[BERITA] “BMKG: Informasi LIPI soal Gempa Jawa Dipelintir”

“Dwikorita mengatakan, tidak ada yang salah dengan imbauan LIPI agar masyarakat tetap waspada terhadap peluang terjadinya bencana gempabumi di Indonesia setiap saat. Hal ini karena Indonesia terletak berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur. Akan tetapi, lanjut dia, penjelasan kapan dan dimana tempatnya secara lebih rinci masih tanda tanya besar.”, selengkapnya di bagian REFERENSI.

======

SUMBER

Pesan berantai Whatsapp.

======

NARASI

“Buat yg lg d pulau jawa atau ada keluarga di jawa..

PERBANYAK DO’A…
TETAP WASPADA…

Lempeng Jawa Terus Bergerak, LIPI Ingatkan Potensi Gempa”, selengkapnya di (4) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2NbUyYd, kumparan: “BMKG: Informasi LIPI soal Gempa Jawa Dipelintir

kumparanSAINS
Senin 13 Agustus 2018 – 18:00

(foto)
Ilustrasi Gempa (Foto: Thinkstock)

Baru-baru ini beredar pesan berantai lewat platform Youtube dan pesan instan Whatsapp bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa beberapa waktu kedepan. Disebutkan bahwa kondisi ini akibat meningkatnya aktivitas seismik dengan seringnya terjadi subduksi atau pergerakan lempeng selatan mulai dari Selat Sunda hingga timur Pulau Jawa.

Pesan tersebut menyertakan nama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan memuat link Channel Youtube milik Berita Satu.

http://bit.ly/2BDwqwe: @Sutopo_PN: “Ini HOAX yang ditujukan untuk masyarakat di Jawa. Memang subduksi di selatan Jawa bergerak aktif rata-rata 6-7 cm/tahun. Subduksi tersebut sumber gempa. Tetapi tidak bisa diprediksi pasti akan terjadi gempa besar dalam beberapa waktu ke depan. Dihimbau tidak perlu khawatir.
6:45 AM – Aug 13, 2018”.

https://youtu.be/giIoDeqv7Qo: “Lempeng Jawa Terus Bergerak, LIPI Ingatkan Potensi Gempa
BeritaSatuTV
Published on Jan 24, 2018”

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah kabar hoaks tersebut serta menyayangkan adanya berita yang memelintir informasi yang disampaikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) perihal potensi gempa besar di Pulau Jawa.

“Setelah kami (BMKG-red) cek, ini adalah berita lama dan disebarkan ulang. Yang disayangkan, ada pihak yang mengemas dan membumbui pesan ilmiah tersebut sehingga diinterpretasikan sebagai ramalan. Perlu kami tegaskan kembali bahwa hingga saat ini belum ada satupun teknologi yang mampu memprediksi gempabumi secara presisi mengenai kapan dan berapa kekuatannya,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Senin (13/8), dikutip dari siaran pers BMKG yang diterima kumparan.

Dwikorita mengatakan, tidak ada yang salah dengan imbauan LIPI agar masyarakat tetap waspada terhadap peluang terjadinya bencana gempabumi di Indonesia setiap saat. Hal ini karena Indonesia terletak berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur. Akan tetapi, lanjut dia, penjelasan kapan dan dimana tempatnya secara lebih rinci masih tanda tanya besar.

“Indonesia adalah satu dari sedikit negara di dunia yang sepenuhnya terletak di dalam kawasan ‘cincin api’ sehingga bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Fakta inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Yang terpenting adalah upaya mitigasi

Menurut Dwikorita, yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita membangun harmoni hidup bersama dengan gempa bumi melalui mitigasi bencana untuk meningkatkan perlindungan dan pertolongan mandiri dalam menghadapi bencana. Bukan larut dalam diskusi, perhitungan, ramalan, dan perkiraan mengenai kapan lagi gempa bumi akan terjadi.

“Gempa bisa terjadi sewaktu-waktu, kapan pun dan di mana pun. Namun kita berupaya jangan sampai ada korban, dengan cara tidak panik dan paham apa yg harus disiapkan sebelum, saat, dan setelah gempa bumi,” terangnya.

(foto)
Ilustrasi Gempa Bumi (Foto: AFP/Atta Kenare)

Terkait informasi hoaks yang muncul dan viral di media sosial, Dwikorita mengatakan sudah sepatutnya para netizen dapat menyaring secara bijak aneka kabar berupa teks, foto, dan video yang begitu gampang diakses publik. “Perlu proses saring sebelum sharing sehingga (informasi hoax) tidak menjadi viral. Jangan membuat masyarakat resah dengan kabar yang dapat menyesatkan,” tuturnya.

“Kami menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan ‘tergoda’ dengan ramalan-ramalan atau prediksi. Pastikan informasi terkait gempa bumi bersumber dari BMKG. Silahkan akses info BMKG melalui website maupun media sosial bukan yang lain. Kami terus memantau selama 24 jam,” tambah dia.

