[SALAH] Penculik Anak di Talang Jambe

Kejadian yang sebenarnya adalah pencuri yang tertangkap dan sempat diamuk massa, bukan penculikan anak. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Disinformasi.

======

SUMBER

(1) http://bit.ly/2F0GMZ0, post oleh akun “Fermus” (facebook.com/fermus.fermus), sudah dibagikan 80.173 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(2) http://bit.ly/2F00h3T, post oleh akun “Ria Nya Arafik” (facebook.com/anriahnovita), sudah dibagikan 1.906 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

(1) “MASIH KAH KITA TDK PERCAYA DG KEJADIAN INI
anak sda di masukan ke dlm karung & anak nya brontak di dlam karung di ketahui oleh wara tkp sugiwaras tlg jambe tlg betutu”.

——

(2) “Penculikan disugiwaras tdi pagi”.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC / http://bit.ly/2MxVN7S, First Draft News: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

Kejadian penangkapan pencuri dipelintir menjadi kejadian penculikan anak.

——

(2) Kompas: “Hoaks Penculikan Anak Jadi Viral di Sumsel, Polisi Buru Pelaku”, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.

——

(3) Kompas: “Polisi Tangkap Dua Orang Penyebar Hoaks Penculikan Anak”, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2qomVc3, Kompas: “Hoaks Penculikan Anak Jadi Viral di Sumsel, Polisi Buru Pelaku

Hoaks Penculikan Anak Jadi Viral di Sumsel, Polisi Buru Pelaku

KONTRIBUTOR PALEMBANG, AJI YK PUTRA
Kompas.com – 31/10/2018, 21:07 WIB

(foto tangapan layar)
Beredar video yang menginformasikan adanya penculikan anak di daerah Kedaung, Tangerang. Polri pastikan hoaks.(Twitter: Divisi Humas Polri, @DivHumas_Polri)

PALEMBANG, KOMPAS.com – Berkembangnya berita penculikan anak di Jabodetabek selama sepekan ini ternyata menjalar ke Sumatera Selatan (Sumsel). Pasalnya, pesan di media sosial terkait sebuah kasus pencurian berkembang jadi pesan mengenai penculikan anak.

Masyarakat Sumsel dibuat resah dengan adanya pesan mengenai penculikan anak tersebut, yang sudah berkembang selama beberapa hari. Polda Sumsel juga gerah pada isu yang menyesatkan tersebut.

Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, sejauh ini belum ada satupun laporan yang pihaknya terima dari para orangtua maupun masyarakat, bila anaknya menjadi korban penculikan.

Namun terkait info di berbagai media sosial soal pelaku penculikan anak tertangkap CCTV, hingga foto anak korban penculikan yang diambil organnya, pihaknya memastikan berita itu adalah hoaks.

“Saya pastikan hoaks, tidak benar isu tersebut,” tegasnya.

Zulkarnain melanjutkan, masyarakat diharapkan tidak mudah terpancing terkait banyaknya isu soal penculikan terlebih lagi yang menyebar di media sosial. Sebab, para pelaku kejahatan, akan memanfaatkan kejadian itu untuk mengambil keuntungan dari masyarakat.

Dia menceritakan jika pernah suatu kejadian, istrinya menerima telepon orang asing yang menyebutkan anaknya kecelakaan dan meminta transfer uang untuk ke rumah sakit. Tetapi setelah dicek, anaknya masih berada di sekolah dan baik-baik saja.

“Masyarakat jangan mudah percaya kalau ada telepon yang tak jelas, atau meminta transfer uang,” ujarnya.

Terkait maraknya sebaran hoaks di media sosial soal penculikan anak yang marak di Sumsel, Zulkarnain menegaskan pihaknya akan melakukan pendalaman dan memburu para pelaku.

“Pelaku dapat dikenakan UU ITE dan bisa dipidana. Jangan membuat isu yang meresahkan masyarakat,” ujarnya.

Warga geger, pencuri dikira penculik anak

Pada Rabu (31/10/2018) pagi, beredar postingan yang juga meresahkan warga lantaran berhubungan dengan kasus penculikan anak.

Pesan tersebut berupa postingan video yang berasal dari akun @palembang_bedesau. Dalam postingan video berdurasi 50 detik tersebut tertulis jika tiga terduga pelaku penculikan anak tertangkap dikawasan talang Jambe, Palembang.

“Info bedebis : Uji kabar Ado tigo pelaku diduga nak melakukan penculikan , di talang Jambe. Budak kecil ini lah di masuki karung . Dapet sikok , 2 nyo kabur . Tapi yolah nian apo Idak Lum tau, coba bagi yang tau tolong dikomentari.”

“Kejadian di talang jambel lorong melati 2.”

