[BENAR] Kode QR ke Tautan hebatdiki(dot)com

Setelah dipindai menggunakan aplikasi pemindai kode QR, memang benar kode mengarah ke situs hebatdiki(dot)com yang terdaftar atas nama Diki Firmansyah. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Klarifikasi.

======

SUMBER

Pesan berantai Whatsapp.

======

NARASI

Cek tangkapan layar.

======

PENJELASAN

(1) Kode QR yang beredar melalui tangkapan layar di pesan berantai Whatsapp setelah dipindai menggunakan aplikasi pemindai QR memang benar mengarah ke http://hebatdiki.com/index.html.

——

(2) https://archive.fo/xKprR, tautan ke situs arsip untuk cadangan.

——

(3) Berdasarkan pemeriksaan via situs domainbigdata.com, hebatdikti.com terdaftar atas nama Diki Firmansyah. Selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.

——

(4) Beberapa artikel yang berkaitan:

  • tirdo(dot)id: “Aliansi BEM Seluruh Indonesia Laporkan Menristekdikti ke Bawaslu”, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.
  • suara(dot)com: “Isi Kuliah Umum di Malang, Menristekdikti Sebar Kampanye Hitam?”, selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) domainbigdata(dot)com: “Domains

Hebatdiki.com

Domain
Domain hebatdiki.com
Words in hebatdiki
Title hebatdiki – Senyum, Sedekah & Syukur
Date creation 2018-04-12
Web age 11 months
IP Address 45.114.118.199
IP Geolocation ID Indonesia, Jakarta Raya, Jakarta map

Registrant from last whois record
Name Diki Firmansyah is associated with 4 domains
Organization Personal is associated with 100+ domains
Email hebatdiki(at)gmail.com
Address Jakarta map
City Jakarta Barat
State DKI Jakarta
Country ID Indonesia
Phone +62.81380209799
Private no

…”, selengkapnya di http://bit.ly/2uBlFUP https://archive.fo/Fj9cW.

——

(2) http://bit.ly/2V8jfst tirdo(dot)id: “Aliansi BEM Seluruh Indonesia Laporkan Menristekdikti ke Bawaslu

(foto)
Menristekdikti Mohamad Nasir berbicara saat menghadiri peresmian Artificial Intelegence (AI) di kampus Universitas Indonesia (UI) Depok, Jawa Barat, Kamis (28/3/19) . ANTARA FOTO/ Kahfie kamaru/hp.

Oleh: Dewi Adhitya S. Koesno – 30 Maret 2019 Dibaca Normal 1 menit

Aliansi BEM seluruh Indonesia melaporkan Menristekdikti Mohamad Nasir kepada Bawaslu RI atas dugaan pelanggaran pemilu saat menyampaikan kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang. tirto.id – Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) seluruh Indonesia melaporkan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir kepada Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI atas dugaan pelanggaran pemilu di Universitas Brawijaya, Malang.

Koordinator Pusat BEM Seluruh Indonesia Muhammad Nurdiyansyah mengatakan, pelaporan dilakukan karena ada kalimat yang disampaikan Mohamad Nasir berkesan mengajak dan menggiring opini para mahasiswa untuk memilih salah satu capres pada hari pencoblosan yang akan berlangsung 17 April mendatang.

“Yang menjadi perhatian para mahasiswa adalah adanya kalimat-kalimat yang menggiring opini dan tagar untuk memilih salah satu calon presiden, di mana hal ini telah termasuk unsur kampanye,” jelas Nurdiansyah melalui keterangan tertulis yang diterima Tirto, Sabtu (30/3/2019) pagi.

Nurdiansyah pun menceritakan awal mula kejadian tersebut. Pada Rabu (27/3/2019) lalu, Nasir menghadiri Kuliah Umum bertemakan “Kebijakan kementerian menghadapi Era Revolusi Industri 4.0” sebagai nara sumber. Kegiatan ini diwajibkan kepada mahasiswa bidik misi angkatan 2016-2018 Universitas Brawijaya yang bertempat di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Malang.

“Tidak kurang ada sekitar 4000 audiens yang menghadiri kegiatan tersebut. Menurut kesaksian, pada awal sesi Menristekdikti menyampaikan materi terkait pentingnya berwirausaha dan bagaimana mahasiswa tidak hanya sekedar menjadi pekerja namun dapat pula menciptakan lapangan kerja,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, pada akhir sesi materi, Menristekdikti menampilkan QR Code dan meminta kepada audiens untuk dipindai. Situs yang terhubung dengan QR Code tersebut menampilkan beberapa gambar yang menunjukan kinerja Jokowi dalam masa jabatannya dan akuisisi capaian-capaian dalam pelunasan hutang, pembangunan infrastruktur, serta harga BBM.

Melihat hal tersebut, kata dia, para mahasiswa pun melakukan pemeriksaan terhadap profil menristekdikti. Dari hasil pemeriksaan menunjukkan, Menristekdikti bukanlah anggota partai politik, Tim Kampanye, ataupun Pelaksana Kampanye yang didaftarkan ke KPU.

