[SALAH] China Kembangkan Robot yang Dapat Mengandung Bayi

Kesehatan Mafindo

[SALAH] China Kembangkan Robot yang Dapat Mengandung Bayi
Narasi

Beredar unggahan foto [arsip] dari akun X “KangManto123” pada Senin (26/2/2026). Unggahan beserta narasi :

“ROBOT HAMIL DIKEMBANGKAN DI CHINA, DIKLAIM BISA GANTIKAN PERAN IBU MENGANDUNG”

Hingga Selasa (17/3/2026) unggahan telah mendapatkan 70 tanda suka, 55  komentar dan telah dibagikan ulang 18 kali.

Penjelasan

Disadur dari artikel cek fakta Tempo.co.

Hasil penelusuran tim cek fakta tempo menggunakan mesin pencari Google dengan kata kunci “robot hamil Cina”, “gestation robot”, dan “pregnancy robot” menunjukkan bahwa narasi tersebut telah beredar sejak Agustus 2025. Klaim itu menyebut seorang ilmuwan bernama Zhang Qifeng dari Nanyang Technological University (NTU), Singapura, mengembangkan robot kehamilan melalui perusahaannya, Kaiwa Technology, dengan prototipe yang disebut akan siap pada 2026.

Namun, juru bicara Nanyang Technological University menyatakan kepada organisasi pemeriksa fakta Snopes bahwa kampus tersebut tidak memiliki ilmuwan bernama Zhang Qifeng maupun penelitian terkait teknologi robot kehamilan. Pihak universitas juga menegaskan tidak ada lulusan bergelar doktor dengan nama tersebut dari NTU.

Sementara itu, teknologi yang benar-benar sedang dikembangkan oleh para peneliti adalah perangkat rahim buatan untuk membantu bayi prematur. Peneliti di Children’s Hospital of Philadelphia (CHOP) mengembangkan perangkat bernama Extend, yang dirancang sebagai lingkungan luar rahim untuk mendukung perkembangan bayi yang lahir sangat prematur. Perangkat ini menggunakan kantung berisi cairan amnion buatan dan sistem oksigenator eksternal yang berfungsi menggantikan peran plasenta.

Sejauh ini, teknologi tersebut masih berada pada tahap penelitian dan telah diuji pada janin domba. Hasil penelitian pada 2017 menunjukkan janin domba dapat bertahan hingga sekitar satu bulan dalam sistem tersebut dengan perkembangan menyerupai kondisi di dalam rahim. Penelitian serupa juga tengah dikembangkan oleh perusahaan rintisan AquaWomb di Aachen, Jerman, yang merancang wadah khusus berisi cairan ketuban buatan untuk membantu bayi prematur ekstrem. Namun, para peneliti mengakui bahwa teknologi ini masih menghadapi berbagai tantangan ilmiah, terutama dalam meniru fungsi paru-paru bayi prematur secara optimal.

Kesimpulan
Faktanya, Nanyang Technological University tidak memiliki ilmuwan bernama Zhang Qifeng maupun penelitian terkait teknologi robot kehamilan. Unggahan video berisi klaim “China kembangkan robot yang dapat mengandung bayi” adalah konten palsu (fabricated content).
Hasil Periksa fakta
Referensi