[BENAR] Usus Buntu Bukan Disebabkan Oleh Menelan Biji Jambu

Dokter Sehat: “Pakar kesehatan dan gizi bernama Inge Permadhi menyebutkan bahwa tanpa sengaja menelan biji jambu atau biji cabai ternyata tidak akan menyebabkan masalah usus buntu. Kebanyakan orang memang berpikir jika kerasnya kedua macam biji ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang bisa memicu rasa sakit yang luar biasa pada perut tersebut. Padahal, penyebab dari masalah usus buntu ini justru lebih sering karena kurangnya asupan air putih setiap hari.”, selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Klarifikasi.

======

SUMBER

(1) Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHH.

——

(2) http://bit.ly/2nUD4Vn, post oleh akun “Dryàntì Trèsnani Saķuñ” (facebook.com/dryanti.sakun), sudah dibagikan 82.863 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“”Berbagi Info kesehatan😇
#Pengalaman pribadi.
#Mencegah lebih baik dari pada mengobati.
👇
“USUS BUNTU”
Bukan Karena Biji Cabe atau Biji Jambu akan tetapi ternyata justru INILAH Penyebab anda bisa terkena Usus Buntu yang sering di sepelekan!”, selengkapnya di (4) bagian REFERENSI.

======

PENJELASAN

(1) klikDOKTER: “Tahukah Anda? Makan biji jambu tidak akan menyebabkan usus buntu? Ketahuilah, karena itu hanya mitos. Nih simak apa kata dr. Adithia Kwee disini.”, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.

——

(2) Kompas: “Bukan Cabai atau Jambu Biji yang Memicu Radang Usus Buntu”, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

——

(3) Dokter Sehat: “Pakar kesehatan dan gizi bernama Inge Permadhi menyebutkan bahwa tanpa sengaja menelan biji jambu atau biji cabai ternyata tidak akan menyebabkan masalah usus buntu. Kebanyakan orang memang berpikir jika kerasnya kedua macam biji ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang bisa memicu rasa sakit yang luar biasa pada perut tersebut. Padahal, penyebab dari masalah usus buntu ini justru lebih sering karena kurangnya asupan air putih setiap hari.”, selengkapnya di (3) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2wf1xs8, klikDOKTER: “Fakta Mitos Usus Buntu

dr. Adithia Kwee
30 Jan 2015, 10:12 WIB 12 Shares

Tahukah Anda? Makan biji jambu tidak akan menyebabkan usus buntu? Ketahuilah, karena itu hanya mitos. Nih simak apa kata dr. Adithia Kwee disini.

(foto)
Fakta Mitos Usus Buntu

Klikdokter.com – Usus buntu (umbai cacing) adalah sebuah organ yang bentuknya menyerupai cacing, dan merupakan perpanjangan dari sekum (bagian dari usus besar). Panjang dari usus buntu biasanya sekitar 8-10 cm namun dapat bervariasi dari 2 hingga 20 cm.

Apendisitis (radang usus buntu) merupakan sebuah prosses peradangan yang terjadi pada lapisan dalam dari apendiks (usus buntu), yang menyebar hingga ke area disekitarnya. Peradangan pada daerah ini menyebabkan rasa nyeri yang luar biasa dan dapat menyebabkan kematian jika terlambat mencari pertolongan.

Beberapa mitos yang sering terdengar mengenai apendisitis misalnya:

1. MITOS: Makan jambu biji, atau cabai dapat menyebabkan terjadinya radang usus buntu.

FAKTA: SALAH.

Seorang rekan spesialis bedah yang sudah lebih dari sering melakukan apendectomi (operasi pengangkatan usus buntu) tidak pernah menemukan sebutir biji jambu maupun biji cabai.

2. MITOS: Lari setelah makan menyebabkan usus buntu.

(foto)
MULES, USUS, BUNTU

FAKTA: SALAH.

Sama sekali tidak ada hubungannya. Sebenarnya, secara medis radang usus buntu ini terjadi karena adanya sumbatan pada lumen usus.

