[SALAH] “Heboh! Sri Mulyani: Wahai Para Pembenci Pak Jokowi Kalian Semua Sakit Jiwa”

Sumber yang dibagikan berasal dari situs blog pencari traffic yang sebagian sudah tidak bisa diakses, situs-situs tersebut tidak menyertakan sumber referensi yang valid.

======

KATEGORI
Hoaks.

======

SUMBER

(1) Pesan berantai Whatsapp.

——

(2) http://bit.ly/2KcY97n, post ke grup “100 Juta Like Dukung Jokowi 2 Periode”. Sudah dibagikan 143 kali per tangkapan layat dibuat.

——

(3) http://bit.ly/2HqzPkG, situs islamnesia.com yang dibagikan oleh sumber poin (2). Sudah tidak bisa diakses per post ini disusun.

——

(4) http://bit.ly/2Fh1IFJ, situs newsmediapopuler.blogspot.co.id.

——

(5) http://bit.ly/2Hp2o1H, situs cnn-dunia.blogspot.co.id. yang digunakan sebagai sumber oleh poin (4). Sudah tidak bisa diakses per post ini disusun.

======

NARASI

(1) “HEBOH..!! SRI MULYANI: Wahai Para Pembenci Pak Jokowi,. Kalian Semua Sakit Jiwa!!!
Tunjukkan Kesalahan Pak Jokowi, Satu Kesalahan Saja Akan Saya Bayar 1 M ,
Dan Ini Bukti Kehebatan Pak Jokowi Yang Luar Biasa! Dari 3700 T Hutang Negara, Jokowi Hanya Menambah
300 T dan Mampu Membangun , Sisanya Warisan SBY”.

——

(2) http://bit.ly/2Fh1IFJ, “Pernyataan Menggemparkan Sri Mulyani: Wahai Para Pembenci Pak Jokowi!,..Kalian Semua Sakit Jiwa!!!,..Tunjukkan Kesalahan Pak Jokowi,..Satu Kesalahan Saja Akan Saya Bayar 1 M,, Yang Berani Tunjuk Tangan

Dalam era demokrasi, pro serta kontra itu umum. Dalam soal lihat pemimpin juga sekian. Mustahil seorang pemimpin disenangi kebanyakan orang. Senantiasa ada argumen tidak untuk suka pada seorang, tergantung dari pojok mana kita lihat pemimpin itu. Kami juga demikian, tak semuanya pemimpin kami sukai, walau dalam banyak hal, kami setuju dengan keputusannya, kami suka lihat kepribadiannya, dan macam­macam.

Adalah juga wajar kalau, seorang itu mengidolakan seseorang pemimpin spesifik, kadang-kadang tak masuk akal langkahnya mengidolakan. Pemimpin yaitu seorang yang dapat mempengaruhi pengikutnya.

Th. politik, dipakai pengikut untuk mempromosikan pemimpin yang diidolakan, supaya meraih maksud yang diinginkan.

(foto)

Kita dapat rasakan, akhir­akhir ini, perang para pendukung makin terbuka, bahkan juga diluar nalar kita, sebagai orang awam.

Beberapa pengikut bahkan di luar batas dalam soal menjelek­jelekkan pemimpin pesaing.

Kita dipaksa untuk cuma lihat kejelekan mereka, bukanlah potensi yang dimiliki oleh para pemimpin itu.

Terakhir kita bahkan hingga memperoleh sebagian julukan ada Jokowi Lover, Jokowi Hater, Panasbung, serta macam­ jenis.

Kelihatannya cuma Jokowi yang jadikan tujuan, bila kita memerhatikan perdebatan, terkadang berisi tak ada, yang ada yaitu seperti pertikaian anak­anak.

Banyak kami peroleh pada perbincangan, spesial tentang Jokowi. Beberapa hater cuma berupaya, yang utama Jokowi terlihat buruk, terlihat tidak dapat, terlihat tak layak diambil, dll, tanpa ada diimbangi argumen yang kuat untuk menjatuhkan Jokowi.