“Sehingga kami menganggap bahwa Menristekdikti telah melakukan pelanggaran pada Pasal 299 ayat 3 UU. No 7 tahun 2017. Selain itu, menristekdikti juga telah melanggar Pasal 280 ayat 1, dikarenakan melakukan kampanye di kampus sebagai tempat pendidikan,” terangnya.

Menurutnya, hal ini bukanlah pertama kali yang dilakukan Menristekdikti meresahkan mahasiswa. Pada 20 Maret di Universitas Siliwangi, slide yang sama juga ditampilkan Ketika Menristekdikti menyampaikan materinya.

“Oleh karena itu, Aliansi BEM Seluruh Indonesia yang diwakilkan oleh BEM KM UGM, BEM KM IPB, dan BEM KM UNJ melaporkan Mohamad Nasir atas dugaan pelanggaran kampanye kepada Bawaslu RI pada Jum’at 29 Maret 2019,” kata dia.

Ia menambahkan, dalam laporan tersebut, pihaknya juga melampirkan bukti-bukti berupa gambar QR code dari Menristekdikti, gambar dari isi QR code, dan video menristekdikti ketika meminta mahasiswa memindai QR code yang berada di slide presentasi.

Selain itu, juga dilampirkan surat himbauan Bawaslu Nomor 1692/K.Bawaslu/PM.00.00X/2018 tertanggal 15 Oktober 2019 tentang himbauan Netralitas Pegawai Aparatur Sipil Negera (ASN), Kampanye oleh Pejabat Negara Lainnya serta Larangan Penggunaan Fasilitas Negara.

“Melalui laporan ini, kami berharap bawaslu dapat memproses dan memberi tindakan tegas atas pelanggaran ini,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait PEMILU 2019 atau tulisan menarik lainnya Dewi Adhitya S. Koesno (tirto.id – Politik)

Sumber: Siaran Pers
Penulis: Dewi Adhitya S. Koesno
Editor: Maya Saputri

“Yang menjadi perhatian adalah adanya kalimat-kalimat yang menggiring opini untuk memilih salah satu capres.””

——

(3) http://bit.ly/2OEZWof suara(dot)com: “Isi Kuliah Umum di Malang, Menristekdikti Sebar Kampanye Hitam?

Rendy Adrikni Sadikin | Chyntia Sami Bhayangkara Kamis, 28 Maret 2019 | 17:21 WIB

(foto)
Menristek Dikti Muhammad Nasir. (Suara.com/Adam Iyasa)

Nasir diduga telah menyebarkan kampanye hitam saat mengisi kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang.

Suara.com – Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir diduga telah menyebarkan kampanye hitam kepada para mahasiswa saat mengisi kuliah umum di Universitas Brawijaya, Malang, Jawa Timur.

Nasir disebut-sebut telah mengampanyekan Jokowi di kampus dan membanding-bandingkan dengan masa pemerintahan presiden sebelumnya: Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Beredar, sebuah video yang menunjukkan Nasir sedang memberikan kuliah umum mengenai Kebijakan Kementerian Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0. video itu diunggah oleh akun Twitter @opposite6891.

“Kunjungan Menristekdikti ke UniBraw diisi kuliah iumum. Ada yang aneh saat slide show, ada QR code yang terhubung ke website hebatdiki.com/index.html. Isinya kampanye dan kampanye hitam serta hate speech,” tulis akun itu seperti dikutip Suara.com, Kamis (28/3/2019).

(foto tangkapan layar)
Menristekdikti M Nasir diduga sebar kampanye hitam (Twitter)

Dalam video itu, tampak Nasir sedang memberikan kuliah umum. Usai memberikan materi, Nasir menampilkan QR code atau kode untuk dipindai.

Saat QR code itu diipindai, disebutkan akan muncul website hebatdiki.com/index.html yang berisi kampanye pencapaian program capres nomor urut 01 Jokowi. Tak hanya itu, muncul pula kata-kata ujaran kebencian dalam situs tersebut.

“Dalam kesempatan itu juga ditampilkan slide. Ada satu slide show yang agak janggal QR code! Mahasiswa diminta untuk scan QR code,” demikian tulisan dalam video berdurasi singkat itu.

Saat Suara.com mencoba membuka QR code itu tidak bisa lantaran gambar QR code yang tidak jelas. Namun, saat Suara.com mencoba link website yang tertera, muncul laman situs berisi kampanye pencapaian Jokowi.

Beberapa program Jokowi seperti peresmian Bendungan Tanju di Dompu, Nusa Tenggara Barat muncul di laman situs. Ada pula beberapa foto yang menunjukkan perbandingan antara pencapaian yang diraih Jokowi dengan pemerintahan SBY.

Meski demikian, dalam laman situs itu tidak tertulis siapa yang membuat situs itu. Hingga berita ini disusun Suara.com masih mencoba mengkonfirmasi kebenaran QR code yang tertera di slide milik Nasir saat mengisi kuliah umum di Malang.”

======

CATATAN

hebatdiki.com, “diki” bukan “dikti”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/865514697114400/