[SALAH] Vaksin Covid-19 berbasis mRNA Dapat Mengubah DNA Manusia

Hasil periksa fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

Faktanya integrasi RNA ke dalam DNA tidak dimungkinkan antara lain karena struktur kimianya yang berbeda. Selain itu, belum ada bukti bahwa mRNA yang diintegrasikan oleh sel tubuh setelah vaksinasi akan berubah menjadi DNA. Modifikasi genetik hanya bisa terjadi jika memasukkan DNA asing ke dalam inti sel manusia, dan vaksin sama sekali tidak melakukan itu.

Selengkapnya ada di penjelasan!

===

[KATEGORI]:

Misleading Content/Konten Yang Menyesatkan

===

[SUMBER]:

Twitter
archive.vn/H109i

===

[NARASI]:

===

[PENJELASAN]:

Sebuah narasi beredar di media sosial twitter dari nama akun @emeraldrobinson yang menyatakan bahwa vaksin corona berbasis mRNA dapat merusak DNA manusia dan 75 persen relawan telah mengalami efek samping dari vaksin tersebut.

Namun setelah dilakukan penelusuran, narasi yang diunggah oleh Emerald Robinson tersebut adalah salah.
Bantahan terkait hal tersebut antara lain:

1. Bahwa tidak ada risiko integrasi mRNA ke dalam genom manusia.
Dari artikel DW.com berjudul “Coronavirus vaccines: Fake news and myths go viral, Institut Paul-Ehrlich, Institut Federal untuk Vaksin dan Biomedis menjelaskan bahwa alam kasus manusia, genom terletak di inti sel dalam bentuk DNA. Integrasi RNA ke dalam DNA tidak dimungkinkan antara lain karena struktur kimianya yang berbeda. Selain itu, belum ada bukti bahwa mRNA yang diintegrasikan oleh sel tubuh setelah vaksinasi akan berubah menjadi DNA.

2. Tidak ada vaksin yang bisa mengubah DNA manusia.
Dari artikel yang sama dengan sebelumnya, Mark Lynas, dari Alliance for Science Cornell University memberikan penjelasan bahwa, modifikasi genetik hanya bisa terjadi jika memasukkan DNA asing ke dalam inti sel manusia, dan vaksin sama sekali tidak melakukan itu.
Dalam artikel lain berjudul “Experts: mRNA vaccine for COVID-19 does not alter DNA”, Dr. Dan Culver, ahli paru di Klinik Cleveland memaparkan bahwa vaksin tidak bisa mengubah susunan genetik manusia karena waktu bertahan sebuah vaksin di dalam sel manusia relatif singkat dalam rentang jam.

3. Tidak ada laporan masalah keamanan pada sukarelawan.
Moderna, salah satu perusahaan yang sedang meneliti calon vaksin covid-19 berbasis mRNA, melaporkan tinjauan dari efek samping yang diminta. Tinjauan itu menunjukkan bahwa vaksin secara umum dapat ditoleransi dengan baik. Mayoritas efek samping berada di batasan ringan atau sedang. Beberapa efek samping termasuk kelelahan (9,7%), sakit kepala (4,5%), nyeri (4,1%) dan kemerahan di tempat suntikan (2,0%).
Demikian juga calon vaksin yang dikembangkan Pfizer dan BioNTech juga melaporkan temuan serupa yakni kelelahan pada 3,8 persen dan sakit kepala pada 2,0 persen.

Dilansir dari liputan6.com, salah satu relawan dokter Covid-19 di Indonesia, dr. Muhamad Fajri Adda’i juga ikut memberi penjelasan terkait vaksin covid-19 berbasis mRNA seperti yang dikembangkan Moderna serta Pfizer dan BioNTech.
“Jadi vaksin ini menggunakan virus dari penyakit itu tetapi yang diberikan bukan komponen utuh, hanya RNA atau materi genetik terkecilnya yang dilapisi dalam suatu kapsul lalu disuntikkan ke tubuh manusia. Harapannya RNA ini bisa menstimulasi sistem imun untuk membentuk antibodi dan sel-sel imun lain teraktivasi melawan virus tersebut.”

Jadi dapat disimpulkan bahwa narasi yang menyebutkan bahwa vaksin Covid-19 berbasis mRNA dapat mengubah DNA manusia adalah hoaks kategori misleading content atau konten yang menyesatkan.

===

[REFERENSI]:

https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/4412314/cek-fakta-tidak-benar-vaksin-covid-19-berbasis-mrna-bisa-rusak-dna-manusia

https://amp.dw.com/en/coronavirus-vaccines-fake-news-and-myths-go-viral/a-55652267

https://m.liputan6.com/cek-fakta/read/4386801/cek-fakta-hoaks-vaksin-covid-19-bisa-mengubah-dna-manusia

https://apnews.com/article/9340521654