[SALAH] Bantuan Pulsa Rp200 ribu dan Kuota 125GB dari Pemerintah

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

Faktanya, ini adalah hoaks berulang yang kembali beredar. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menegaskan bahwa penyaluran bantuan kuota berakhir pada Mei 2021, dan tidak ada lagi penyaluran kembali.

Selengkapnya ada di penjelasan.

=====
[KATEGORI]: FABRICATED CONTENT/Konten Palsu

=====

[SUMBER]: WHATSAPP

=====

[NARASI]:

“https: // bantuankuota. club / telecom / tb. php?v=125GigaBytes

KEMENDIKBUD
Program kuota belajar pulsa 250rb dan kuota 125GB untuk dosen, guru, siswa, mahasiswa selama pembelajaran jarak jauh periode juni!
Batas akhir2021-7-23″

=====
[PENJELASAN]:
Beredar sebuah pesan tentang bantuan pulsa senilai Rp.250 ribu dan kuota sebanyak 125GB melalui media sosial Whatsapp. Pesan terusan ini berisi tautan yang mirip dengan alamat website milik Kemendikbud. Narasi ini memuat informasi yang menyebutkan bahwa bantuan ini diberikan kepada para guru, dosen, siswa, dan mahasiswa untuk membantu proses pembelajaran jarak jauh, yang dapat diklaim sebelum batas akhir pada 23 Juli 2021.

Namun setelah melakukan penelusuran, ditemukan fakta bahwa pesan berisi tautan bantuan pulsa dan kuota dari pemerintah tersebut adalah hoaks. Melansir dari artikel media Liputan6.com, Plt Kepala Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud, Hasan Chabibie, menyatakan bahwa informasi cara mendapat pulsa 200 ribu dan kuota 125 GB periode Juni dari Kemendikbud tersebut adalah hoaks.

“Mohon izin itu hoaks,” kata Hasan.

Hasan menyatakan bahwa bantuan kuota tersebut berakhir setelah Mei 2021 dan tidak ada lagi penyaluran kembali.

Hoaks mengenai bantuan pulsa dan kuota ini pun merupakan hoaks jenis hoaks yang berulang. Melansir dari turnbackhoax.id, hoaks mengenai bantuan pulsa dan kuota ini setidaknya telah beredar sebanyak 14 kali sejak tahun 2020. Hoaks ini beredar dengan menggunakan narasi yang dimodifikasi sedemikian rupa. Bahkan di bulan ini, hoaks yang sama telah beredar sebanyak 2 kali dengan perubahan pada ketentuan batas akhir, yaitu dari 14 Juli diubah ke 23 Juli.

Jadi dapat disimpulkan, narasi yang berisi informasi bantuan kuota dan pulsa periode Juni-Juli adalag hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.

[REFERENSI]:

https://m.liputan6.com/cek-fakta/read/4575502/cek-fakta-hoaks-cara-mendapat-pulsa-200-ribu-dan-kuota-125-gb-periode-juni-dari-kemendikbud

=====
Editor: Bentang Febrylian