[SALAH] Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka

Politik Mafindo

[SALAH] Singapura Serang Kapal Perang RI yang Patroli di Selat Malaka
Narasi

Beredar unggahan [arsip] dari akun YouTube “Kajian Online” pada Sabtu (25/4/2026) berisi narasi:

“SINGAPURA SERANG KAPAL PERANG RI SAAT PATROLI DI SELAT MALAKA! PRESIDEN PRABOWO MURKA‼️”

Hingga Kamis (30/4/2026) unggahan ini telah mendapatkan 1,100 tanda suka, menuai 851 komentar, dan ditonton ulang lebih dari 57 ribu kali.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) terlebih dahulu menyimak video berdurasi 13 menit 35 detik tersebut dari awal hingga akhir. Setelah disimak isi video hanya membahas tentang 2 kapal kargo pembawa minyak mentah yang dipesan Pertamina dari Singapura diminta putar balik oleh pihak trader, tidak ada informasi penyerangan yang terjadi kepada kapal perang Indonesia

Dilansir dari pemberitaan inilah.com “Dua Kapal Kargo Minyak dari Singapura Tujuan RI Mendadak Balik Arah, Pemerintah Perlu Jajaki Negara Lain” yang terbit Sabtu (4/4/2026), dijelaskan bahwa pada Maret 2026 Indonesia membeli minyak mentah melalui trader di Singapura. Pengiriman dilakukan menggunakan dua kapal tanker, namun pihak trader secara sepihak membatalkan pengiriman ketika kapal hampir tiba di Indonesia. Meski demikian, setelah dilakukan komunikasi dan negosiasi, dua kapal tersebut pada akhirnya tetap melanjutkan pengiriman dan berhasil tiba di Indonesia. 

Peristiwa ini berkaitan dengan dinamika perdagangan minyak dan faktor harga di pasar global, bukan tindakan militer. Hingga saat ini, tidak ditemukan laporan dari media kredibel yang menyebutkan adanya serangan dari Singapura terhadap kapal perang Indonesia di wilayah Selat Malaka.

Kesimpulan
Tidak ada kabar penyerangan Singapura terhadap kapal perang Indonesia, isi video hanya membahas tentang kendala pengiriman dua kapal tanker pembawa minyak mentah yang diimpor Indonesia melalui trader di Singapura bulan Maret 2026 lalu. Unggahan berisi klaim Singapura menyerang kapal perang Indonesia di Selat Malaka” adalah konten menyesatkan (misleading content).
Hasil Periksa fakta
Referensi