[BENAR] Penjelasan Data dan Fakta dari Pernyataan Djarot Saiful Hidayat yang Membandingkan Kinerja Jokowi dengan SBY soal Pembangunan di Sumut

Faktanya, pada masa presiden ke-6 itu terdapat sejumlah pembangunan infrastruktur di Sumut.

======

Kategori : KLARIFIKASI

======

Sumber : Media Sosial Facebook dan Media Berita Daring

Narasi :

“Sampai saya tuh berpikir begini, 10 tahun kita membangun, zaman Pak SBY, yang dibangun di Sumatera Utara ini opo? Ora ono? Sing nikmati?”

======

Penjelasan :

Politisi dari PDI Perjuangan, Djarot Saiful Hidayat, memberikan pernyataan kontroversial di hadapan para kader PDIP di Sumatera Utara (Sumut).

Djarot menyebut di era kepemimpinan SBY sebagai Presiden RI ke-6, tidak melakukan pembangunan di wilayah Sumut.

“Sampai saya tuh berpikir begini, 10 tahun kita membangun, zaman Pak SBY, yang dibangun di Sumatera Utara ini opo? Ora ono? Sing nikmati?,” tanya Djarot di Hotel Sabty Garden, Asahan, Minggu (16/12).

“Ora ono pak,” respons para peserta.

Imbas dari perkataan Djarot, banyak warganet di Sumut yang mempertanyakan kebenaran dari ucapan Djarot.

Selain mempertanyakan keabsahan perkataan Djarot, tidak sedikit pula warganet yang memberikan komentar negatif.

Faktanya, pada masa presiden ke-6 itu terdapat sejumlah pembangunan infrastruktur di Sumut. Berikut beberapa di antara proyek-proyek itu:

1. Bandara Kualanamu
Bandara Kualanamu di Deli Serdang dibangun dan diresmikan pada pemerintahan Presiden SBY. Sarana yang menggantikan Bandara Polonia di Medan ini mulai beroperasi pada Kamis, 25 Juli 2013.

Meski sudah dioperasikan, Bandara Kualanamu baru diresmikan pada Kamis 27 Maret 2014, bersamaan dengan 5 proyek bandara lain, yaitu Terminal Bandara Sultan Syarif Kasim II di Pekanbaru, Riau, dan Terminal Penumpang Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; Bandara Muara Bungo di Jambi; Bandara Pekon Serai di Lampung Barat, Lampung, dan Bandara Pagar Alam di Lahat, Sumatera Selatan.

Pembangunan Bandara Kualanamu Medan menghabiskan anggaran sekitar Rp 5,59 triliun. Sebanyak Rp 3,39 triliun dana berasal dari APBN, sisanya Rp 2,2 triliun merupakan investasi PT Angkasa Pura II untuk sisi darat bandara.
Bandara Kualanamu direncanakan sejak pemerintahan Presiden Suharto. Namun, karena sejumlah masalah, termasuk krisis moneter, pembangunannya baru dapat dilaksanakan pada pemerintahan Presiden SBY.

2. Kereta Api Bandara Kualanamu
Pembangunan Bandara Kualanamu diiringi sarana penunjang lainnya. Selain jalan, kereta bandara pun disiapkan.
Airport Railways Services (ARS) Bandara Kualanamu dioperasikan bersamaan dengan bandar udara itu, yakni pada Kamis, 25 Juli 2013. Dengan keberadaan sarana ini, Bandara Kualanamu menjadi bandara pertama yang terkoneksi dengan kereta api.

Kereta api Kualanamu-Medan direncanakan menggunakan jalur ganda. Pembangunan double track dimulai pada Kamis 22 Mei 2014, ditandai dengan seremoni ground breaking di Stasiun Kereta Api Aras Kabu, Deli Serdang. Meski diproyeksikan rampung padw 2017, pembangunan jalur ganda ini masih berlangsung.

3. Bandara Silangit
Salah satu infrastruktur yang mencerminkan kesinambungan pembangunan adalah Bandara Silangit. Fasilitas yang ada di Siborong-borong, Tapanuli Utara, ini dibangun sejak masa penjajahan dan berlanjut hingga pemerintahan saat ini.

