REFERENSI

[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi”, https://bit.ly/3gvztci (Google Translate) / https://archive.st/pabo (arsip cadangan).

[2] sea.operanewsapp.com: “China Dikabarkan Akan Datang ke Indonesia untuk Minta Pulau Kalimantan sebagai Jaminan Utang, Begini Faktanya”, https://bit.ly/3iiqw5V / https://archive.md/jLiYi (arsip cadangan).

[3] seputartangsel.pikiran-rakyat.com: “CEK FAKTA: China Dikabarkan Akan Datang ke Indonesia untuk Minta Pulau Kalimantan sebagai Jaminan Utang”, https://bit.ly/3hJlhx1 / https://archive.md/LtXo2 (arsip cadangan).

[4] CGTM @ youtube.com: “President Xi Jinping delivers speech at Indonesia parliament”, https://bit.ly/3koDmCa / https://archive.md/94Exw (arsip cadangan).

[5] dpr.go.id: “DPR Minta Cina Buka Pasar Produk Indonesia”, https://bit.ly/3z39Fe6 / https://archive.md/c3sGg (arsip cadangan).

[6] kontan.co.id: “Xi Jinping kunjungi Indonesia 2-3 Oktober 2013”, https://bit.ly/3BcYIsr / https://archive.md/hSKf5 (arsip cadangan).