[SALAH] “Jadi yang Antek Jongos dan Budak Asing itu siapa?”

Pertemuan grup Dubes Uni Eropa adalah mengenai upaya UE menjaga hubungan dengan Indonesia siapapun yang memenangkan pilpres nanti, bukan mengenai hal-hal yang disebutkan di narasi oleh post SUMBER. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Konten yang Salah.

======

SUMBER

(1) Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHH.

——

(2) http://bit.ly/2MnNvMB, post oleh Page “Yusuf Muhammad” (facebook.com/YusufDumdum), sudah dibagikan 2.058 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“Jadi, yang Antek Asing, Jongos Asing dan Budak Asing itu siapa?

Pembohong teriak pembohong, antek asing teriak antek asing, antek PKI teriak PKI. Bisa2 dijual negara ini ke mereka semua. Terbukti Freeport sudah dikuasai bangsa Indonesia tapi mereka malah mencak2 dan tidak terima.

01JokowiLagi”.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

  • Post SUMBER membagikan foto grup dubes yang sedang mengunjungi Tim Kampanye Prabowo-Sandi dengan menambahkan narasi yang tidak sesuai dengan konteks foto yang sebenarnya, untuk memelintir dan membangun premis.
  • Pertemuan grup Dubes Uni Eropa adalah mengenai upaya UE menjaga hubungan dengan Indonesia siapapun yang memenangkan pilpres nanti, karena yang ditemui bukan hanya dari Tim Prabowo – Sandi saja tetapi dari Tim Jokowi – Ma’ruf Amin juga akan ditemui.

——

(2) EU in Indonesia @uni_eropa: “#UniEropa tentunya tidak berpihak dlm pilpres #Indonesia mendatang. Tapi kami hargai kesempatan bertemu ke-2 tim pemenangan utk memahami lebih jauh ttg prioritas politik Tgl 18/1 kami temui tim paslon #2 & dpt bertukar pikiran ttg hubungan
@DubesDenmark
@DubesUniEropa” http://bit.ly/2FIDpFm.

——

(3) Vincent Guérend @DubesUniEropa: “Informative exchange of the group of #EU ambassadors with the campaign team #2. (And we will obviously also meet campaign team #1). The #EUandRI 🇪🇺🇮🇩 partnership is expanding fast and Indonesia matters for the EU. Good to engage with both teams to discuss about future engagement” http://bit.ly/2sDLimU.

“Pertukaran informatif kelompok # duta besar Uni Eropa dengan tim kampanye # 2. (Dan kami jelas juga akan bertemu tim kampanye # 1). # EUandRI 🇪🇺🇮🇩 kemitraan berkembang dengan cepat dan Indonesia penting bagi UE. Baik untuk terlibat dengan kedua tim untuk membahas tentang keterlibatan masa depan”.

(Google Translate, http://bit.ly/2Crtz6I).

——

(4) Beberapa berita yang terkait:

  • detikNews: “Bertemu Dubes Uni Eropa, BPN Bahas Isu Ekonomi hingga Polemik DPT”, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.
  • TEMPO(dot)CO: “Tim Prabowo Sebut Kunjungan Duta Besar Uni Eropa Bahas Ekonomi”, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) Post sebelumnya di http://bit.ly/2W5xRKa.

——

(2) http://bit.ly/2R13lNO, detikNews: “Jumat 18 Januari 2019, 22:14 WIB

Bertemu Dubes Uni Eropa, BPN Bahas Isu Ekonomi hingga Polemik DPT

Akfa Nasrulhak – detikNews

(foto)
Foto: Gerindra

Jakarta – Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso, menerima kunjungan duta besar negara-negara anggota Uni Eropa di Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Dalam pertemuan yang dipimpin oleh Duta Besar Uni Eropa HE Vincent Guerend ini, isu yang dibahas di antaranya terkait kebijakan ekonomi Prabowo-Sandi, khususnya terkait isu reformasi pajak hingga keterbukaan bagi dunia bisnis dan investasi.

“Dalam pertemuan ini, kami menekankan bahwa Prabowo-Sandi akan mengedepankan kerja sama antarnegara yang berimbang dan adil, khususnya di sektor industri jasa,” kata Direktur Hubungan Luar Negeri BPN Prabowo-Sandi, Irawan Ronodipuro, dalam keterangan tertulis, Jumat (18/1/2019).