Dan kita dipaksa untuk mencounter, sebab Jokowi hater kami rasakan cuma ingin tidak sama saja serta cuma menginginkan menjatuhkan Jokowi dengan harapan, pemimpin yang didukungnya memperoleh support dari orang-orang.

Kami membedakan Jokowi Hater dengan orang­orang yg tidak mensupport kepemimpinan Jokowi, baik sebagai Gubernur Jakarta ataupun sebagai capres PDIP. Untuk mereka­mereka yg tidak memberi support pada Jokowi, itu sah­sah saja dalam alam demokrasi, seperti kami katakan dimuka tulisan. Pojok pandang kita bakal menentukan seperti apa pemimpin yang kita mencari.

Secara spesial, kami menginginkan menyapa saudara­saudaraku beberapa pembenci Jokowi, Beberapa pembenci Jokowi, di sini, kami batasi cuma orang­orang yang membenci Jokowi dengan argumen apa pun. Yang termasuk juga kami kategorikan pembenci di sini yaitu orang­orang yang tidak suka benar, Jokowi memimpin Negara ini, baik benci secara Pribadi ataupun tidak suka sebagai pemimpin.

” Pesan untuk para pembenci Jokowi ”

Saudaraku, wahai beberapa pembenci Jokowi, Siapakah anda sesungguhnya? Bagaimana anda dapat membenci orang baik seperti Jokowi? Cobalah anda perlihatkan kepada kami,

kejahatan apa yang pernah dikerjakan oleh Jokowi?

Bila anda membenci orang baik, layakkah kami sebut anda sebagai orang yang jahat? Sebab kebaikan tak pernah menyatu dengan kejahatan? Cobalah saksikan hati anda, bagaimana dapat anda hingga membenci Jokowi? Bila sekarang ini anda dapat membenci orang baik, tidakkah ada yang salah dengan diri anda? Tidakkah anda sekarang ini tengah sakit jiwa?

Saudaraku, anda berkata diberbagai tempat, kalau Jokowi Ingkar Janji serta Pembohong serta anda inginkan Jokowi tetaplah pemimpin di Jakarta. Bila anda tak beranggapan kalau Jokowi sudah berbuat baik di Jakarta, kenapa anda memohonnya untuk bertahan? Tidakkah orang yg tidak berbuat baik menurut anda, anda suruh bertahan untuk membenahi Jakarta, jadi bakal bikin Jakarta makin aneh.

Di mana logika anda? Anda mengakibatkan kerusakan logika anda sendiri, hati kecil anda sesungguhnya berkata Jokowi pemimpin hebat, buktinya anda memohonnya untuk memperbaiki Jakarta sampai selesai. Setan apa yang merasuki anda sampai demikian membenci Jokowi yang sudah berusaha keras memperbaiki Jakarta yang notabene telah rusak puluhan
tahun. Cobalah anda pikirkan, sakit jiwakah anda? Sebab hati anda tak seirama dengan mulut anda.

Saudaraku, ada pemimpin yang anda idolakan, yang dahulu dengan gigih mengajak Jokowi dari Solo ke Jakarta, lantaran tahu Jokowi yaitu pemimpin sejati. Dahulu dia berkata kalau, Jokowi yaitu pemimpin sejati yang berpihak pada rakyat, kinerjanya bagus, namun saat ini menyampaikan pemimpin Jakarta pembohong.

Bukankah pemimpin yang seperti ini yang mencla mencle, pagi apabila tahu, sore katakan tempe, namun dia yang menuduh orang seperti ini. Dulu dia katakan tak apa­apa meninggalkan jabatan yang belum selesai di Solo, tak apa ­apa, namun saat ini, bila meninggalkan jabatan di Jakarta itu tuturnya pembohong, ingkar janji. Tidakkah pemimpin seperti pujaan anda itu yang pembohong? Saudaraku, sadar dirilah, mungkin anda salah
.
.
mengidolakan pemimpin.