Penyumbatan ini menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan didalam lumen usus, sumbatan ini yang menyebabkan sekresi cairan usus menumpuk dan dimanfaatkan oleh bakteri-bakteri dalam usus yang bertumbuh subur.

Bakteri ini mengaktifasi pertahanan tubuh melalui sel darah putih, maka terbentuklah pus (nanah) yang membuat tekanan didalam usus semakin tinggi.

3. MITOS: Usus buntu adalah salah satu organ yang tidak memiliki fungsi

FAKTA: SALAH.

Prof, Loren G. Martin dari Oklahoma State University, berpendapat bahwa usus buntu memiliki dwifungsi pada manusia, yakni:

Ketika manusia berupa janin di kandungan ibu

Pada usia janin 11 minggu, apendiks mengambil peran penting dalam proses mekanisme kontrol biologis. Dimana apendiks mengambil kendali dalam proses ketahanan atau mekanisme pengaturan lingkungan keseimbangan yang dinamis secara konsisten. Dimana Martin dalam penelitiannya berhasil membuktikan bahwa ditemukan sel endokrin pada janin yang berusia 11 minggu.

Ketika manusia berusia dewasa

Sementara pada tubuh manusia berusia dewasa, apendiks memiliki fungsi sebagai organ limfatik. Dalam penelitiannya pula Martin menemukan bahwa apendiks memiliki kandungan sel limfoid yang mengindikasikan kuatnya kemungkinan apendiks mengambil peran dalam mekanisme sistem imun manusia.

Setelah mengetahui penyebab dari penyakit berbahaya ini, tentunya sekarang pikiran kita jadi semakin terbuka bukan?”.

——

(2) http://bit.ly/2PnzBuO, Kompas: “Bukan Cabai atau Jambu Biji yang Memicu Radang Usus Buntu

DIAN MAHARANI
Kompas.com – 23/06/2016, 12:15 WIB

(foto)
Ilustrasi (THINKSTOCK.COM)

JAKARTA, KOMPAS.com – Terlalu banyak makan pedas sering disebut dapat menyebabkan radang usus buntu karena biji cabainya. Begitu pula dengan makan jambu biji. Namun, kebanyakan kasus radang usus buntu yang ditemui ternyata bukan karena sering makan cabai maupun jambu biji.

Dokter spesialis gizi klinik Inge Permadhi mengungkapkan, radang usus buntu justru bisa dipicu karena kurang minum atau tubuh kekurangan cairan.

“Penyebab usus buntu kalau diperiksa ternyata bukan ada biji cabai yang masuk, tapi sering karena ada feses, kotoran yang hitam, yang kering, masuk ke usus buntu,” terang Inge di Jakarta, Selasa (22/6/2016).

Inge menjelaskan, meski sudah banyak makan serat, tetapi jika kurang minum, tetap tak bisa mendorong sisa makanan ke luar dari tubuh.

Di dalam usus, serat berbentuk menggumpal sehingga butuh cairan untuk mengembang kemudian memicu buang air besar. Konsumsi banyak serat tanpa asupan cairan yang cukup justru bisa menyebabkan kotoran menumpuk.

Akhirnya terjadinya sembelit atau buang air besar yang tidak lancar. Sisa kotoran yang tidak terbuang dari tubuh pun bisa terjebak di usus buntu yang lama-kelamaan bisa mengeras dan menghalangi akses ke usus buntu. Hal inilah yang bisa memicu peradangan di usus buntu.

Inge pun mengingatkan pentingnya memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Dalam sehari, setidaknya konsumsi 8 gelas air putih untuk menjaga hidrasi tubuh.

Penulis: Dian Maharani
Editor: Lusia Kus Anna”.

——

(3) http://bit.ly/2wgpEXy, Dokter Sehat: “Menelan Biji Jambu Menyebabkan Usus Buntu?

(foto)

DokterSehat.Com– Terdapat sebuah mitos yang dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia dimana jika kita tanpa sengaja menelan biji dari jambu, maka biji ini tidak akan bisa dicerna oleh perut dan akhirnya memicu penyakit usus buntu. Apakah mitos ini benar adanya?

