[KLARIFIKASI] Harga Beras Di Pangkalpinang Tidak Naik

Sumber: Portal Media Daring

Ringkasan: Beredar isu di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung bahwa harga beras naik melonjak naik hingga Rp14.000 per kilogram atau di atas harga eceran tertitnggi (HET). Menanggapi isu tersebut, Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Damiri, mengatakan, harga beras di Pangkal Pinang masih normal atau masih di bawah HET. Dengan demikian, isu naiknya harga beras di Pangkal Pinang tidak benar.

Isi Klarifikasi Lengkap:

Isu kenaikan harga beras hingga mencapai Rp14.000 per kilogram atau di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) beredar di Pangkalpinang, Kepualauan Bangka Belitung. Menanggapi isu tersebut, Pemerintagh Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, melalui Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung melakukan pengecekan harga di sejumlah pedagang eceran beras Pangkalpinang.

Dilansir dari Antaranews, Kepala Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ahmad Damiri, mengatakan, harga beras di Pangkalpinang masih normal atau masih di bawah HET. “Saat ini harga beras premium masih normal atau masih di bawah HET yang ditetapkan pemerintah daerah sebesar Rp13.100 per kilogram,” ujarnya pasca melakukan pengecekkan harga di sejumlah pedagang eceran Pangkalpinang.

Adapun, munculnya isu tersebut, menurut Ahmad Damiri, dikarenakan adanya pemberitaan di salah satu media lokal yang mengatakan harga beras premium mencapai Rp14.000. Dalam pemberitaan itu, dinyatakan bahwa pedagang eceran di Jalan Muntok Kota Pangkalpinang menjual beras seharga Rp14.000 per kilogram karena stok terbatas akibat pasokan dari daerah sentra produksi berkurang.

Setelah dilakukan pengecekan oleh Dinas Pangan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan bertanya kepada para pedagang sepanjang Jalan Muntok, diketahui bahwa harga beras normal dan stok cukup untuk memenuhi permintaan masyarakat. Selain melakukan pengecekan di Jalan Muntok, Ahmad Mawardi mengatakan, pihaknya juga mendatangi distributor.

Para distributor saat ditemuinya menyatakan stok beras cukup karena pasokan dari daerah sentra produksi di Pulau Jawa berjalan lancar. Berdasarkan temuannya itu, Ahmad Mawardi mengatakan, isu harga beras naik adalah berita bohong yang dapat meresahkan masyarakat dan juga mengganggu stabilitas harga menjelang Imlek.

Referensi:

https://babel.antaranews.com/…/kadis-pangan-sebut-berita-be…
https://www.wartaekonomi.co.id/r…/harga-beras-naik-hoax.html