[BENAR] Klarifikasi terkait Pesta Budaya Tabuik yang Disebut Beraliran Syiah

Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Mukhlis Rahman mengatakan pesta budaya tabuik yang terus dilaksanakan setiap tahun oleh pemerintah setempat, merupakan agenda pariwisata daerah serta tidak berkaitan dengan agama.

======

Kategori : Klarifikasi

======

Sumber : Media Sosial

Narasi :

Berhati-hatilah.
Tradisi Tabuik Di Pariaman adalah Tradisi SYIAH.
Mari kita jangan berbaur didalamnya, agar tidak menjadi bagian dari dosa besar kepada ALLAH Subhanahu Wa Ta`ala, dengan ikut serta menghadiri/meramaikan acara Tabuik di Pariaman yang merupakan tradisi Syiah, tetapi dijadikan adat-istiadat turun temurun.
Semoga video singkat ceramah Ustadz H. Abdul Somad, Lc. MA ini dapat menyadarkan kita, Ini link ceramahnya :
https://www.youtube.com/watch?v=mwLyCcmAphU

======

Penjelasan :

Pesta budaya Tabuik yang dirayakan setiap tahunnya di Pariaman, Sumatera Barat, menuai kontroversi. Banyak warganet menyebut tradisi Tabuik merupakan budaya Syiah.

Argumen dari warganet itu berasal dari ceramah beberapa ulama yaitu, Ustadz Jel Fathullah dan Ustadz Abdul Somad.

Menyikapi informasi tersebut, Wali Kota Pariaman, Sumatera Barat, Mukhlis Rahman menyatakan Pesta Budaya Tabuik yang dilaksanakan pemerintah setempat pada 11-23 September 2018 adalah agenda pariwisata bukan aliran Syiah.

“Sebagai kepala daerah ini merupakan tugas saya untuk terus meluruskan masih adanya anggapan miring masyarakat yang mengatakan Pesta Budaya Tabuik di Pariaman merupakan aliran syiah,” kata dia Pariaman, Senin.

Ia mengatakan pesta budaya tabuik yang terus dilaksanakan setiap tahun oleh pemerintah setempat, merupakan agenda pariwisata daerah serta tidak berkaitan dengan agama.

Agenda pariwisata tersebut ujar dia, dilakukan untuk mendatangkan wisatawan domestik maupun mancanegara ke Kota Pariaman sekaligus mengimbau para perantau untuk pulang kampung.

Pihaknya menyayangkan pada setiap penyelenggaraan pesta budaya tabuik ini masih ada anggapan atau isu miring di media sosial yang mengaitkan kegiatan ini dengan aliran Syiah.

“Setiap tahun isu miring ini selalu muncul, dan setiap tahun juga pemerintah daerah menjelaskan bahwa pesta budaya tabuik bukan Syiah,” katanya.

Pihaknya menegaskan pesta budaya tabuik Pariaman sama sekali tidak ada kaitannya dengan Agama Islam, selain itu setiap prosesi juga tidak berbau agama.

Bahkan ujar dia, jika ada orang yang mengatakan masyarakat Pariaman menganut aliran Syiah maka hal itu jelas karena merasa iri dengan kebudayaan daerah setempat.

Namun kata dia, dahulunya sejarah Tabuik pada saat perang Karbala bisa jadi berkaitan dengan hal itu, namun di Pariaman dijadikan sebagai even budaya.

Pesta Budaya Tabuik merupakan perayaan lokal dalam rangka memperingati Asyura, gugurnya Imam Husein, cucu Nabi Muhammad SAW, yang dilakukan oleh masyarakat di Kota Pariaman.

Pesta Budaya Tabuik tersebut juga menampilkan kembali pertempuran Karbala, dan memainkan gendang tassa. Tabuik merupakan istilah untuk usungan jenazah yang dibawa selama prosesi upacara tersebut.

Fact Checker : Levy Nasution

Referensi :

https://sumbar.antaranews.com/…/disebut-sebut-pesta-budaya-…

About Levy Nasution 331 Articles
Journalist, traveller