[SALAH] 3 Anak Meninggal Korban Cokelat “Mermaid” di RSUD Kapal Badung, Bali

Kabar mengenai adanya tiga orang anak meninggal lantaran memakan cokelat bermerek “Mermaid” di Badung, Bali tidak benar. Direktur Utama RSD Mangusada Badung,  dr. Nyoman Gunarta, menyatakan informasi tersebut tidak benar. Menurutnya, tidak ada di Rumah Sakit Daerah Mangusada yang merawat tiga anak lalu meninggal seperti isi dalam kabar tersebut. “Tidak ada jenazah anak-anak yang meninggal atau dititipkan di RSD Mangusada. Selain itu yang perlu kami tegaskan juga tidak ada nama rumah sakit RSUD Kapal,” ujarnya.

=====

Kategori: False Context

=====

Sumber: Media Sosial Facebook

https://www.facebook.com/groups/546069348843456/permalink/2089454064504969/

Assalamaulikum.wr.wb. Mohon maaf, kami membantu utk share info dari dokter Dwija yg dinas di RSUD…

Người đăng: Farlin Indrawaty Abas vào Chủ nhật, 28 tháng 4, 2019

Mohon maaf, kami membantu utk share info dari dokter Dwija yg dinas di RSUD Kapal. Coklat ini beracun.. Barusan…

Người đăng: Guz Rah vào Chủ nhật, 28 tháng 4, 2019

=====

Narasi:

1) Mohon maaf, kami membantu utk share info dari dokter Dwija yg dinas di RSUD Kapal. Coklat ini beracun.. Barusan kejadian 3 anak meninggal setelah makan coklat ini.. 3orang yg lain dirujuk ke rs juga akhirnya meninggal.. Mohon diperhatikan anak² khususnya yg senang camilan belanja makanan spt ini diperhatikan.. Terima kasih🙏🏽🙏🏽

Mohon share ke grup lainnya. suksma🙏🙏

2) Assalamaulikum.wr.wb.

Mohon maaf, kami membantu utk share info dari dokter Dwija yg dinas di RSUD Kapal. Coklat ini beracun.. Barusan kejadian 3 anak meninggal setelah makan coklat ini.. 3orang yg lain dirujuk ke rs juga akhirnya meninggal.. Mohon diperhatikan anak² khususnya yg senang camilan belanja makanan spt ini diperhatikan.. Terima kasih🙏🏽🙏🏽

Mohon share🙏

3) Mohon maaf, kami membantu utk share info dari dokter Dwija yg dinas di RSUD Kapal. Coklat ini beracun.. Barusan kejadian 3 anak meninggal setelah makan coklat ini.. 3orang yg lain dirujuk ke rs juga akhirnya meninggal.. Mohon diperhatikan anak² khususnya yg senang camilan belanja makanan spt ini diperhatikan.. Terima kasih🙏🏽🙏🏽

Mohon share🙏

=====

Penjelasan Lengkap:

Di wilayah Kabupaten Badung, Bali tersebar informasi mengenai telah meninggalnya tiga orang anak lantaran mengkonsumsi cemilan cokelat bermerek “Mermaid.” Adapun, dalam informasi itu disebutkan tiga orang anak itu meninggal di RSUD Kapal yang dikatakan terletak di Badung.

Setelah dilakukan penelusuran, informasi tentang telah meninggalnya tiga orang anak di Kabupaten Badung, Bali tidak benar. Direktur Utama RSD Mangusada Badung,  dr. Nyoman Gunarta, menyatakan informasi tersebut tidak benar. Gunarta juga memastikan bahwa tidak ada tenaga medis bernama Dwija di RSD Mangusada. “Informasi itu hoaks. Tidak ada dokter di RSD Mangusada bernama Dokter Dwija,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, tidak ada di Rumah Sakit Daerah Mangusada yang merawat tiga anak lalu meninggal seperti isi dalam kabar tersebut. “Tidak ada jenazah anak-anak yang meninggal atau  dititipkan di RSD Mangusada. Selain itu yang perlu kami tegaskan juga tidak ada nama rumah sakit RSUD Kapal,” ujarnya.

Gunarta berharap, masyarakat kini harus jeli dan berhati-hari menerima informasi. Lantaran banyak sekali berita hoaks yang muncul di media sosial.

“Nama kami kini RSD Mangusada, Bukan Rumah Sakit Kapal, Jadi sudah jelas itu tidak benar,” jelasnya.

Dari paparan Gunarta itu dapat dikatakan bahwa kejadian keracunan pada tiga orang anak hingga meninggal di Badung, Bali tidak benar. Adapun, peristiwa terkait cokelat “Mermaid” memakan korban sebenarnya terjadi di Pekalongan, Jawa Tengah.

Kepala Loka POM Buleleng, Made Ery Bahara Hartana menyatakan, kasus dugaan keracunan Mermaid itu memang benar terjadi. Hanya saja kasusnya ada di Pekalongan, Jawa Tengah. Meski demikian ia mengaku mendapat mandat dari pemerintah pusat untuk melakukan penelusuran peredaran cokelat tersebut.

“Kalau cokelatnya itu produksinya di Tangerang, kejadiannya di Pekalongan, Semarang, uji sampelnya sudah diambil BPOM Semarang, hanya saja hasilnya belum keluar karena baru saja. BPOM seluruh Indonesia memang diwanti-wanti waspada dan melakukan penelusuran penyebarannya,” kata Ery.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/883423851990151/

http://bali.tribunnews.com/2019/04/29/informasi-cokelat-beracun-hebohkan-warga-badung-dirut-rsud-mangusada-itu-hoax?page=all

https://www.nusabali.com/berita/51336/rsd-mangusada-sebut-cokelat-beracun-hoax

https://www.nusabali.com/berita/51370/loka-pom-buleleng-lakukan-penyisiran

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/880951008904102/

=====

Catatan:

Informasi terkait cokelat merek “Mermaid” hingga kini (30/4) informasinya masih dipantau agar mendapat kejelasan atas kandungan dalam cokelat tersebut beracun atau tidak. Hingga tulisan ini diturunkan, pihak BPOM Semarang, selaku penguji kandungan cokelat tersebut belum memaparkan hasil uji laboratoriumnya.