[SALAH] Video “Puisi Gus Mus Allahu Akbar”

Puisi yang ditambahkan di video ditulis TIDAK untuk menyerang kelompok tertentu. Bersifat universal, ajakan untuk introspeksi.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

SUMBER

Beberapa di antaranya,

* Kanal YouTube “ASATU CHANNEL”, https://archive.md/j5NYm (arsip cadangan).

* Pesan berantai WhatsApp.

* Akun Facebook “Rusmiati Handoko”, https://archive.md/v7CaK (arsip cadangan).

======

NARASI

Cek (4) bagian REFERENSI.

======

PENJELASAN

(1) First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”

* SUMBER membagikan video yang menambahkan puisi “Allahu Akbar” oleh Gus Mus sehingga menimbulkan premis atau kesimpulan yang salah.


(2) Klarifikasi dari Ienas Tsuroiya, salah satu putri dari Gus Mus,

* “Puisi Abah yang ditulis tahun 2005 lalu itu sifatnya universal, tidak menyerang satu kelompok tertentu. Seperti banyak puisi Abah yang lain, intinya mengajak introspeksi. Dakwah secara halus.

Kalau menggabungkan suara beliau dengan video demo FPI, itu namanya mengadu-domba.”


(3) Beberapa sumber berkaitan dengan puisi Gus Mus,

* Unair News: “Pengritikan pada tindakan-tindakan yang terkesan lupa pada kehakikian manusia yang tak berhak menyiksa dan melaknat, terlihat jelas dalam sajak Allahuakbar. Bukankah sekalipun kita tak pernah diangkat Tuhan sebagai wakil yang boleh menghakimi orang-orang yang berbeda cara pandang? Dikaitkan dengan sajak Ada Apa Dengan Kalian, memberikan kita sinyal tentang pentingnya memisahkan pengertian kata “memaksa” dan “mengajak” ke jalan kebaikan.

Lewat Sajak Allahuakbar pula, penulis kumpulan cerpen lukisan kaligrafi ini juga ingin mengingatkan bahwa tak ada hasil tafsiran manusia yang layak mendapat predikat kebenaran sejati. Menganggap pemikiran pribadi atau golongan tertentu sebagai hukum mutlak merupakan salah satu contoh nyata tindakan penyekutuan Tuhan dengan diri sendiri. Kita pun tak perlu menyangsikan keabsahan ibadah orang yang berbeda cara ritual, sebab yang berwewenang menilai ibadah seorang hamba hanya Tuhan (Salat).”

* Walisongo Institutional Repository: “Kumpulan puisi Aku Manusia merupakan sebuah antologi (kumpulan) puisi yang ditulis oleh KH. A. Mustofa Bisri (Gus Mus) pada tahun 2016 termasuk karya terbaru dari beliau. Di dalamnya terdiri atas 46 (empat puluh enam) puisi dengan tema Aku Manusia dan berbagai judul yang merupakan bagian dari tema besar puisi. Di sini peneliti setidaknya mencoba menganalisis 10 judul puisi dari kumpulan puisi tersebut, dengan melihat aspek isi yang disampaikan sesuai dengan fokus peneliti. Peneliti beranggapan sepuluh dari salah satu kumpulan puisi Aku Manusia ini sudah dapat mewakili tema besar puisi. Puisi-puisi tersebut adalah:

  1. Agama
  2. Ada Apa Dengan Kalian?
  3. Panorama
  4. Tahakkumi
  5. Allahu Akbar!
  6. Perjalanan Sang Primadona
  7. Aku Manusia
  8. Chairil Anwar Dan Kita
  9. Bagaimana Aku Menirumu Oh kekasih
  10. Orang-Orang Negeriku”.

======

REFERENSI

(1) firstdraftnews.org: “Berita palsu. Ini rumit.” http://bit.ly/2MxVN7S (Google Translate), http://bit.ly/2rhTadC.

(2) Ienas Tsuroiya @ twitter.com, https://bit.ly/3gLnR3D / https://archive.md/8EijP (arsip cadangan).

(3) news.unair.ac.id: “Berkelana Dalam Perenungan Gus Mus” https://bit.ly/384Qt3B / https://archive.md/KdynR (arsip cadangan).

(4) Walisongo Institutional Repository: “BAB III, BIOGRAFI SINGKAT KH. A. MUSTOFA BISRI DAN ISI, BUKU KUMPULAN PUISI “AKU MANUSIA” https://bit.ly/3gL2AXw / https://archive.md/Gt7c4 (arsip cadangan).