[SALAH] Masukan Persatuan Tunanetra Indonesia Terkait Braile Surat Suara di Jakarta 80% Salah Semua

Informasi mengatasnamakan Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni) yang menyatakan braile surat suara di Jakarta 80 persen salah semua dan karakter timbul dalam surat suara hanya pada dengan nomor 1 merupakan informasi tidak benar. Ketua Dewan Pengurus Pusat Pertuni, Aria Indrawati, mengatakan Pertuni tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun terkait template surat suara untuk 2019. “Dengan begitu, kabar yang beredar tersebut adalah hoaks,” tegas Aria.

=====

Kategori: Imposter Content

=====

Sumber: Media Pesan Whatsapp dan Media Sosial Facebook

📣Ini masukan aja tadi dari Pertuni (persatuan tunanetra Indonesia) yg di Jkt ngecek surat suara yg braile ke KPU…

Người đăng: Al Hardy vào Thứ Năm, 14 tháng 3, 2019

*Info dari Pertuni* :*Ini masukan aja tadi dari Pertuni (persatuan tunanetra Indonesia) yg di Jkt ngecek surat suara…

Người đăng: Athar Araz vào Thứ Năm, 14 tháng 3, 2019

=====

Narasi:

Info dari Pertuni

Ini masukan aja tadi dari Pertuni (persatuan tunanetra Indonesia) yg di Jkt ngecek surat suara yg braile ke KPU ternyata hampir 80% salah semua

Yg no. 1 hurufnya timbul sedangkan no 2 tdk teraba

Penyandang cacat kita kasihan, jumlahnya kisaran 5 jutaan (Viralkan agar cepet tertangani)

=====

Penjelasan:

Beredar informasi yang menyebutkan surat suara braile untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 di DKI Jakarta 80 persennya hanya menyediakan huruf dan angkat imbul untuk Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Nomor Urut 01. Informasi itu beredar sebagai pesan berantai di media pesan Whatsapp dan media sosial Facebook. Dalam pesan itu dikatakan bahwa sumber informasinya ialah Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni).

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Pengurus Pusat Pertuni, Aria Indrawati, membantah telah mengeluarkan pernyataan apapun terkait surat suara. Ia mengatakan, Pertuni tidak pernah mengeluarkan pernyataan apapun terkait template surat suara untuk 2019. Dengan begitu, kabar yang beredar tersebut adalah hoaks,” tegas Aria.

Aria juga mengatakan, kabar hoaks tersebut merugikan Pertuni sebagai organisasi kemasyarakatan yang bersifat netral. “Pertuni dianggap mendelegitimasi Pemilu, beberapa anggota DPR sudah ada yang bertanya ke teman-teman,” ujar Aria.

Pihak Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta pun angkat bicara terkait sebaran informasi yang mengatasnamakan Pertuni. Ketua KPU DKI Jakarta, Betty Idroos mengatakan bahwa template kertas suara bagi tunenatra masih tersimpan di gudang. “Sampai saat ini belum ada pihak luar yang memeriksa mengenai kelengkapan TPS kami,” ujar Betty.

Betty juga menilai, ada kejanggalan terhadap jumlah tunanetra yang tercantum dalam pesan berantai tersebut. Dalam kabar hoaks itu disebutkan tunanetra yang masuk sebagai daftar pemilih tetap berjumlah 5 juta jiwa.

“Di DKI Jakarta jumlah penyandang disabilitas juga tidak sampai sebanyak itu,” kata Betty. Menurut data KPU DKI Jakarta, penyandang disabilitas yang masuk dalam daftar pemilih tetap sebanyak 9.410 orang atau 0,21 persen dari total populasi difabel di Indonesia.

=====

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/855052428160627/

https://difabel.tempo.co/read/1185264/pertuni-klarifikasi-hoax-template-surat-suara-tunanetra

http://mediaindonesia.com/read/detail/222999-hoaks-template-braille-rusak-kpu-jangan-langsung-percaya

http://www.swamedium.com/2019/03/15/pertuni-jadi-korban-hoax-pilpres-2019/