[KLARIFIKASI] Bocah Lelaki di Sukabumi yang Dihakimi oleh Warga Setempat

“Dikutip dari detik.com, Andri Setiawan, penggugah pertama foto tersebut di akun facebooknya, dengan narasi yang sama seperti narasi diatas. Selain penggugah foto itu, Andri juga menjadi saksi mata peristiwa tersebut.
Menurut Andri peristiwa itu terjadi di Desa Nagrak Sari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa tersebut tidak sengaja dia lihat saat dia dalam perjalanan menuju tempat tinggalnya.
“Kejadiannya Senin (20/11/2017) malam tadi. Ceritanya anak itu tepergok masuk ke rumah salah satu warga di Desa Nagrak Sari, Kecamatan Jampang Kulon. Warga yang mungkin kesal karena sering kehilangan barang akhirnya memberikan hukuman. Saya sendiri langsung mengamankan anak itu dari kerumunan warga dibantu ketua RT setempat,” cerita Andri.
Ternyata setelah ditelusuri mendalam peristiwa tersebut, anak itu tidak terbukti mencuri dan hanya kesalahpahaman belaka.”

 

SUMBER
Media Sosial.

NARASI
“Assalamualaikum…ngamanawian saderek sadayana nu mengenal ieu murangkalihna mohon infona. Telah melakukan pencurian di sebuah kios di kp. Ngrak desa Nagraksari kec Jampangkulon”.

PENJELASAN
Foto bocah laki-laki di Sukabumi menjadi viral di media sosial. Dalam foto itu, terlihat adanya darah di bagian mulut si bocah yang memakai seragam sepakbola tersebut. Bocah itu bernama bocah bernama Rohman (12) alias Epul. Darah yang keluar dari mulut Epul itu disebabkan oleh warga setempat yang main hakim sendiri.
Warga tersebut menuduh Epul mencuri di sebuah rumah.
Dikutip dari detik.com, Andri Setiawan, penggugah pertama foto tersebut di akun facebooknya, dengan narasi yang sama seperti narasi diatas. Selain penggugah foto itu, Andri juga menjadi saksi mata peristiwa tersebut.
Menurut Andri peristiwa itu terjadi di Desa Nagrak Sari, Kecamatan Jampang Kulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Peristiwa tersebut tidak sengaja dia lihat saat dia dalam perjalanan menuju tempat tinggalnya.
“Kejadiannya Senin (20/11/2017) malam tadi. Ceritanya anak itu tepergok masuk ke rumah salah satu warga di Desa Nagrak Sari, Kecamatan Jampang Kulon. Warga yang mungkin kesal karena sering kehilangan barang akhirnya memberikan hukuman. Saya sendiri langsung mengamankan anak itu dari kerumunan warga dibantu ketua RT setempat,” cerita Andri.
Ternyata setelah ditelusuri mendalam peristiwa tersebut, anak itu tidak terbukti mencuri dan hanya kesalahpahaman belaka.
Dikutip dari okezone.com, Kapolsek Jampangkulon, AKP Dikdik Sardadi mengungkapkan, bocah bernama Rohman (12) alias Epul itu tidak terbukti mencuri sebagaimana yang dituduhkan sebelumnya. Korban juga tidak memiliki catatan kriminal pencurian. Namun, memang ia memiliki kebiasaan gemar bepergian jauh.
“Dia itu suka ikut di mobil orang. Dia pernah ke Garut, Subang dan Cianjur, ” kata Dikdik sebagaimana dikutip dari postingan pemilik akun facebook @Yuni Rusmini pada Rabu (22/11/2017).
Bocah itu lanjut Dikdik sempat diurus oleh salah satu kepala desa di wilayah Kecamatan Tegalbuleud. Namun, mungkin karena sudah watak bawaannya hobi bepergian jauh, akhirnya sang kades lepas tangan.
“Hanya saja saat malam kejadian itu, dia masuk ke kios bengkel motor orang lain. Warga memergokinya dan meneriakinya maling, sehingga ada yang melakukan pemukulan. Tapi belum terbukti apakah akan melakukan pencurian atau ingin beristirahat karena kemalaman,” jelas AKP Dikdik.
Pada pagi harinya bocah itu langsung dibawa berobat ke RSUD Jampangkulon. Polisi sendiri menerima laporan sekira pukul 01.00 WIB dan langsung meluncur ke TKP untuk mengamankan korban. Warga asal Pabuaran, Kabupaten Sukabumi itu kini sudah dijemput ibunya.
Menurut penuturan ibunya, Yeni, Rohman saat ini berstatus siswa kelas tiga di SD Tegalsadap Desa Sinarsari, Pabuaran. Seharusnya, ia sudah duduk di bangku kelas enam, namun lantaran kerap kabur dari sekolah ia terpaksa tinggal kelas dan masih duduk di bangku kelas tiga.
Sejak bercerai dengan suaminya, Yeni harus bekerja mencari nafkah ke Jakarta. Sedangkan Rohman sering ditinggal dan sehari-hari diasuh oleh neneknya. Namun, saat ini Yeni sudah tidak lagi bekerja. Ia mengaku mendapat kabar bahwa anaknya itu tertimpa masalah usai diberitahu oleh salah satu anggota polisi dari Polsek Lengkong.
“Jadi masalah yang menimpa Rohman hingga mulut berdarah hanya masalah kesalahfahaman saja. Mereka sudah saling memaafkan,” ucap Kanit Reskim Polsek Jampangkulon, Bripka Riki Rosandi.

REFERENSI
(1) https://news.okezone.com/read/2017/11/22/525/1818292/foto-bocah-lelaki-berdarah-yang-viral-tak-terbukti-mencuri-ternyata-begini-ceritanya
(2) https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-3735819/viral-foto-bocah-berdarah-di-sukabumi-begini-faktanya

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/559918127674060/

 

 

About Levy Nasution 388 Articles
Journalist, traveller