Bukan hanya isu ekonomi, BPN Prabowo-Sandi dan para duta besar Uni Eropa membahas isu kesejahteraan sosial, seperti upaya meningkatkan daya beli masyarakat serta membuka lapangan kerja.

Polemik daftar pemilih tetap (DPT) yang diterbitkan KPU juga dibahas dalam pertemuan ini. BPN Prabowo-Sandi menyampaikan adanya potensi kecurangan pemilu lantaran DPT Pilpres 2019 tidak akurat.

“Kami menyampaikan fakta bahwa ada ancaman terhadap integritas, kejujuran, dan transparansi di daftar pemilih tetap. Kami menemukan nama-nama orang yang sudah meninggal dunia atau nomor KTP yang tidak lengkap, tapi masih terdaftar dalam DPT,” kata Irawan.

“Kami juga mendorong Uni Eropa turut memantau jalannya Pemilu 2019 agar berlangsung jujur dan adil demi kualitas demokrasi Indonesia yang lebih baik,” imbuh dia.

Turut hadir dalam rombongan tersebut sejumlah duta besar negara Uni Eropa, seperti Rumania, Inggris, Slovakia, Belanda, Italia, Denmark, Hungaria, Belgia, Spanyol, Swedia, Ceko, Prancis, Portugal, Jerman, Finlandia, dan Irlandia.
(mul/ega)”.

——

(3) http://bit.ly/2T4zVAj, TEMPO(dot)CO: “Tim Prabowo Sebut Kunjungan Duta Besar Uni Eropa Bahas Ekonomi

Reporter: Fikri Arigi
Editor: Syailendra Persada

Sabtu, 19 Januari 2019 18:25 WIB

(foto)
Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto – Sandiaga Uno dalam debat perdana capres-cawapres di Pilpres 2019 di Jakarta, Kamis 17 Januari 2019. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta – Sebanyak 23 Duta Besar Uni Eropa berkunjung ke markas Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Jumat 18 Januari 2019. Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto – Sandiaga Uno, Djoko Santoso; Direktur Komunikasi dan Media BPN Hashim Djojohadikusumo; dan Anggota Dewan Pengarah BPN Fadli Zon juga turut hadir.

“Dalam pertemuan ini kami menekankan bahwa Prabowo – Sandiaga akan mengedepankan kerja sama antar negara yang berimbang dan adil, khususnya di sektor industri jasa,” ujar Direktur Hubungan Luar Negeri BPN, Irawan Ronodipuro, dalam keterangan tertulis pada Sabtu, 19 Januari 2019.

Bukan hanya itu, BPN juga membahas isu kesejahteraan sosial seperti upaya meningkatkan daya beli masyarakat serta membuka lapangan kerja. Mereka juga akan membahas daftar pemilih tetap (DPT) yang diterbitkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), yang mereka sebut tidak akurat.

Pada pertemuan itu, menurut Irawan, BPN mendorong Uni Eropa untuk turut memantau jalannya pemilu 2019, agar berlangsung jujur dan adil demi kualitas demokrasi Indonesia yang lebih baik.

Juru bicara BPN, Andre Rosiade juga mengkonfirmasi kabar itu. Ia mengatakan maksud kedatangan mereka adalah untuk bersilaturahmi sekaligus berdiskusi soal gagasan Prabowo bila memimpin Indonesia ke depan.

“Jadi teman-teman dari Uni Eropa itu bersilaturahmi ke Kertanegara (nomor) VI, untuk bertemu dengan BPN pak Djoko Santoso, dan berdiskusi karena ingin tahu soal rencana Pak Prabowo ke depan,” kata Andre saat dihubungi Tempo, hari ini.

Andre mengatakan negara-negara sahabat ingin tahu akan di bawa ke mana Indonesia apabila Prabowo memimpin nanti. Ia menambahkan, selama ini hubungan negara-negara itu dengan Prabowo sangat baik.

Adapun delegasi yang datang ke Markas Pemenangan Prabowo dipimpin oleh Duta Besar Uni Eropa, Vincent Guerend. Turut hadir pula duta besar negara-negara Uni Eropa seperti Rumania, Inggris, Slovakia, Belanda, Italia, Denmark, Hungaria, Belgia, Spanyol, Swedia, Czechnya, Perancis, Portugal, Jerman, Finlandia, dan Irlandia.”

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/822383848094152/