[SALAH] “Krakatau steel di kuasai cina”

Pabrik Blast Furnace justru untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan impor dan memperkuat sektor hulu, bukan seperti premis pelintiran yang dibangun. MCC CERI dan Krakatau Engineering adalah konsorsium kontraktor proyek pabrik tersebut yang mulai beroperasi pada tahun 2018.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

SUMBER

http://bit.ly/2YNRtDw akun “Fier Dian Syaeh” (facebook.com/kedodoran.doran), sudah dibagikan 3,467 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“Krakatau steel di kuasai cina, hancur ekonomi negara.”

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

  • SUMBER membagikan foto acara yang berkaitan dengan pabrik Blast Furnace di kompleks Krakatau Steel.
  • SUMBER menambahkan narasi untuk membangun premis pelintiran yang tidak sesuai dengan konteks foto yang sebenarnya.

(2) Beberapa artikel yang berkaitan:

  • Katadata: “Pabrik Blast Furnace yang berdiri pada area Blast Furnace Complex PTKS seluas 55 hektare ini merupakan proyek konsorsium yang dikerjakan oleh kontraktor asal Tiongkok, MCC CERI dan PT Krakatau Engineering (PTKE).” | Selengkapnya di http://bit.ly/2YRvjQT, arsip cadangan di http://bit.ly/2JxzVGE.
  • Warta Ekonomi: “Pembangunan Blast Furnace juga akan membuat keseimbangan kapasitas hulu (iron and steel making) dengan hilir (rolling mill), sehingga mengurangi ketergantungan pada slab impor.” | Selengkapnya di http://bit.ly/2GbYTJF, arsip cadangan di http://bit.ly/2JMI0pY).

======

REFERENSI

http://bit.ly/2LR6IIj, arsip cadangan SUMBER.