[SALAH] Pigai Klaim Kematian Prajurit TNI di Lebanon Bukan Pelanggaran HAM
Politik Mafindo
Akun Facebook “Berita Tegal Terkini” pada Jum’at, (03/04/2026) mengunggah informasi [arsip] yang menyebutkan bahwa peristiwa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas dan terluka akibat serangan Israel di Lebanon merupakan risiko perang, bukan isu HAM. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:
Natalius Pigai menjelaskan bahwa prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tewas dan terluka akibat serangan Israel di Lebanon merupakan risiko perang, bukan isu HAM.
Ia menegaskan agar tidak semua peristiwa dikaitkan dengan HAM, serta penting memahami perbedaan antara kewajiban negara dan isu HAM.
Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah memperoleh 844 reaksi, lebih dari 2.100 komentar, dan 116 dibagikan ulang.
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) melakukan penelusuran terhadap klaim tersebut dengan memanfaatkan mesin pencari Google serta menelusuri berbagai sumber kredibel. Hasilnya, tidak ditemukan satu pun bukti yang menunjukkan bahwa Natalius Pigai pernah menyampaikan pernyataan bahwa tewasnya tiga prajurit TNI di Lebanon bukan merupakan isu HAM.
Penelusuran juga dilakukan pada kanal resmi, termasuk akun Instagram Kementerian HAM dan pemberitaan dari media arus utama. Namun, tidak ada satupun sumber terpercaya yang memuat pernyataan tersebut. Ketiadaan jejak informasi di sumber resmi dan kredibel ini menjadi indikasi kuat bahwa narasi yang beredar merupakan hasil fabrikasi.
Lebih lanjut, nama Natalius Pigai diketahui kerap dicatut dalam berbagai konten menyesatkan di platform digital. Beberapa di antaranya telah diklarifikasi dalam artikel pemeriksaan fakta sebelumnya oleh TurnBackHoax, pada judul [SALAH] Natalius Pigai: Kasus Penyiraman Air Keras Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Saya tayang, Selasa (31/03/26) yang menunjukkan pola serupa, yakni penyebaran kutipan atau pernyataan palsu yang mengatasnamakan Pigai.