[SALAH] Vaksin Berbasis mRna, Dapat Menyebabkan Kanker

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

Klaim tersebut salah. Faktanya mRna dalam vaksin merupakan mRna buatan, sehingga tidak mungkin mengalami kesalahan transkripsi yang menjadi penyebab terjadinya kanker.

Selengkapnya ada di penjelasan.

=====

[KATEGORI]:
MISLEADING CONTENT/Konten Menyesatkan

=====

[SUMBER]:

MEDIA

archive.vn/zl2u5

=====

[NARASI]:

“MEDICAL SHOCKER: Scientists at Sloan Kettering discover mRNA inactivates tumor-suppressing proteins, meaning it can promote cancer.”

=====

[PENJELASAN]:

Sebuah artikel dari media Natural News, mengunggah hasil penelitian terkait mRna. Artikel ini menjelaskan bahwa vaksin berbasis mRna yang saat ini tengah dikembangkan, dapat menginstruksikan sel manusia yang berperan penting dalam menyebabkan kanker untuk semakin berkembang, sementara menonaktifkan protein penekan tumor alami dalam tubuh, yang berfungsi menyelamatkan manusia dari kanker. Artikel ini mengklaim hasil penetiltian berasal dari laboratorium independen yang tidak terikat pada industri farmasi manapun yang memproduksi vaksin.

Namun setelah dilakukan penelusuran, penjelasan mengenai bahaya vaksin berbasis mRna ternyata keliru. Memorial Sloan Kettering Cancer Center, yang tertulis dalam artikel, mengonfirmasi bahwa klaim tersebut salah dan terjadi kesalahan dalam mengartikan temuan penelitian ini. Temuan ini dibuat tahun 2018, jauh sebelum Covid-19 muncul. Jadi tidak ada kaitannya dengan vaksin.

Melansir dari media periksa fakta AFP, Brian Lichty, Profesor di Departemen Patologi dan Kedokteran Molekuler di McMaster University, menyatakan bahwa untuk memahami hasil penelitian tersebut, seseorang harus memahami proses transkripsi.

Lichty menjelaskan bahwa mRna merupakan molekul beruntai tunggal yang melengkapi salah satu untai gen DNA dan memainkan peran penting dalam sintesis protein. “Mesin penerjemah” dalam tubuh mengikat mRNA untuk membaca kode genetiknya dan membuat protein tertentu.

Dalam kasus leukimia (kanker darah), disebabkan oleh kekacauan proses transkripsi ini, sehingga menghasilkan mRna yang tidak akurat dan protein penekan tumor yang tidak benar. Untuk itu terkait kanker, kesalahan ada pada kekacauan transkripsi, bukan pada mRna.

Dalam akhir penjelasannya, Lichty mengatakan bahwa vaksin Covid-19 berbasis mRna ini, terdiri dari mRNA yang telah disintesis di fasilitas produksi. Karena mRna sudah dibuat, maka tidak ada peluang terjadinya kesalahan proses transkripsi.

Jadi dapat disimpulkan bahwa artikel Natural News yang mengklaim bahwa vaksin berbasis mRna dapat menyebabkan kanker pada tubuh manusia adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

=====

[REFERENSI]:

https://factcheck.afp.com/study-did-not-find-link-between-covid-19-mrna-vaccines-and-cancer

https://apnews.com/article/fact-checking-afs:Content:9994785135

Editor: Bentang Febrylian