[SALAH] Indonesia Resmi Ambil Alih Selat Malaka

Politik Mafindo

[SALAH] Indonesia Resmi Ambil Alih Selat Malaka
Narasi

Beredar video [arsip] dari akun Youtube “KajianOnline” pada Senin (18/5/2026) berisi narasi:

“INDONESIA RESMI KUASAI SELAT MALAKA‼️ MALAYSIA & SINGAPURA KETAR KETIR RI KUASAI JALUR PERDAGANGAN!”

Hingga Kamis (21/5/2026) unggahan ini telah mendapatkan 250 tanda suka, menuai 64 komentar, dan ditonton lebih dari 5.000  kali.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHox) menyimak isi video berdurasi 14 menit 26 detik tersebut hingga tuntas. Isi video hanya berisi asumsi-asumsi pribadi tentang kemungkinan Indonesia bisa mengamankan Selat Malaka. Tidak ada pembahasan yang membenarkan Indonesia telah mengambil alih Selat Malaka secara penuh.

Ada pun pemberitaan terbaru mengenai Selat Malaka adalah tentang pengupayaan mengamankan Selat Malaka agar tidak bernasib sama dengan Selat Hormuz. Hal tersebut sesuai dengan yang diberitakan artikel CNN “Wamenlu RI Ungkap Jurus Jitu Selat Malaka Tak Jadi 'The Next Hormuz’” yang terbit Senin (18/5/2026).

Dalam pemberitaan tersebut memang Wamenlu RI menyampaikan tentang upaya untuk ‘mengamankan’ Selat Malaka. Namun, ‘mengamankan’ yang dimaksud adalah menjaga kondusifitas Selat Malaka agar tidak terdampak ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung, sehingga situasinya tidak berkembang seperti Selat Hormuz. Hal ini mengingat Selat Malaka merupakan salah satu jalur pelayaran dan perdagangan terpenting di dunia. 

Pengamanan ini bukan berarti Indonesia ingin sepenuhnya mengambil alih pengelolaan Selat Malaka. Wamenlu RI, Arif Havas Oegroseno, justru menjelaskan bahwa negara-negara lain yang memiliki wilayah di Selat Malaka, seperti Malaysia dan Singapura, turut dilibatkan dalam pertemuan rutin untuk membahas keamanan dan stabilitas kawasan tersebut.

Kesimpulan
Faktanya Indonesia berupaya mengamankan Selat Malaka dalam konteks menjaga keamanan dari ancaman ketegangan geopolitik yang saat ini terjadi, bukan mengamankan untuk diambil alih sepenuhnya. Unggahan berisi klaim “Indonesia resmi ambil alih Selat Malaka” adalah konten menyesatkan (misleading content).
Hasil Periksa fakta
Referensi