Editorial Team”.

——

(2) http://bit.ly/2o3WEP7, SINDOnews: “Pulau Jawa Bakal Diguncang Gempa Hebat, Ini Penjelasan Pakar PVMBG

Agus Warsudi
Senin, 13 Agustus 2018 – 21:49 WIB

(foto)
Ilustrasi gempa bumi. Foto/iNews.id

BANDUNG – Pakar dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberikan penjelasan terkait kabar Pulau Jawa bakal diguncang gempa hebat.

Kabar tersebut sempat beredar luas di media sosial yang berbunyi: “Buat yg lg d pulau jawa atau ada keluarga d jawa. PERBANYAK DO’A…TETAP WASPADA…Lempeng Jawa Terus Bergerak, LIPI Ingatkan Potensi Gempa. #SahabatLIPI, #LIPI mewaspadai akan terjadinya gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa beberapa waktu ke depan. Hal ini akibat meningkatnya aktifitas seismik dengan seringnya terjadi subduksi atau pergerakan lempeng selatan mulai dari Selat Sunda hingga timur Pulau Jawa. Mari simak infonya dari berikut ini.

(video)

Pisahkan tas yg ada surat2, obat2 anak yg hrs dibawa dlm kondisi emergency mulai sekarang. Semoga kita sekeluarga selalu dalam lindungan Allah. Aamiin Yaa Robb”

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi PVMBG Badan Geologi Sri Hidayati mengatakan, yang disampaikan oleh Pak Danny Hilman dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) itu tentang potensi gempa bumi di selatan Pulau Jawa.

Di selatan Pulau Jawa, kata Sri, terletak sumber gempa bumi yang berasal dari zona subduksi. Zona subduksi di selatan Jawa ini adalah akibat pertemuan Lempeng Indo-Australia dan Eurasia. “Kapan dan di mana akan terjadi gempa bumi, serta besar magnitude, sampai saat ini belum ada yang bisa memprediksi,” kata Sri.

Kepala Sub Bidang Mitigasi Gempa Bumi Wilayah Barat PVMBG Badan Geologi Dr Akhmad Solihin menyatakan, hasil penelitian terkait potensi sumber gempa bumi (seperti yang diutarakan Danny Hilman dari LIPI), bukan untuk menakut-nakuti dan menjadikan masyarakat panik.

Namun, tutur Akhmad, sebaiknya digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya mitigasi bencana gempa bumi. Upaya yang dapat dilakukan masyarakat adalah dengan meningkatkan wawasan dan pengetahuan mengenai gempa bumi termasuk mengetahui potensi kegempaan di wilayahnya. Kemudian membangun bangunan yang tahan terhadap gempa bumi.

“Masyarakat perlu mengetahui bahwa sebagian besar wilayah Indonesia merupakan wilayah rawan kejadian gempa bumi. Perlu diketahui juga bahwa hingga saat ini belum ada teknologi atau ahli di dunia, yang dapat memprediksi secara akurat, kapan, di mana dan seberapa besar suatu kejadian gempa bumi,” tutur Akhmad.

Upaya yang dapat dilakukan para peneliti dan ahli gempa bumi, ujar Akhmad, adalah melakukan identifikasi atau pemetaan dan mengkarakterisasi sumber-sumber gempa bumi. Berdasarkan informasi terkait sumber gempa bumi, para ahli juga dapat mengestimasi besarnya guncangan gempa bumi yang dapat melanda suatu wilayah.

“Kemudian hasilnya dapat digunakan sebagai acuan dalam mendesain bangunan di wilayah tersebut,” tandasnya.

(rhs)”.

——

(3) http://bit.ly/2Msj4Iv, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika: “BMKG: Kajian Ilmiah LIPI Soal Gempa Jawa Dipelintir

Humas 13 Agu 2018

(foto)

Ajak Masyarakat Tidak Panik Tapi Waspada

JAKARTA (13 Agustus 2018) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyayangkan adanya berita yang memelintir informasi yang disampaikan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) perihal potensi gempa besar di Pulau Jawa.

Baru-baru ini beredar pesan berantai lewat platform YouTube dan pesan instan WhatsApp bahwa akan terjadi gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa beberapa waktu ke depan. Disebutkan bahwa kondisi ini akibat meningkatnya aktivitas seismik dengan seringnya terjadi subduksi atau pergerakan lempeng selatan mulai dari Selat Sunda hingga timur Pulau Jawa. Pesan tersebut menyertakan nama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) dengan memuat link Channel YouTube milik Berita Satu.

“Setelah kami (BMKG-red) cek, ini adalah berita lama dan disebarkan ulang. Yang disayangkan, ada pihak yang mengemas dan membumbui pesan ilmiah tersebut sehingga diinterpretasikan sebagai ramalan. Perlu kami tegaskan kembali bahwa hingga saat ini belum ada satupun teknologi yang mampu memprediksi gempabumi secara presisi mengenai kapan dan berapa kekuatannya,” ungkap Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, di Jakarta, Senin (13/8).

