[SALAH] “Kader PDI Perjuangan Membuat Puisi yang Terkesan Mendeskreditkan Islam”

Puisi tersebut adalah karya KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) pada tahun 1987 berjudul “Kau Ini Bagaimana atawa Aku Harus Bagaimana”, bukan buatan Ganjar Pranowo seperti yang disebutkan di narasi post tersebut.

======

KATEGORI
Disinformasi.

======

SUMBER

(1) http://bit.ly/2qeK9ks, akun Instagram @faktanyamuslim.
(2) http://bit.ly/2GFeZxI, sudah dibagikan 19,577 kali per tangkapan layar dibuat.
(3) http://bit.ly/2qfc7fN, akun-akun lainnya yang membagikan di Facebook (public posts).
(4) Cuitan oleh akun Twitter @agungizzulhaq (sudah dihapus dan diklarifikasi per post ini disusun).

======

NARASI

(1) @faktanyamuslim: “Lagi dan lagi, kader PDI Perjuangan membuat puisi yang terkesan mendeskreditkan Islam.

Ganjar Pranowo, yang saat ini sedang mencalonkan diri menjadi Gubernur Jawa Tengah menyebutkan di dalam puisinya: “Kau bilang Tuhan sangat dekat, namun kau sendiri memanggilnya dengan pengeras suara setiap saat”.
.
Ketahuilah, panggilan Adzan itu panggilan Allah kepada hambanya, bukan memanggil Allah 😄

Kenapa, kader PDI-P selalu menjadi provokator antar umat beragama.

Apabila panggilan shalat dikumandangkan, maka setan akan lari terbirit-birit sambil terkentut-kentut hingga ia tak lagi mendengar (suara) adzan tersebut, maka apabila adzan telah selesai dikumandangkan ia akan kembali, & apabila iqamah dikumandangkan setan akan segera berpaling, jika iqamah telah selesai dikumandangkan ia akan kembali lagi (untuk mengganggu manusia) hingga ia membersitkan dalam hati seseorang dgn mengatakan ‘Ingatlah hal ini & itu’ dari hal-hal yg sebelumnya tak ia ingat. Abu Muhammad berkata; Tsuwwiba maksudnya adl didirikan. [HR. Darimi No.1178].
.
.
@faktanyamuslim
#faktanyamuslim”.

——

(2) “Satu lagi nih muncul!!

Ya Allah…
Kiamat itu semakin dekat…
Tanda-tandanya bermunculan tiap hari…”

——

(3) Variasi narasi lainnya.

======

PENJELASAN

Puisi berjudul “Kau Ini Bagaimana atawa Aku Harus Bagaimana” oleh KH A Mustofa Bisri (Gus Mus) yang dibuat pada tahun 1987 adalah salah satu puisi yang ada di buku “Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem” terbitan tahun 1988.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2qjEUA3, “nanto’s Reviews > Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem

Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem
by A. Mustofa Bisri
nanto’s review Mar 02, 2008
bookshelves: langut-bersama-secangkir-kopi, poezie

Puisi Balsem, dinamakan demikian karena konon setelah membacanya serasa hangat selayaknya diolesi balsem. Sekaligus juga kehangatan itu menggugah dan mengurangi rasa sakit. Begitu sekilas yang didapat dari pengantar buku ini.

Selebihnya puisi yang nakal dan sekaligus jenaka dari Gus Mus. Pertama kenal dari seorang senior. Salah satu puisi dalam buku ini, “aku ini bagaimana atau aku harus bagaimana”, jadi isi dalam salah satu selebaran yang dibuat dalam rangka menyoroti masalah NKK/BKK yang sedang dikerjakan. Puisi itu dikutip untuk menggambarkan kebingungan mahasiswa dalam bergiat di lingkungan kampus dengan aturan yang ada saat itu. Selebihnya banyak lagi puisi yang bisa dibaca sambil tak sadar kita senyum, entah dikulum, entah getun, yang jelas semua puisinya seperti balsem: hangat dan mengobati.

Asal jangan salah oles mungkin yah!

Selengkapnya puisi tersebut di atas saya kutip dibawah ini.