Pakar kesehatan dan gizi bernama Inge Permadhi menyebutkan bahwa tanpa sengaja menelan biji jambu atau biji cabai ternyata tidak akan menyebabkan masalah usus buntu. Kebanyakan orang memang berpikir jika kerasnya kedua macam biji ini bisa menyebabkan masalah kesehatan yang bisa memicu rasa sakit yang luar biasa pada perut tersebut. Padahal, penyebab dari masalah usus buntu ini justru lebih sering karena kurangnya asupan air putih setiap hari.

Menurut Inge, jika kita sudah mengkonsumsi cukup banyak serat setiap hari namun tidak mencukupi kebutuhan air putih, maka tetap saja saluran pencernaan akan kesulitan untuk mendorong sisa makanan yang sudah selesai dicerna. Alhasil, serat di dalam saluran pencernaan akan menggumpal dan tidak bisa segera dikeluarkan lewat buang air besar. Jika jumlah kotoran ini sudah terlalu banyak dan menumpuk hingga mencapai usus buntu, maka usus buntu pun akan mengalami peradangan yang kita sebut sebagai penyakit usus buntu ini.

Melihat adanya fakta ini, Inge pun menyarankan kita untuk mencukupi kebutuhan air minum sehari-hari yakni sekitar 8 gelas demi menjaga kesehatan ginjal dan saluran pencernaan. Selain itu, pastikan untuk selalu mengkonsumsi makanan dengan kadar gizi yang seimbang dan rutin berolahraga agar bisa tetap lancar buang air besar sehingga mampu mencegah datangnya penyakit usus buntu.”

——

(4) Salinan selengkapnya narasi yang digunakan oleh sumber: “Berbagi Info kesehatan😇
#Pengalaman pribadi.
#Mencegah lebih baik dari pada mengobati.
👇
“USUS BUNTU”
Bukan Karena Biji Cabe atau Biji Jambu akan tetapi ternyata justru INILAH Penyebab anda bisa terkena Usus Buntu yang sering di sepelekan!
#Cerita seseorang🙏
-Usus Buntu itu bukαn kαrenα mαkαn biji-bijiαn.
-Dahulu kitα seringkali diingαtkαn orαng tuα kitα jαngαn telαn biji jeruk karena nαnti kena penyakit usus buntu!
😇Sαyα pernαh diskusi dengαn temαn yαng seorαng dokter bedαh.

-Dokter itu menerαngkαn bαhwα diα sudαh ribuαn kαli mengoperαsi orαng yαng kenα sαkit usus buntu.
-Selαmα diα menangani operαsi usus buntu, dia belum pernαh menemukαn di dαlαm usus buntu itu yαng nαmαnyα biji jeruk atau biji jαmbu atau biji cαbe αpαlαgi yang namanya biji duriαn😁

-Dokter itu menerαngkαn pulα bαhwα sαkit usus buntu terjαdi kαrenα kitα
KURΑNG MINUM ΑIR !

-Jadi penyakit usus buntu itu dapat terjadi bukαn kαrenα mαkαn
biji-bijiαn.
-Semudah itu kah?
-Yα… hal itu dapat terjadi kαrenα kurαng minum αir dan dapat berαkibαt frekwensi BΑB jugα berkurαng.
-Frekwensi BΑB berkurαng dan sementαrα mαkαnαn yαng kitα mαkαn sudαh jαdi sαmpαh yαng siαp di buαng dan mαmpet di usus besαr.

-Αkhirnyα kotorαn itu nαik dαn mαsuk ke usus buntu.
-Kαrenα sudαh berupα kotorαn dan membusuk maka terjαdilαh infeksi.
-Infeksi dapat terjαdi apabila kαdαr dαrαh putih nαik kαrenα αdα infeksi mαkα kαlαu αdα gejαlα Usus Buntu pada sααt di check dαrαh dan kαdαr leukosit pαsti nαik dengαn tαjαm.

👉Jαdi kαlαu Anda mαu terhindαr dαri penyakit usus buntu:
-Perbαnyαklαh minum αir putih
-Kotorαn di dαlαm usus buntu αkαn keluαr di ‘flushing’ oleh αir putih.

🙏Semoga bermanfaat😇”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/730865517245986/