Dwikorita mengatakan, tidak ada yang salah dengan imbauan LIPI agar masyarakat tetap waspada terhadap peluang terjadinya bencana gempabumi di Indonesia setiap saat. Hal ini karena Indonesia terletak berada di jalur gempa teraktif di dunia karena dikelilingi oleh Cincin Api Pasifik dan berada di atas tiga tumbukan lempeng benua, yakni, Indo-Australia dari sebelah selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari timur. Akan tetapi, lanjut dia, penjelasan kapan dan dimana tempatnya secara lebih rinci masih tanda tanya besar.

“Indonesia adalah satu dari sedikit negara di dunia yang sepenuhnya terletak di dalam kawasan “cincin api” sehingga bencana bisa terjadi sewaktu-waktu. Fakta inilah yang perlu dipahami oleh masyarakat Indonesia,” imbuhnya.

Hidup Harmoni dengan Gempabumi

Menurut Dwikorita, yang paling penting saat ini adalah bagaimana kita membangun harmoni hidup bersama dengan gempabumi melalui mitigasi bencana untuk meningkatkan perlindungan dan pertolongan mandiri dalam menghadapi bencana. Daripada, kata dia, larut dalam diskusi, perhitungan, ramalan, dan perkiraan mengenai kapan lagi gempabumi akan terjadi.

“Gempa bisa terjadi sewaktu-waktu, kapanpun dan dimanapun. Namun kita berupaya jangan sampai ada korban, dengan cara tidak panik dan paham apa yg harus disiapkan sebelum, saat, dan setelah gempabumi,” terangnya.

Terkait informasi hoaks yang muncul dan viral di medsos, Dwikorita mengatakan sudah sepatutnya para netizen dapat menyaring secara bijak aneka kabar berupa teks, foto dan video yang begitu gampang diakses publik.

“Perlu proses saring sebelum sharing sehingga (informasi hoaks) tidak menjadi viral. Jangan membuat masyarakat resah dengan kabar yang dapat menyesatkan,” tuturnya.

“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak mudah percaya informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya dan “tergoda” dengan ramalan-ramalan atau prediksi. Pastikan informasi terkait gempabumi bersumber dari BMKG. Silahkan akses info BMKG melalui website maupun media sosial bukan yang lain. Kami terus memantau selama 24 jam,” tambah dia.

Lebih lanjut Dwikorita mengatakan, viralnya kabar hoaks tentang bencana lantaran munculnya rasa takut dan cemas yang berlebih. Kondisi ini mendorong individu untuk ingin segera tahu kapan dan dimana gempa akan kembali terjadi. Selain itu, tambah dia, tidak sedikit individu yang merasa bangga ketika dapat menyebarkan berita pertama kali tanpa peduli kebenaran isi berita. (*)

Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika”.

——

(4) Salinan selengkapnya narasi yang disebarkan di pesan berantai: “Buat yg lg d pulau jawa atau ada keluarga di jawa..

PERBANYAK DO’A…
TETAP WASPADA…

Lempeng Jawa Terus Bergerak, LIPI Ingatkan Potensi Gempa

LIPI mewaspadai akan terjadinya gempa dengan kekuatan skala besar khususnya di Pulau Jawa beberapa waktu ke depan.
Hal ini akibat meningkatnya aktifitas seismik dengan seringnya terjadi subduksi atau pergerakan lempeng selatan mulai dari Selat Sunda hingga timur Pulau Jawa.

Untuk Masyarakat di Kawasan Bandung Utara dan Jakarta.

Waspadai gempa di wilayah Kawasan Bandung Utara dan Jakarta.
Kita tidak pernah mengetahui kapan terjadi pergeseran lempeng sesar Lembang dan sesar Cimandiri.

Siapkan di 1 tas besar sebaiknya ransel
– Surat penting
– Senter dan Baterai Cadangan
– Alat masak darurat (kompor lapangan, misting/tranggia, tabung gas kecil dan lainnya
– Handuk dan peralatan mandi
– Pakaian dalam tissue basah.
– Sleeping bag/selimut
– Jaket dan masker
– Biskuit
– Gula Aren
– Penyuling air bersih dan Galon ukuran 2 – liter air
– Peralatan medis pribadi anak dan keluarga
– Peluit
– Dan sebagainya yg dianggap penting

Simpan dalam 1 tas yang mudah di jangkau jika tiba2 terjadi gempa.
Siaga dan Waspada.
Latihlah anak batita dan balita dan para sahabat difabel cara menyelamatkan diri dari gempa dalam bentuk permainan dan simulasi secara berkala.

Mari simak infonya dari berikut ini.

Semoga kita sekeluarga selalu dalam lindungan Tuhan”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/733561386976399/