Bagaimana anda katakan Jokowi tak dapat, sementara berderet deret penghargaan yang dia terima bahkan hingga dunia mengakuinya.

Saudaraku, Anda membenci Jokowi yang simpel, tidakkah pemimpin seperti ini yang kita mencari, sebab Jokowi memberi teladan hidup untuk orang-orang. Bila anda membenci pemimpin yang simpel, bukankah itu melukiskan kalau anda yaitu orang yang sombong, hidup bermewah­mewah? Kita rindu kesederhanaan, sebab telah lama kita terkekang oleh kemunafikan, anda munafik, lantaran orang yg tidak kaya berlagak
kaya, orang yang tidak berwawasan kelihatannya pakar dalam segalanya, anda munafik, sebab anda mesti hidup tak menurut kekuatan anda, anda munafik, …. saudaraku.

Saudaraku, beberapa pembenci Jokowi, sakit jiwakah anda? Membenci pemimpin yang memerhatikan nasib rakyat kecil, sebab Jokowi memerhatikan kesehatan warga nya, Jokowi memerhatikan pendidikan warganya, Jokowi memerhatikan rumah­rumah kumuh yg tidak layak huni serta dibangunkan kampung deret yang asri, nyaman serta aman, sebahagian dipindahkan ke rumah­rumah susun yang lebih layak. Diangkat derajatnya.

Bagaimana anda dapat membenci pemimpin yang seperti ini? Cobalah sesaat merenung serta katakan bila anda pada posisi yang di perhatikan itu, tidakkah anda bersukur? Begooooo…. Jikapun itu bukanlah anda, tidakkah semestinya anda terharu, bila rakyat kecil diperlakukan manusiawi serta layak oleh pemimpinnya? Anda
mungkin membenci Jokowi bila anda yaitu mafia tempat tinggal susun yang sampai kini mengeruk rezeki dari persekongkolan anda dengan pemimpin terdahulu serta beberapa preman itu.

Saudaraku, beberapa pembenci Jokowi, sakit jiwakah anda? Bila anda dapat membenci Jokowi yang bekerja siang malam untuk rakyatnya serta tak mengambil upahnya untuk keluarganya, namun dibagi­bagi pada golongan miskin. Serta anda mungkin mengidolakan beberapa koruptor yang sudah dikerangkeng oleh KPK lantaran mencuri uang rakyat.

Bukankah anda orang yang sakit jiwa, bila lebih menyukai beberapa koruptor di banding Jokowi yang anti korupsi? Negara kita Indonesia terkasih ini bakal pelan­pelan sembuh serta sehat, bila di pimpin pemimpin seperti Jokowi yang anti korupsi. Berapakah banyak penghargaan yang dia terima lantaran keberpihakannya pada keterbukaan? Cobalah anda pikirkan, mungkin anda salah menyukai pemimpin yang lain selama ini.

Saudaraku, para pembenci Jokowi, anda berkata, Jokowi yaitu pemimpin boneka. Bukankah anda sadari boneka disukai dimana­mana? Jokowi berkata, ya! Saya yaitu pemimpin boneka rakyat. Anda ingin katakan terlebih bila Jokowi telah mengaku dia boneka rakyat, anda tentu mencari lagi argumen lain. Berjumpa Duta besar Amerika, Jokowi boneka Amerika. Kelak bila tak berjumpa dengan perwakilan negara lain, anda bakal katakan Jokowi tak miliki kekuatan. Anda benar­benar galau serta plin plan. Bukankah anda sakit jiwa dengan keadaan seperti ini?

Anda mengatakan kalau Jokowi diback up cukong­cukong hitam, anda asal bicara, datanya tak valid.

