[PENIPUAN] Tautan Pendaftaran Rekrutmen Pegawai Koperasi Merah Putih 2026
Lowongan Mafindo
Akun Facebook “Info Loker” pada Senin (2/02/2026) mengunggah informasi [arsip] informasi disertai tautan di media sosial yang diklaim sebagai link pendaftaran rekrutmen pegawai Koperasi Merah Putih 2026. Unggahan tersebut disertai ajakan untuk segera mendaftar dengan mengklik tautan yang dibagikan dan mengisi sejumlah data pribadi. Unggahan itu disertai dengan narasi sebagai berikut:
REKRUTMEN PEGAWAI KOPERASI DESA MERAH PUTIH
Pemerintah Membuka Rekrutmen Pegawai Koperasi Desa Merah putih Tahun 2025 Persyaratan :
Laki-laki dan perempuan
Berusia Minimal 20 tahun
Bersedia Ditempatkan di Daerah masing-masing
Memiliki Ijazah Minimal SMA
Sehat Jasmani dan rohani
Bersedia Digaji Minimal 5 - 8 Juta
Untuk info cara pendaftaran dan penempatannya ada di bawah dan bio profil
Hingga artikel ini tayang, unggahan tersebut telah mendapatkan 785 reaksi, 183 interaksi komentar, dan
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri tautan yang dibagikan melalui Facebook dengan cara mengakses serta memeriksa alamat situs [arsip] yang tercantum dalam unggahan tersebut. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa tautan tersebut tidak mengarah ke situs resmi Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop), melainkan menuju sebuah laman yang menampilkan formulir digital dan meminta pengunjung mengisi data pribadi, seperti nama lengkap dan nomor Telegram.
Penelusuran lebih lanjut melalui akun Instagram resmi Kemenkop menemukan unggahan Instagram Story yang memberikan peringatan mengenai penipuan terkait pendaftaran pegawai Koperasi Merah Putih. Dalam unggahan tersebut dijelaskan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi resmi milik Kemenkop.
Pola penyebaran tautan yang meminta pengguna mengisi data pribadi melalui situs tidak resmi seperti ini kerap digunakan dalam modus phishing atau upaya pengumpulan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu memeriksa sumber informasi dan hanya mengakses tautan dari kanal resmi pemerintah.