[Hoax]”Perbedaan Es Batu dari Air Matang atau Mentah”

“Kepala BPOM Roy Sparringa yang tidak tahu menahu soal ‘cuitan’ tersebut buru-buru meluruskan sebelum informasi menyesatkan tersebut telanjur menyebar.
“Tidak bisa seperti itu, aman tidaknya es batu harus diuji di laboratorium,” kata Roy saat dihubungi detikHealth, Jumat (27/3/2015).
Baca juga: BPOM: Dampak Es Batu Berbakteri Sangat Beragam, Typus Salah Satunya
Roy juga mengingatkan, aman tidaknya produk es batu tidak bisa dilihat dari bentuknya. Beberapa orang meyakini es batu berbentuk ice cube lebih aman dibandingkan es batu berbentuk balok, namun anggapan ini dibantah oleh Roy. Ice cube sekalipun, belum tentu aman.
Saran Roy untuk konsumen, saat berada di restoran sebaiknya tidak sungkan untuk cerewet menanyakan asal-usul es batu. Jika es batu diproduksi sendiri oleh restoran tersebut, keamanannya lebih mudah ditelusuri. Jika tidak yakin, lebih baik pesan minuman dingin yang tidak menggunakan es batu.”

 

SUMBER
https://food.idntimes.com/dining-guide/stella/cara-mudah-mengetahui-es-batu-yang-kamu-makan-itu-matang-atau-mentah/full

NARASI
“Kamu mungkin pecinta minuman dingin yang selalu menambahkan es batu dalam minuman kamu. Es batu juga enak digigit, suaranya yang renyah bikin good mood. Namun, kamu sebagai konsumen harus tahu juga apakah es batu yang ada di minuman kamu itu dibuat dari air matang atau mentah. Jangan asal meminumnya saja, ya. Kamu sudah harus selektif dan hati-hati.
Walau terlihat sepele, es batu akan mencair dan menyatu dengan minumanmu. Jika kamu tidak selektif dan cenderung cuek, kamu juga yang akan rugi karena itu berbahaya buat kesehatan. Kenali perbedaan es batu yang dibuat dari air matang atau mentah serta dampaknya di sini.
Es batu yang dibuat dari air matang warnanya bening seperti kristal.
Perhatikan es batu dalam minuman, apakah tampilannya bening seperti kristal? Jika iya, maka es batu tersebut dibuat dengan air matang. Ternyata, air mengikat udara dalam molekul-molekulnya sehingga saat proses pembekuan, molekul udara yang terperangkap di dalam es tidak terlalu banyak dan membuat warnanya menjadi bening.
Es batu yang dibuat dengan air mentah warnanya putih seperti susu.
Hal itu karena tidak adanya proses perebusan. Jika es batu yang dibuat dengan air matang berhasil melepaskan molekul udara yang diikat oleh air, maka jika tidak melalui proses perebusan alias pakai air mentah, molekul udara yang dilepaskan oleh air terperangkap dan akhirnya membentuk gelembung serta keruh.
Es batu yang dibuat dengan air mentah mengandung bakteri escherichia coli yang berbahaya bagi pencernaan.
Yaitu muntaber yang bisa menyebabkan tubuh menjadi lemah karena dehidrasi yang ditimbulkan dari bakteri ini. Dehidrasi yang tidak mendapatkan cairan pengganti dengan cepat dapat mengakibatkan kerusakan ginjal, serta organ tubuh lainnya yang berfungsi menghilangkan racun. Kamu tentu tidak mau mengalami penyakit ini kan? Untuk itu, alangkah baiknya untuk memilih es batu seperti apa yang kamu konsumsi.
Pabrik es batu menggunakan air mentah karena memang bukan untuk dikonsumsi, tapi untuk mengawetkan makanan seperti ikan dan makanan laut lainnya.
Pabrik es yang memproduksi es balok tentu tidak menggunakan air matang karena jumlahnya sangat banyak. Namun, es balok dari pabrik ini bukan untuk dikonsumsi, melainkan digunakan untuk mengawetkan makanan, bukan pendingin minuman. Jadi jika kamu merasa haus dan ingin membeli minum di pinggir jalan, kamu harus melihat apakah es batu yang digunakan menggunakan es batu atau tidak karena kalau iya, maka lebih baik jangan membelinya.
Jika kamu sudah mengetahui informasi ini, maka sebaiknya kamu waspada saat hendak membeli minuman dengan es batu. Jika bukan kamu sendiri yang peduli akan kesehatanmu, siapa lagi?”.

PENJELASAN
“Awas Hoax! Matang Tidaknya Es Batu Tak Kelihatan dengan Mata Telanjang
Informasi ini sempat pula muncul di akun twitter milik Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kepala BPOM Roy Sparringa yang tidak tahu menahu soal ‘cuitan’ tersebut buru-buru meluruskan sebelum informasi menyesatkan tersebut telanjur menyebar.
“Tidak bisa seperti itu, aman tidaknya es batu harus diuji di laboratorium,” kata Roy saat dihubungi detikHealth, Jumat (27/3/2015).
Baca juga: BPOM: Dampak Es Batu Berbakteri Sangat Beragam, Typus Salah Satunya
Roy juga mengingatkan, aman tidaknya produk es batu tidak bisa dilihat dari bentuknya. Beberapa orang meyakini es batu berbentuk ice cube lebih aman dibandingkan es batu berbentuk balok, namun anggapan ini dibantah oleh Roy. Ice cube sekalipun, belum tentu aman.
Saran Roy untuk konsumen, saat berada di restoran sebaiknya tidak sungkan untuk cerewet menanyakan asal-usul es batu. Jika es batu diproduksi sendiri oleh restoran tersebut, keamanannya lebih mudah ditelusuri. Jika tidak yakin, lebih baik pesan minuman dingin yang tidak menggunakan es batu.
“Saya mengalami sendiri, dianggap ‘orang gila’ karena cerewet tanya-tanya soal es batu. Memang harus begitu,” tutur Roy.”.

REFERENSI
https://health.detik.com/read/2015/03/27/175422/2871898/763/awas-hoax-matang-tidaknya-es-batu-tak-kelihatan-dengan-mata-telanjang

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/555775354755004/