[MISINFORMASI] Indonesia Gagal Wujudkan Swasembada Pangan

Sumber : Media Sosial

Narasi :

Pemerintah rencana impor beras 1 juta ton = Indonesia gagal swasembada

Penjelasan :

Rencana impor beras 1 juta ton dari Vietnam/Thailand. Apakah bisa dikatakan sebagai gagalnya upaya pemerintah mewujudkan swasembada pangan?

Pemerintahan sekarang sangat fokus untuk membenahi bidang pertanian, kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman cukup baik, dengan memberikan banyak pendampingan, perbaikan infrastruktur, dan mengerahkan Babinsa untuk mendorong pertanian yang lebih baik. Banyak sekali terobosan di bidang pertanian. Sekarang jarang terdengar kelangkaan pupuk atau benih yang dulu sering menjadi obyek mafia.

Dan di era sekarang ini, kita diberkahi dengan hasil penelitan seperti benih IPB 3S yang tahan kemarau. Juga semangat untuk bertani secara organik semakin tinggi.

Dikutip dari liputan6.com, Kementerian Pertanian (Kementan) telah memiliki strategi khusus untuk mencapai swasembada pangan. Meski tak menjelaskan secara detil, Amran mengatakan akan mendorong fasilitas pendukung pertanian.

“Dalam swasembada pangan adalah irigasi, bibit, pupuk, mekanisasinya penting dan jaminan pasar,” kata dia di Jakarta, Selasa (28/10/2014).

Soal target swasembada beras, itu ada di tahun 2017. Meski ada beberapa pihak yang optimis 2016 kita sudah bisa swasembada. Tahun 2015 ini, masih dalam tahap proses menuju kesana.

Presiden Joko Widodoi (Jokowi) menargetkan paling lama tiga tahun ke depan atau pada akhir tahun 2017 Indonesia telah berswasembada beras. Untuk itu, menteri pertanian diberi waktu tiga tahun untuk mewujudkan target tersebut.

Hal tersebut dikemukakan Jokowi saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) di Jakarta, Kamis (18/12).

“Menteri pertanian saya beri target tiga tahun swasembada beras. Tak ada lagi impor beras,” katanya.

Setelah swasembada beras, Jokowi menargetkan swasembada gula, jagung, dan komoditas lainnya.

Untuk mewujudkan target tersebut, dalam lima tahun pemerintahannya, Jokowi akan membangun 49 waduk dari target sebelumnya hanya 30 waduk.”Tahun depan kita bisa membangun 13 waduk,” katanya.

Sedangkan untuk irigasi, pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla menargetkan tahun depan irigasi bagi 1 juta hektare lahan sudah baik.

“Kedaulatan pangan tidak jauh-jauh dari kita. Saya meyakini itu. Gubernur, bupati, wali kota, harus mengawal program swasembada,” katanya.

Faktor pokok yang menantang hasil produki beras di 2015 adalah kemarau yang lebih panjang akibat fenomena El Nino. Terakhir kita kena dampak El Nino di tahun 2010.

Dikutip dari kompas.com, Kementan menyiapkan upaya khusus (upsus) guna mengantisipasi ancaman dampak gelombang panas El Nino terhadap pertanian. Sebanyak 18 provinsi terindikasi rawan terdampak gelombang panas El Nino.

“Namun, kalau toh terjadi El Nino yang berbahaya untuk pertanian, Kementan sudah mengantisipasi,” kata Syakir, di Jakarta, Rabu (17/6/2015). Kementan, sambung Syakir, telah melakukan pemetaan daerah-daerah yang rawan terdampak gelombang panas.

Kementan telah menyiapkan pula program upaya khusus (upsus) diantaranya penyediaan pompa air, benih, dan pupuk. Pembagian pompa air sudah dilakukan sebagian. “Kegiatan upsus itu salah satu inputnya adalah pompa air,” kata Syakir.

Selain itu, Kementan juga menyiapkan benih dan pupuk manakala ada produksi padi yang terganggu kekeringan, dan petani perlu menanam kembali. Menurut Syakir, komoditas pertanian yang kemungkinan besar akan terdampak gelombang panas adalah padi dan jagung.

“Tentu tanaman semusim. Yang harus kita jaga adalah target swasembada padi itu nomer satu kita amankan,” kata Syakir.

Sementara itu, untuk komoditas hortikultura seperti cabai, Syakir mengatakan sentra produksi hortikultura tidak banyak yang berada pada daerah rawan dampak El Nino. Apalagi, hortikultura biasanya ditanam di masa penghujan, bukan di musim kemarau.

“Kalau ditanam di musim kering pun rata-rata di daerah yang punya sumber air yang cukup. Jadi selama ini hortikultura itu punya daerah yang memiliki infrastruktur yang bagus,” sambung Syakir.

Referensi : http://bisnis.liputan6.com/read/2125574/ini-strategi-menteri-pertanian-wujudkan-swasembada-pangan

http://www.beritasatu.com/ekonomi/234256-presiden-jokowi-akhir-2017-indonesia-swasembada-beras.html

http://ekonomi.kompas.com/read/2015/06/17/202000626/18.Provinsi.Rawan.Terdampak.El.Nino

 

https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/194462974219579/

About Levy Nasution 385 Articles
Journalist, traveller