Kau ini Bagaimana atawa Aku Harus Bagaimana
(A. Mustofa Bisri)

Kau ini bagaimana?
Kau bilang aku merdeka
Kau memilihkan untukku segalanya
Kau suruh aku berpikir
Aku berpikir kau tuduh aku kapir
Aku harus bagaimana?

Kau bilang bergeraklah
Aku bergerak kau curigai
Kau bilang jangan banyak tingkah
Aku diam saja kau waspadai

Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku memegang prinsip
Aku memegang prinsip kau tuduh aku kaku
Kau suruh toleran
Aku tolerah kau bilang aku plin-plan
Aku harus bagaimana?

Aku kau suruh maju
aku mau maju kau srimpung kakiku
Kaus suruh aku bekerja
Aku bekerja kau ganggu aku

Kau ini bagaimana:
Kau suruh aku takwa
Khutbah keagamaanmu membuatku sakit jiwa
Kau suruh aku mengikutimu
Langkahmu tak jelas arahanya
Aku harus bagaimana?

Aku kau suruh menghormati hukum
Kebijaksanaanmu menyepelekannya
Aku kau suruh berdisiplin
Kau menyontohkan yang lain

Kau ini bagaimana?
Kau bilang Tuhan sangat dekat
Kau sendiri memanggil-manggilnya dengan pengeras suara setiap saat
Kau bilang kau suka bertikai
Aku harus bagaimana?

Aku kau suruh membangun
Aku membangun kau merusakkannya
Aku kau suruh menabung
Aku menabung kau menghabiskannya

Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku menggarap sawah
Sawahku kau tanami rumah-rumah
Kau bilang aku harus punya rumah
Aku punya rumah kau meratakannya dengan tanah
Aku harus bagaimana?

Aku kau larang berjudi
Permainan spekulasinya menjadi-jadi
Aku kau suruh bertanggung jawab
Kau sendiri terus berucap Wallahu a’lam bissawab

Kau ini bagaimana?
Kau suruh aku jujur
Aku jujur kau tipu aku
Kau suruh aku sabar
Aku sabar kau injak tengkukku

Aku harus bagaimana?
Aku kau suruh memilihmu sebagai wakilku
Sudah kupilih kau bertindak sendiri semaumu
Kau bilang kau selalu memikirkanku
aku sapa saja kau merasa terganggu

Kau ini bagaimana”
Kau bilang bicaralah
Aku bicara kau bilang aku ceriwis
Kau bilang jangan banyak bicara
aku bungkam kau tuduh aku apatis

Aku harus bagaimana?
Kau bilang kritiklah
Aku kritik kau marah
Kau bilang carikan alternatifnya
Aku kasih alternatif kau bilang jangan mendikte saja

Kau ini bagaimana?
Aku bilang terserah kau
Kau tak mau
Aku bilang terserah kita
Kau tak suka
Aku bilang terserah aku
Kau Memakiku

Kau ini bagaimana ?
Aku harus bagaimana ?”.

——

(2) http://bit.ly/2H0yJv1, “Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem
by A. Mustofa Bisri

Paperback, 98 pages
Published May 1991 by Pustaka Firdaus (first published 1988)

Original Title Ohoi: Kumpulan Puisi-puisi Balsem
Edition Language Indonesian
Other Editions None found”.

——

(3) http://bit.ly/2Ixuwfl, “Ganjar Pranowo-Taj Yasin Baca Puisi Gus Mus – ROSI

KOMPASTV
Published on Mar 23, 2018

Pasangan Cagub-Cawagub Jawa Tengah, Ganjar Pranowo-Taj Yasin, unjuk kebolehan dengan membacakan puisi ciptaan Gus Mus.”

——

(4) http://bit.ly/2JtPUU6, @agungizzulhaq: “Siap, maafkan atas kedunguan saya memahami kalimat tersebut. Dan saya tidak tahu itu tulisan Gus Mus, tidak mungkin saya merendahkan ulama. Itu semata2 krn kasus “puisi konde” yg saya sesalkan,menjadikan sensi thdp penggalan kata tsb.Mohon dimaafkan🙏”

——

(5) http://bit.ly/2uSP9k5, @ganjarpranowo: “Ijin saya follow ya mas… krn tabayun kita jadi bersilaturahmi… salam utk keluarga”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/624992217833317/