[SALAH] “yusuf kallah selingkuh dukung no 2 menyelamatkan diri dari Partai PKI”

Post sumber memelintir foto acara pertemuan Prabowo Sandi dengan JK dengan narasi untuk membangun premis bahwa JK mendukung Prabowo Sandi, padahal pertemuan tersebut adalah untuk keperluan silaturahmi dan meminta restu dari JK. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Disinformasi.

======

SUMBER

(1) http://bit.ly/2LbAxkc, post ke grup “Jenderal Gatot Nurmantyo (Pemimpin Sejati Ibu Pertiwi)” (facebook.com/groups/1499327813480258) oleh akun “Doni Ramadhan” (facebook.com/otengkct.slaludkngprsja), sudah dibagikan 2.464 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(2) http://bit.ly/2EeOQ6s, post oleh akun “Hasna Abdul Karim” (facebook.com/mamah.ayah.796), sudah dibagikan 19 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“Pemberitahuan wakil presiden jokowi,yusuf kallah selingkuh dukung no 2 menyelamatkan diri dari Partai PKI.
#laporan selesai”.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

Foto Prabowo dan Sandi yang menemui JK untuk meminta restu di 15 Agustus lalu dipelintir, disebarkan dengan narasi untuk membangun premis bahwa JK mendukung Prabowo Sandi.

——

(2) Metrotvnews(dot)com: “JK Mengaku Netral saat Menerima Prabowo-Sandi”, salah satu sumber foto. Selengkapnya di http://bit.ly/2QHgkrW.

——

(3) Liputan6(dot)com: “Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menepis terkait pertemuannya dengan bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno adalah bentuk lobi politik. Dia menegaskan, tidak ada ajakan dari mereka untuk jadi tim pemenangan di Pilpres 2019”, selengkapnya di bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

http://bit.ly/2L9c27r, Liputan6(dot)com: “JK Tepis Pertemuan dengan Prabowo-Sandi Bentuk Lobi Politik

Liputan6.com
16 Agu 2018, 03:03 WIB

(foto)
Wapres Jusuf Kalla menerima kedatangan pasangan bakal capres-cawapres Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno. (Merdeka.com/Intan Umbari Prihatin)

Liputan6.com, Jakarta – Wakil Presiden Jusuf Kalla menepis terkait pertemuannya dengan bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno adalah bentuk lobi politik. Dia menegaskan, tidak ada ajakan dari mereka untuk jadi tim pemenangan di Pilpres 2019.

“Enggak. Pertanyaanmu usil saja,” kata JK ketika ditanya awak media usai menerima Prabowo-Sandiga Uno di rumah dinasnya, Jalan Diponegoro, Jakarta, Rabu malam (15/8/2018).

Hal tersebut juga ditepis oleh Prabowo. Dia menilai JK terlalu senior untuk jadi ketua tim pemenangannya.

“Terlalu senior. Terlalu senior,” sambut Prabowo.

Dia pun tidak merasa posisinya terjepit sebagai Wapres dan sahabat Prabowo puluhan tahun. Apalagi kata JK, dengan Sandiaga Uno yang posisinya lebih muda.

“Oh tidak, tidak. Saya bilang dua kali bersaing, tapu tetap bersahabat, apalagi sandi. Lebih junior dari saya,” kata JK.

Bertemu 1 Jam

Jusuf Kalla bertemu dengan bakal capres-cawapres, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno selama satu jam. Dalam pertemun tersebut, Prabowo meminta restu kepada JK sebagai wapres untuk menjalankan Pilpres 2019.

“Jadi hari ini saya dan Pak Sandiaga Uno yang sudah mendaftar menajdi calom presiden dan calon wakil presiden dalam pemilihan yang akan datang sesuai adat dan istiadat kita bangsa Indonesia yang muda dateng kepada yang lebih senior utnuk sowan untuk mohon restu kita akan melaksanakan suatu pekerjaan untuk rakyat kita,” kata Prabowo.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com”

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/796174924048378/