(HOAX) Tulisan Sarlito Wirawan Sarwono Tentang LGBT

Sumber: Media Sosial

Narasi:

LGBT: SEBUAH GERAKAN PENULARAN

SARLITO WIRAWAN SARWONO
Guru Besar Fakultas Psikologi UI

Mungkin ada yang heran bertanya, kenapa saya begitu keras terhadap perilaku lesbianism, gay, bisexual and transsexualism (LGBT). Saya seakan penuh murka dan tak memberikan sedikitpun ruang toleransi bagi pengidapnya.

Mungkin saya perlu klarifikasi bahwa saya tidak sedang bicara tentang pelaku, orang dan oknum. Terhadap oknum, orang dan pelaku LGBT, kita harus tetap mengutamakan kasih-sayang, berempati, merangkul dan meluruskan mereka.

Saya juga tidak sedang bicara tentang sebuah perilaku personal dan partikular. Saya juga tak sedang bicara tentang sebuah gaya hidup menyimpang yang menjangkiti sekelompok orang. Karena saya sedang bicara tentang sebuah GERAKAN!!!

Ya, saya sedang bicara tentang sebuah GERAKAN: ORGANIZED CRIME yang secara sistematis dan massif sedang menularkan sebuah penyakit!!!

Sekali lagi, bagi saya ini bukan semata perilaku partikular, sebuah kerumun, bahkan bukan lagi semata-mata sebuah gaya hidup, tapi sebuah harakah: MOVEMENT!!!

Penjelasan:

Tulisan tersebut bukanlah tulisan dari Prof. Dr.  Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Psikologi UI. Bantahan mengenai tulisan itu dapat dilihat pada tulisan Ade Armando, Dosen Komunikasi FISIP Universitas Indonesia, berikut:

[…] Kebohongan ketiga terkait dengan seorang ahli psikologi terkemuka di Indonesia, Profesor Sarlito Sarwono.

Sejak akhir Februari di media sosial beredar tulisan berjudul ‘LGBT: Sebuah Gerakan Penularan Publik’. Yang tertera sebagai penulis adalah Prof. Sarlito Wirawan Sarwono, Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Pada intinya tulisan itu mengingatkan masyarakat pembaca tentang bahaya gerakan LGBT. Si penulis bahkan menggambarkan gerakan LGBT itu sebagai kejahatan terorganisir (organized crime) yang secara sistematis dan massif sedang menularkan penyakit. Kata si penulis, yang dihadapi Indonesia bukan lagi sekadar perilaku partikular, kerumunan atau gaya hidup, melainkan sebuah MOVEMENT.

Si penulis menggambarkan bahwa ia telah mengumpulkan banyak kesaksian di kampus-kampus tentang mahasiswa-mahasiswa ‘normal’ yang dibuat menjadi LGBT dan tidak bisa keluar lagi dari gerakan itu. Ia menggambarkan bagaimana gerakan tersebut mempenetrasi kehidupan kampus dan mengembangkan perilaku yang persis seperti sebuah sekte, kultus atau gerakan eksklusif. Para anggotanya, kata si penulis, bersikap fanatik, penetratif, dan indoktrinatif. Mereka sadar bahwa pertumbuhan jumlah mereka hanya bisa dilakukan melalui penularan, dan tak mungkin lewat keturunan. Kata si penulis lagi: mereka (kaum LGBT) bergerilya secara efektif, dengan dukungan payung HAM dan institusi internasional.

Prof. Sarlito memang dikenal sebagai guru besar Universitas Indonesia yang memiliki perhatian besar terhadap soal psikologi sosial. Bila benar Sarlito memberi peringatan semacam itu, lazimnya itu tidak datang tanpa pemantauan yang mendalam. Sarlito memiliki kedekatan dengan berbagai jaringan kemasyarakatan, termasuk jaringan mahasiwa, sehingga bila ia mengatakan bahwa ia telah mengumpulkan banyak kesaksian di kampus, apa yang dikatakannya kemungkinan besar bisa diandalkan.

Nyatanya, itu bukan tulisan Sarlito. Dia sendiri berusaha untuk menyebarkan klarifikasi ke berbagai media sosial tentang manipulasi tersebut, namun tulisan itu sudah kepalang tersebar.

Ketika ditelusuri, ternyata artikel itu ditulis Adriano Rusfi. Ia juga lulusan Psikologi UI dan kini menjadi konsultan manajemen dan pendidikan. Bagi kelompok anti LGBT, nama Adriano rupanya dianggap kurang berpengaruh sehingga namanya pun dihilangkan untuk kemudian diganti dengan Prof. Sarlito. […]

Url: http://www.madinaonline.id/c907-editorial/kebohongan-demi-kebohongan-oleh-kaum-anti-lgbt-2-kasus-dr-fidiansjah-prof-sarlito-dan-dana-asing/

Tulisan yang diaku sebagai tulisan Prof. Sarlito nyatanya merupakan tulisan dari Adriano Rusfi, Psikolog lulusan UI. Tulisan aslinya dapat dilihat pada beberapa laman. Berikut beberapa laman yang menampilkan tulisan Adriano Rusfi:

LGBT : Sebuah Gerakan Penularan

http://www.masjid-niagarahmat.com/2016/02/lgbt-sebuah-gerakan-penularan/

Referensi:

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/246861905646352/