[SALAH] “berita penyerang mesjid yg dilakukan oleh para bondon dobol yg kemungkinan endingnya akan dicap sebagai orang gila”

BUKAN penyerang masjid. Motif dari penyerangan yang terjadi di Lombok Tengah, Selasa malam, 13 April 2021 itu adalah masalah sengketa tanah antara keluarga. Di artikel berita itu sendiri tidak ada keterangan bahwa kejadian itu adalah penyerangan terhadap masjid.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI
===========================================
Kategori : Konten yang Menyesatkan
===========================================

Akun Facebook Abel Aprilio Hia (fb.com/abel.hia) pada 17 April 2021 membagikan tautan berita berjudul “Penyerangan Usai Tarawih di Praya Timur, Banyak Warga Luka Parah” yang dimuat di situs koranntb.com pada 14 April 2021 dengan narasi sebagai berikut:

“Kita beralih dulu ke berita penyerang mesjid yg dilakukan oleh para bondon dobol yg kemungkinan endingnya akan dicap sebagai orang gila….!!!! Berita kita kita mulai dimana Insiden penyerangan usai salat tarawih terjadi di Dusun Mengkudu, Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, Selasa malam, 13 April 2021…..!!! Beberapa korban dilarikan ke puskesmas karena mengalami luka sayatan akibat senjata tajam.Satu di antara beberapa korban adalah seorang perempuan. Dia mengalami luka di bagian tangan dan kaki…!!! Korban lainnya lebih parah, mengalami luka di bagian kepala dan sekujur tubuh. Korban dibawa warga ke puskesmas untuk perawatan…!! Penyerangan dilakukan oleh beberapa orang. Salah satu di antara adalah Kemban dobol bondon yang diduga bukan kali pertama meneror dan mengancam warga. Dia dan rekannya kabur se edan edannya saat warga berdatangan….!!! Nah kalian pasti sudah tau ending berita ini kan…!!!!? Pasti ending dari berita ini . Si pelaku akan dicap gangguan jiwa….!!!! Pan rezim dobol mah licik cuy….!!!!”

Sumber : https://archive.md/Nyo9Y (Arsip)
===========================================

PENJELASAN

Berdasarkan hasil penelusuran, klaim adanya berita penyerang masjid yang dikaitkan dengan peristiwa penyerangan usai salat tarawih yang terjadi di Dusun Mengkudu, Desa Landah, Kecamatan Praya Timur, Lombok Tengah, pada Selasa malam, 13 April 2021 merupakan klaim yang menyesatkan.

Faktanya, bukan penyerang masjid. Motif dari penyerangan yang terjadi di Lombok Tengah, Selasa malam, 13 April 2021 itu adalah masalah sengketa tanah antara keluarga. Di artikel berita itu sendiri tidak ada keterangan bahwa kejadian itu adalah penyerangan terhadap masjid.

Berdasarkan artikel berjudul “Penyerangan Usai Tarawih di Praya Timur, Banyak Warga Luka Parah” yang dimuat di situs koranntb.com pada 14 April 2021, di artikel itu tidak ada pernyataan terkait bahwa peristiwa penyerangan itu adalah penyerangan terhadap masjid.

Sementara itu, dilansir dari situs artikel berjudul “Kapolres Jelaskan Pemicu Bentrok Praya Timur” yang dimuat di situs koranntb.com pada 14 April 2021, Kapolres Lombok Tengah AKBP Esty Setyo Nugroho, menjelaskan bahwa bentrok tersebut dipicu masalah sengketa tanah antara keluarga. Permasalahan tersebut disebut cukup lama.

“Kejadian tadi malam itu bukan penyerangan atau perang kampung, ini murni masalah sengketa lahan karena kedua belah pihak masih ada hubungan keluarga,” kata Kapolres di Praya, Rabu, 14 April 2021.

Ia menjelaskan, salah satu pelaku inisial AW alias KH yang berada dari pihak selatan sebelum kejadian melakukan kebut-kebutan menggunakan sepeda motor sambil teriak-teriak, sehingga memancing pihak utara untuk keluar. Setelah pihak utara keluar ke jalan, pihak keluarga AW atau KH yang dari selatan merespon balik dan keluar sambil membawa senjata tajam dan melakukan pelemparan ke arah rumah pihak keluarga.

“Akibat kejadian itu, sekitar 10 orang dari pihak selatan maupun utara yang menjadi korban dan mengalami luka-luka ringan,” ujarnya.

Mengetahui peristiwa itu, personel dari Polres dan Polsek melakukan pengamanan di sekitar lokasi serta melakukan upaya penggalangan bersama tokoh masyarakat terhadap kedua belah pihak.

“Kita lakukan pendekatan bersama tokoh-tokoh terhadap kedua belah pihak, untuk mengantisipasi konflik yang berkelanjutan,” jelasnya.

Lanjut Kapolres, terkait perkara sengketa lahan yaitu laporan pengerusakan atau penggeregahan yang dilaporkan oleh salah satu pihak, Polres Lombok Tengah sendiri sudah melakukan proses terhadap laporan tersebut bahkan saat ini dalam proses penetapan tersangka.

“Karena masih ada hubungan keluarga, kita pernah beberapa kali melakukan upaya perdamaian antara keduanya, namun sampai saat ini belum ada titik temu,” kata Esty.

REFERENSI
https://koranntb.com/2021/04/14/penyerangan-usai-tarawih-di-praya-timur-banyak-warga-luka-parah/
https://koranntb.com/2021/04/14/kapolres-jelaskan-pemicu-bentrok-praya-tengah/
https://www.medcom.id/telusur/cek-fakta/GNlqrQmb-cek-fakta-benarkah-terjadi-penyerangan-masjid-usai-salat-tarawih-dan-banyak-warga-luka-parah-di-lombok-tengah-ini-faktanya

About Adi Syafitrah 1140 Articles
Pemeriksa Fakta Mafindo