[PENIPUAN] Purbaya Beri Bantuan Untuk Lansia

Bantuan Mafindo

[PENIPUAN] Purbaya Beri Bantuan Untuk Lansia
Narasi

Akun Facebook “Lunas Hutang” pada Sabtu, (04/04/2026) mengunggah video [arsip] ang menampilkan klaim bahwa Menteri Keuangan, Purbaya, akan memberikan bantuan kepada lansia. Unggahan tersebut juga mencantumkan nomor WhatsApp yang diklaim sebagai kontak bendahara untuk dihubungi. Informasi itu disertai dengan narasi sebagai berikut:

🎁 HUBUNGI WA BENDAHARA 🎁

👉 HANYA 20 ORANG TERPILIH 👇

 0857-6889-5223

Hingga artikel ini diterbitkan, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 16 ribu kali, mendapatkan 709 reaksi, 889 interaksi komentar, dan dibagikan ulang sebanyak 44 kali.

Penjelasan

Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri informasi tersebut melalui mesin pencarian Google. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa pemerintah memang terus berupaya memberikan perlindungan sosial bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan, termasuk lanjut usia, salah satunya melalui program bantuan sosial lansia yang dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia.

Dilansir dari Metrotvnews.com, bagi lansia yang merasa memenuhi kriteria namun belum terdaftar, proses pendaftaran tidak dilakukan secara individu melalui jalur online ataupun nomor WhatsApp seperti yang tercantum dalam unggahan. Calon penerima harus mendaftarkan diri melalui pemerintah daerah setempat agar masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Adapun langkah pendaftaran bansos PKH lansia adalah sebagai berikut: calon penerima atau keluarganya menyiapkan dokumen kependudukan seperti KTP dan KK, kemudian datang langsung ke kantor kelurahan atau desa sesuai domisili. Selanjutnya, menyampaikan tujuan untuk mendaftar ke DTKS agar dapat dipertimbangkan sebagai penerima bantuan. Petugas akan melakukan pendataan dan verifikasi melalui musyawarah desa/kelurahan, lalu data yang telah diverifikasi diusulkan ke Kementerian Sosial untuk penetapan akhir penerima manfaat. Setelah terdaftar, masyarakat dapat memantau status kepesertaan secara mandiri melalui platform resmi yang disediakan Kementerian Sosial.

Selain itu, tim pemeriksa fakta juga melakukan pengecekan terhadap keaslian video menggunakan Hive Moderation. Hasilnya menunjukkan bahwa video tersebut merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI) dengan probabilitas sebesar 99,2%.

Kesimpulan
Program bantuan sosial bagi lansia tidak disalurkan melalui kontak WhatsApp, melainkan melalui mekanisme resmi pemerintah dengan pendaftaran melalui DTKS di tingkat desa atau kelurahan. Selain itu, video yang digunakan dalam unggahan terbukti merupakan hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI). Dengan demikian, informasi dengan klaim “Purbaya beri bantuan untuk lansia” merupakan konten palsu (Fabricated Content).
Hasil Periksa fakta
Referensi