(KLARIFIKASI) Tanggapan Polri Terkait Isu Sipil Papua Bersenjata yang Ingin Menyatakan Perang

Sumber: Media Sosial

(https://m.facebook.com/muslimcyberpage/photos/a.640527319468055.1073741828.640190506168403/657646121089508/?type=3)*

Narasi:

Akun Muslimncyber.net memposting foto screenshot pemberitaan berjudul ‘Kelompok Sipil Bersenjata Papua Nyatakan Perang Terhadap Indonesia’ disertai narasi berikut:

Kira-kira kalau mereka agamanya Islam akan dicap sebagai apa?

Semoga Indonesia tetap utuh tak ter bercerai-berai.

.

.

.

.

.

.

Sumber: https://www.gatra.com/fokus-berita-1/237795-kelompok-sipil-bersenjata-papua-nyatakan-perang

Penjelasan:

Pernyataan masalah kelompok bersenjata di Papua ingin nyatakan perang mendapat tanggapan dari Polisi Republik Indonesia (Polri). Dalam Akun Resmi Fanpage Divisi Humas Polri, pihak Polri melakukan klarifikasi. Berikut klarifikasi Polri terkait isu tersebut:

[…]NEWS

BERITA HOAX TENTANG PAPUA : KELOMPOK SIPIL BERSENJATA PAPUA NYATAKAN PERANG DENGAN INDONESIA?

Kelompok Sipil Bersenjata Papua Nyatakan Perang Pada Indonesia?

Beredarnya isu di media kalau kelompok sipil bersenjata papua nyatakan perang pada Indonesia, rasanya gelid an ketawa, karena yang pertama adalah siapa yang mengatakan itu? kepada siapa dikatakan? kapan dikatakan.

Rasanya tidak yakin kalau kalimat ini keluar dari mulutnya si Goliath Tabuni, yang disambung oleh Sebby Sambom menurut info yang beredar di Media.

Pernyataan ini sudah pernah diberitakan pada 2 tahun silam, dimana isinya sama saja dengan sekarang, dulu Kelompok Sipil Bersenjata ini mengatakan siap berperang dengan Indonesia, alasan mereka ingin berperang dengan Indonesia karena ingin memisahkan diri dari Indonesia dan berjuang untuk kemerdekaan Papua Barat.

Pertanyaannya siapa yang mau berperang?

pernyataan ini adalah sebuah propaganda yang selalu dihembuskan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab, isu ini dihembuskan pada saat momen-monen tertentu, seperti sekarang ini momen menjelang pilkada isu ini dihembuskan kembali.

Harapannya agar terjadi kekacauan, sehingga pemilu tidak jadi dilaksanakan, indikasi lain yaitu Kelompok Sipil Bersenjata Papua yang ada saat ini tidak murni lagi berjuang untuk Papua Barat, karena mereka yang tergabung didalam kelompok bersenjata ini sudah terpecah, karena mereka sudah tidak sejalan untuk berjuang ada kelompok yang berjuang untuk mencari keuntungan saja dengan cara-cara yang licik yang mengatasnamakan OPM, bahkan sering dari mereka membunuh masyarakat hanya untuk mencari makan, diketahui kalau mereka ini sering melakukan pengancaman-pengancaman dan pemerasan kepada warga masyarakat dan pemerintah kabupaten untuk mendapatkan uang, tidak jarang menggunakan kekerasan bahkan sampai kepada pembunuhan.

Mereka mau berperang melawan Indonesia?

Berapa banyak kekuatan mereka dan senjata mereka, saat ini mereka sudah tidak mempunyai generasi lagi yang meneruskan perjuangan karena anak-anak muda mereka sekarang sudah banyak yang sukses di pemerintahan, ada yang sekolah di luar dan sudah banyak yang kembali ke NKRI, jadi mereka sudah paham dan mengerti bahwa perang yang sebenarnya adalah perang dengan pembangunan, perang dengan ekonomi, perang melawan kebodohan, itulah yang seharusnya dihadapi.

Saat ini sudah banyak dari mereka yang sadar dan kembali kepangkuan NKRI, bahkan sepuluh dari mantan anggota Tentara Pembebasan Nasional/Organisasi Papua Merdeka sudah peletisiran ke Jakarta seperti Yulius Tabuni, mereka mengunjungi Monas, Taman Mini Indonesia Indah, Gereja Katedral dan Gereja Imannuel.

Jangan Terpengaruh Pernyataan Perang Dari OPM

Situasi di Papua secara keseluruhan kondusif, pernyataan yang diberitakan di Media “Kami nyatakan perang dengan militer Indonesia untuk Papua merdeka” adalah pernyataan yang sudah lama dari OPM, dan pernyataan ini tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Mengutip dari pernyataan Kapendam XVII/Cenderawasih “Kami Yang Dilatih Perang Saja, Justru Ingin Perang Dengan Pembangunan”. Oleh karena itu jangan kwatir dengan aadanya pernyataan seperti itu di Media, itu adalah sebuah cara yang dilakukan untuk mengacaukan situasi Papua menjelang Pilkada serentak di Papua.[…]

Atas dasar klarifikasi tersebut maka dapat dikatakan bahwa persoalan sipil bersenjata di Papua dapat dikatakan sebagai sebuah isu saja. Sebab, realisasi pernyataan itu tidak terbukti adanya. Adapun, persoalan kekuatan Organisasi Papua Merdeka sudah tidak solid dan sebagian besar sudah menyatakan kembali bergabung bersama Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sumber:

https://www.facebook.com/DivHumasPolri/photos/a.184838644878333.51797.117740101588188/1570456982983152/?type=3&theater

*Catatan: postingan tersebut sudah tidak bisa dibuka