Awalnya Bandara Silangit hanya bandara perintis.
Pembangunannya kemudian dilakukan bertahap, termasuk di era pemerintahan Presiden Soeharto.

Peran pemerintahan Presiden SBY cukup besar untuk bandara ini. Setelah pembangunan bertahap, pengoperasian Bandara Silangit diresmikan pada 9 Maret 2005.

Pada awal 2011, SBY yang akan meresmikan Museum Batak dan PLTA Asahan I mendarat di Bandara Silangit dengan pesawat kepresidenan Boeing 737-500 milik Garuda Indonesia. Pendaratan tidak mulus. Presiden langsung memerintahkan perbaikan infrstruktur di sana.

Pada akhir 2012, bandara itu diserahkan Kemenhub kepada PT Angkasa Pura II. Penyerahan itu diikuti dengan pembangunan berkesinambungan.

Pada 28 Oktober 2017, pesawat Garuda Indonesia yang terbang langsung dari Singapura mendarat di Silangit, dan membuatnya menjadi bandara internasional. Jumat, 24 November 2017, Presiden Joko Widodo ( Jokowi) meresmikan Terminal Bandara Internasional Silangit.

4. PLTA Asahan I
Pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Asahan terletak di Sungai Asahan, Desa Ambarhalim, Kecamatan Pintupohan Meranti, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa), Sumut. Pembangkit ini memiliki kapasitas 2×90 MW atau 180 MW.

Presiden SBY meresmikan PLTA Asahan I dan Gardu Induk Tegangan Ekstra Tinggi (GITET) 275/150 kV Simangkuk pada Selasa 18 Januari 2011. Peresmian dilakukan di Kompleks TB Silalahi Center, Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Tobasa.

5. PLTU Pangkalan Susu
Sumatera Utara mendapat bagian dalam program pembangunan pembangkit listrik 10.000 MW di era Presiden SBY. Salah satunya adalah PLTU Pangkalan Susu di Kabupaten Langkat.

PLTU Pangkalan Susu masih terus dibangun hingga saat ini. Namun di era Presiden SBY, pembangkit ini sudah memproduksi listrik. Unit I pembangkit ini dinyatakan telah diuji pada Juni 2014 dan pada Februari 2015 sudah mulai dioperasikan.

6. PLTU Labuan Angin
PLTU Labuan Angin berada di Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Tapanuli Tengah (Tapteng). Pembangkit dengan kapasitas 2×115 MW ini diresmikan Presiden SBY pada Kamis 29 Januari 2010.

Peresmian PLTU Labuan Angin dilakukan bersamaan dengan peresmisan PLTU Labuan di Pandeglang, Banten.

7. Fly Over Amplas dan Fly Over Jamin Ginting
Di masa pemerintahan Presiden SBY, dua fly over dibangun di Kota Medan. Salah satunya rampung di awal era pemerintahan Presiden Jokowi.

Kedua jalan layang yang dibangun pada masa pemerintahan Presiden SBY yakni Fly Over Amplas dan Fly Over Jamin Ginting. Fly Over Amplas diresmikan bersama beberapa proyek infrastruktur, termasuk proyek Medan Flood Control, pada Selasa 26 Januari 2010. Peresmian dilakukan di Cirebon, Jawa Barat.

Sementara, Fly Over Jamin Ginting yang mulai dibangun di era Pemerintahan Presiden SBY rampung di pengujung 2014. Sarana yang dibangun sejak 2012 ini akhirnya diresmikan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Basuki Hadi Muljono, pada Sabtu 28 Februari 2015.

Referensi :

https://www.merdeka.com/…/djarot-bilang-sby-tak-bangun-apa-…

https://www.merdeka.com/…/jawab-djarot-sekjen-demokrat-bebe…

https://www.cnnindonesia.com/…/demokrat-ingatkan-djarot-dua…

https://pbs.twimg.com/media/DulNhXCVAAADgDh.jpg

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/800238153642055/

About Levy Nasution 343 Articles
Journalist, traveller