[BENAR] Klarifikasi Tentang Isu Gunung Salak Erupsi/Meletus

Atas isu Gunung Salak Erupsi/Meletus, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan klarifikasi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa Gunung Salak tidak meletus dan statusnya normal. Adapun, menurut Sutopo, informasi tersebut berasal dari laporan VAAC Darwin (Volcanic Ash Advisory Centre) yang menyatakan Gunung Salak meletus berdasarkan pantauan satelit Himawari. Sehingga itu akan menggangu penerbangan pesawat terbang. “Namun VAAC Darwin telah mengkoreksi hal itu bahwa tidak ada sebaran abu vulkanik dari daerah di sekitar Gunung Salak. Penerbangan pun aman,” jelasnya.

 

=====

 

Kategori: Klarifikasi

 

=====

 

Sumber: Portal Daring

 

https://www.volcanodiscovery.com/salak/news/71032/Salak-volcano-Volcanic-Ash-Advisory-HIGH-LEVEL-ERUPTION-OBSERVED-TO-FL500-OBS-VA-DTG-101050Z.html

https://www.volcanodiscovery.com/salak/news/71034/Salak-volcano-West-Java-Indonesia-activity-update-Sudden-large-explosion-ash-to-15km-50000ft.html

 

=====

 

Isi Klarifikasi Lengkap:

 

Atas isu Gunung Salak Erupsi/Meletus, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memberikan klarifikasi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho menyatakan bahwa Gunung Salak tidak meletus dan statusnya normal.

 

Adapun, menurut Sutopo, informasi tersebut berasal dari laporan VAAC Darwin (Volcanic Ash Advisory Centre) yang menyatakan Gunung Salak meletus berdasarkan pantauan satelit Himawari. Sehingga itu akan menggangu penerbangan pesawat terbang.

 

“Namun VAAC Darwin telah mengkoreksi hal itu bahwa tidak ada sebaran abu vulkanik dari daerah di sekitar Gunung Salak. Penerbangan pun aman,” jelasnya.

 

Sutopo menambahkan, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) juga telah memberikan tanggapan dan menyatakan bahwa Gunung Salak tidak meletus berdasarkan pantauan visual, instrumen, dan observasi lapangan.

 

“Sekali lagi saya sampaikan bahwa Gunung Salak tidak meletus, aman dan status normal,” ujar Sutopo.

 

Ia juga mengimbau, kepada masyarakat agar tetap tenang karena PVMBG pasti akan memberi informasi. “Jadi masyarakat diimbau tetap tenang. PVMBG pasti akan memberikan informasi kepada masyarakat, BNPB dan BPBD jika ada peningkatan status gunung api. Masyarakat tidak usah takut. Aktivitas vulkanik gunung api dapat dikenali tanda-tandanya sebelum meletus,” kata Sutopo.

 

Pihak PVMBG pun memberikan klarifikasi secara lengkap perihal aktivitas Gunung Salak. Melalui keterangan tertulisnya, PVMBG menyatakan bahwa dari hasil observasi lapangan yang dilakukan oleh Pengamat Gunung Salak, tidak teramati adanya jatuhan/hujan abu vulkanik  dan tidak terdengar suara dentuman, baik di wilayah puncak Gunung Salak maupun di sekitar lerengnya.

 

“Hasil observasi lapangan yang dilakukan secara langsung oleh pengamat Gunung Salak hingga pukul 20.00 WIB (10/10) tidak teramati adanya jatuhan/hujan abu vulkanik dan tidak terdengar suara dentuman baik di wilayah puncak Gunung Salak maupun di sekitar lerengnya seperti di wilayah Taman Nasional Cidahu,” tulis PVMBG.

 

PVMBG menambahkan, pengamatan visual Gunungapi Salak dari periode Oktober 2018 pada umumnya cuaca cerah hingga hujan, angin Lemah ke arah selatan dan utara. Suhu udara sekitar 22 – 29C. Kelembaban 92%. Gunungapi terlihat jelas hingga tertutup Kabut 0-III.

 

“Asap nihil. Pemantauan visual pada sore hari hingga saat ini (10/10) Gunung Salak umumnya tertutup kabut dan cuaca hujan,” terang PVMBG.

 

Meski demikian, terekam 23 kali gempa tornillo dengan amplitudo 5-10 mm dan lama gempa 4,5- 25 detik. Selain itu, sembilan kali gempa vulkanik dangkal dengan amplitudo 4-7 mm dan lama gempa 4-10 detik.

 

Kemudian 10 kali gempa vulkanik dalam dengan amplitudo 7-12 mm, S-P 0.5-2 detik dan lama gempa 6-10 detik. 12 kali gempa tektonik lokal dengan amplitudo 6-12 mm, S-P 5-8 detik dan lama gempa 20-47 detik. 7 kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 7-11 mm, S-P 11-14 detik dan lama gempa 22-97 detik.

 

“Rekaman gempa pada 10 Oktober 2018 hingga pukul 20.00 WIB tidak teramati peningkatan kegempaan di Gunung Salak,” jelas PVMBG.

 

Berdasarkan data-data di atas dapat disimpulkan bahwa hingga kini Gunung Salak tidak mengalami erupsi. Gunung Salak saat ini masih berada pada tingkat aktivitas level I atau normal.

 

PVMBG pun mengimbau, masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas. “Masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpancing isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” imbau PVMBG.

 

=====

 

Referensi:

 

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/760591824273355/

https://twitter.com/Sutopo_PN/status/1050057534432632832

https://www.liputan6.com/news/read/3664498/bnpb-gunung-salak-tidak-meletus-tetap-normal-dan-aman

https://daerah.sindonews.com/read/1345227/174/bnpb-pastikan-gunung-salak-tidak-meletus-dan-status-normal-1539188748

https://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/18/10/11/pge99s328-bnpb-pastikan-gunung-salak-aman-dan-normal

https://sains.kompas.com/read/2018/10/10/202517723/gunung-salak-dikabarkan-erupsi-pvmbg-beri-penjelasan

http://kabar24.bisnis.com/read/20181010/15/848020/isu-gunung-salak-meletus-dibantah-pvmbg?utm_source=dlvr.it&utm_medium=facebook

http://www.beritasatu.com/nasional/515859-sempat-dikabarkan-meletus-status-gunung-salak-dinyatakan-aman.html

https://www.cnnindonesia.com/nasional/20181010220031-20-337496/pvmbg-bantah-gunung-salak-erupsi

https://www.liputan6.com/news/read/3664469/pvmbg-kabar-gunung-salak-erupsi-tidak-benar