“Nah denger lah dewek penjelasan budak Kecik itu. Tapi lum tau bener nian apo Idak.”

https://www.instagram.com/p/BplHiJCgvZr/: @palembang_bedesau: “Info bedebis : Uji kabar Ado tigo pelaku diduga nak melakukan penculikan , di talang Jambe. Budak kecil ini lah di masuki karung . Dapet sikok , 2 nyo kabur . Tapi yolah nian apo Idak Lum tau, coba bagi yang tau tolong dikomentari .

Kejadian di talang jambel lorong melati 2 .

Nah denger lah dewek penjelasan budak Kecik itu . Tapi lum tau bener nian apo Idak .

Setelah kami update dan tanyain langsung, ternyata , pelaku ini di amankan warga tertangkap tangan mencuri handpone . Terkait pelaku mengejar anak tersebut belum diketahui . Cuma dari keterangan warga , pelaku ini sempat beberapa kali masuk kerumah warga , sebelum akhirnya tertangkap tangan mencuri handpone milik warga . .liat postingan selanjutnya .

#palembang_bedesau”

Terakhir, akun tersebut menyebutkan jika pria yang diamankan warga tersebut ternyata pencuri handphone, bukan penculik anak seperti disangkakan sebelumnya.

Kapolsek Sukarami Palembang Kompol Rivanda ketika dikonfirmasi soal video berdurasi 50 detik yang tersebar tersebut mengatakan jika pria itu yang menjadi bulan-bulanan massa adalah pelaku pencurian bernama AS (35).

AS diketahui mencuri handphone milik korban Apul Sitanggang (33) yang beralamat di Kelurahan Talang Jambe, Kecamatan Sukarami, Palembang, sekitar pukul 07.00 WIB. Aksi pencurian tersebut diketahui istri korban, sehingga AS diamuk massa.

“Pelaku adalah pemulung dan masuk mencuri handphone di rumah korban. Itu bukan pelaku penculikan anak, tapi pencurian. Info penculikan anak itu hoaks,” tegas Rivanda.

Saat ini, AS telah dibawa ke Polsek Sukarami beserta barang bukti untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penulis: Kontributor Palembang, Aji YK Putra
Editor: Aprillia Ika”.

——

(2) http://bit.ly/2yO3qhE, Kompas: “Polisi Tangkap Dua Orang Penyebar Hoaks Penculikan Anak

REZA JURNALISTON
Kompas.com – 02/11/2018, 13:27 WIB

(foto)
Ilustrasi(Shutterstock)

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian menangkap dua orang yang diduga pelaku penyebaran berita bohong atau hoaks mengenai penculikan anak.

“Untuk masalah penculikan anak sudah ditangkap dua orang, satu di Bogor dan di Jakarta Pusat. Yang satu pekerjaannya satpam, satu sopir pribadi,” ujar Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (2/11/2018).

Namun, Setyo tidak menjelaskan secara detail konten berita bohong yang disebarkan oleh pelaku.

Setyo menuturkan, pelaku memanfaatkan media sosial Facebook sebagai sarana untuk menyebarkan berita bohong kasus penculikan anak.

Menurut dia, saat diperiksa, pelaku sekadar bercanda atau iseng menyebarkan informasi hoaks.

“Motifnya iseng. Ini yang mengerikan, saya minta betul-betul kepada masyarakat khususnya pengguna media sosial jangan sekali-kali iseng menganggap enteng, karena dampaknya luar biasa,” tutur Setyo.

Setyo mengatakan, tidak menutup kemungkinan jumlah tersangka bertambah. Polisi masih memburu pelaku lain.

“Ada lima akun yang sudah teridentifikasi, satu-satu kita tangkap nanti,” tutur Setyo.

Setyo meminta, masyarakat dan media untuk melakukan cek silang terhadap informasi yang beredar di media sosial.

“Saya minta media mainstream untuk cek dulu karena saya mengatakan cek melalui media mainstream, kalau media mainstream memberitakan berarti betul. Rekan-rekan media mainstream jangan lupakan verifikasi kemudian konfirmasi itu kaidah-kaidah jurnalistik,” tutur Setyo.

“Cek dulu ke kepolisian setempat kalau perlu cek ke keluarga, jangan-jangan cuma main ke tetangganya dibilang hilang, padahal belum hilang,” sambung dia.

Selain itu, ia juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dan bertanggung jawab dalam aktivitas di medsos.

“Saya minta betul-betul bertanggung jawab menggunakan media sosial ini dan pikirkan dampaknya. Jangan terlalu cepat iseng-iseng mengunggah nanti akan berhadapan hukum,” kata Setyo.

Penulis: Reza Jurnaliston
Editor: Sandro Gatra”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/MafindoID/posts/1302954466510855, https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/771485656517305/