[BENAR] Klarifikasi Video Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio Dipaksa Makan Babi

“Perlu kita tahu saudara-saudaraku, bahwa Kapolres Landak adalah seorang “non-muslim”. AKBP Bowo Beragama Kristen Protestan. Karena beliau adalah seorang Nasrani, sah-sah saja dan tidak ada larangan bagi beliau untuk turut mencicipi hidangan daging babi tersebut,” keterangan tertulis akun Facebook Hubungan Masyarakat Res Landak.

 

======

 

Kategori : KLARIFIKASI

 

======

 

Sumber : Media Sosial Facebook

 

======

 

Penjelasan :

 

Viral di media sosial status-status yang disertai video dengan judul “Kapolres Landak Dipaksa Makan Babi”, membuat geger warganet khususnya di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat.

 

Melalui akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK, Kapolres Landak pun memberikan klarifikasi tentang video yang sedang beredar tersebut bahwa, Kapolres Landak adalah seorang Non-Muslim.

 

Berikut klarifikasi akun Facebook HUBUNGAN MASYARAKAT RES LANDAK;

 

“MIMIN MAU MENGKLARIFIKASI VIDEO KAPOLRES LANDAK AKBP BOWO GEDE IMANTIO YANG SEDANG VIRAL KARENA TURUT SERTA MAKAN DAGING BABI BEBERAPA HARI YANG LALU.

 

PERLU KITA TAHU SAUDARA-SAUDARAKU, BAHWA KAPOLRES LANDAK ADALAH SEORANG “NON-MUSLIM”. AKBP BOWO BERAGAMA KRISTEN PROTESTAN.

 

BELIAU SANGAT DIKENAL BAIK OLEH TOKOH TOKOH AGAMA, ADAT, DAN MASYARAKAT YANG ADA DI KABUPATEN LANDAK SEBAGAI SOSOK YANG MELINDUNGI, MENGAYOMI, DAN MELAYANI TANPA PANDANG BULU, TANPA PANDANG SUKU, AGAMA, DAN RAS.

 

KARENA BELIAU ADALAH SEORANG NASRANI, SAH-SAH SAJA DAN TIDAK ADA LARANGAN BAGI BELIAU UNTUK TURUT MENCICIPI HIDANGAN DAGING BABI TERSEBUT.”

 

Kapolres Landak AKBP Bowo Gede Imantio menuturkan bahwa, keikutsertaannya duduk dan mencicipi hidangan disitu adalah salah satu caranya untuk mendekati dan bernegosiasi langsung dengan massa.

 

“Kita duduk bersama dan mencicipi hidangan itu kan untuk membangun suasana yang baik, itu trik kita dalam mendekati masyarakat. Kalau kita mau kendalikan dan bernegosiasi masyarakat, kita harus berbaur dengan mereka,” ujar Bowo

 

Ditambahkan oleh Bowo bahwa, cara yang dilakukannya lewat bernegosiasi dan duduk bersama masyarakat tersebut berhasil dan akhirnya situasi dapat diredam.

 

“Puji Tuhan langkah kita untuk bernegosiasi dan bicara dari hati ke hati bersama mereka dalam satu meja dapat berjalan dengan baik. Komunikasi yang baik adalah kunci utama dalam kita menghadapi dinamika kamtibmas kita pada saat ini,” tambah Bowo.

 

Ditegaskan pula oleh Bowo, masyarakat harus lebih cerdas dalam bermedia sosial, jangan mudah terprovokasi oleh berita hoaks  dan selalu utamakan Check, Re-Check, Cross Check, dan Final Check apabila mendapat sebuah berita atau kabar di media Sosial.

 

“Toleransi dan saling menghargai satu sama lain harus kita tingkatkan, untuk Landak yang Aman dan Damai. Sehingga terbentuklah suatu harmoni dalam keberagaman,” tutup Bowo.

Fact Checker : Levy Nasution

Referensi :

 

http://pontianak.tribunnews.com/2018/07/01/viral-kapolres-landak-dipaksa-makan-babi-ternyata-ini-kebenarannya?page=all

 

https://www.kalbaronline.com/2018/07/02/kapolres-landak-klarifikasi-video-viral-dipaksa-makan-babi/

 

About Levy Nasution 298 Articles
Journalist, traveller