Buktipun tak ada. Serta anda tak mengenal Jokowi. Andalah yang sakit jiwa, saudaraku. Anda selalu dihantui oleh aura negatif, bisanya menuduh tanpa ada bukti.

Saudaraku, bila anda membenci seorang, bukankah karena ada kejahatan yang dia kerjakan? Bagaimana anda membenci pemimpin yg tidak melakukan kekeliruan? Sesaat anda sewaktu yang berbarengan mengidolakan pemimpin yang cacat moral lantaran beragam tuduhan kejahatan? Dalam soal ini, bukankah anda sadari kalau anda tengah berlakon, maling teriak maling? Bencilah seorang lantaran dia layak dibenci. Kami cuma ingin satu contoh saja, yang layak kami jadikan soal, untuk membenci Jokowi, tolong katakan pada kami. Apa. Pasti sertai data yang valid.

Saudaraku, kami bukan pengkultus Jokowi, namun memanglah kami tak dapat membencinya, sebab kami tak temukan sesuatu yang dapat bikin kami membenci sosok Jokowi.

Itulah sebabnya lewat tulisan ini, kami menginginkan mengajak semuanya Jokowi hater supaya coba duduk merenung, jangan­jangan langkah serta sikap anda selama ini telah salah. Kami menginginkan katakan di sini, tak ada kata terlambat, pulanglah untuk Jokowi. Kita tak tengah bicara kalau dia Dewa….., tak! …., tetapi tak ada alasan yang cukup kuat untuk membencinya.

Mari kita bersama­sama bangun bangsa serta negara ini, untuk kemaslahatan kita bersama.

Kami tak rela, saudaraku, jadi sakit jiwa oleh lantaran anda tak mesti sakit jiwa.

Saudaraku, berbeda bisa saja, namun ketidaksamaan itu tak bisa mengalahkan nalar kita. Perbedaan kita kelola supaya jadi kemampuan.

Butakah anda saudaraku? Banyak rakyat menginginkannya untuk memimpin Indonesia ini. Di daerah­ daerah rindu pemimpin seperti Jokowi. Anda tak perlu jadi pembenci Jokowi, bila juga menginginkan memperjuangkan Indonesia yang lebih baik. Berikan solusi, andalkan program anda, supaya rakyat pilih pemimpin yang anda kehendaki. Jangan asal berteriak seperti hewan.

Berhentilah untuk membenci Jokowi, mari beradu program untuk Indonesia yang lebih baik.

Berhentilah berpuisi menyindir biarpun santun, sebab anda tak tambah baik dari Jokowi.

Berhentilah berikan julukan pada beberapa pendukung Jokowi, karenanya dapat menusuk anda sendiri.

Berhentilah memfitnah, sebab paling tidak anda tak berikan contoh yang baik kepada anak cucu anda.

Berhentilah mencari­cari kekeliruan, sebab bila ada kesalahan, pasti akan terungkap.

Berhentilah …. Membenci Jokowi… Sebab Tidak suka mendatangkan permusuhan.

Saudaraku, Jokowi hanya satu keping puzzle untuk Indonesia yang lebih baik, kitalah puzzle­puzzle itu.

Mari kita bekerjasama untuk memperbaiki Indonesia, supaya kita dapat bergerak maju serta disadari oleh dunia Internasional.

Saudaraku, para pembenci Jokowi, kami tak tengah membenci anda, kami cuma coba saling mengingatkan, di waktu yang lain juga, anda mengingatkan kami.

Tulisan ini, untuk tidak menyerang anda beberapa pembenci Jokowi, ini cuma pesan cinta dari kami. Serta kami bukanlah peng kultus Jokowi. Kami cuma sekumpulan anak­anak bangsa, yang ingin Indonesia hebat serta lebih baik.

Salam dari kami Rakyat Bersatu Mendukung Jokowi Presiden RI­2014 (Sumber:cnn-dunia)”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/633223643676841/