[SALAH] “Bahan vaksin dari darah babi, …”
“Ada majalah tabloid islam bekam, bahwa bahan vaksin dr darah babi, sari pati monyet, darah pelacur, darah narapidana digabungkan jd satu jadi vaksin,,tujuannya hancurkan generasi islam,,siasat yahudi hancurkan generasi islam, supaya otak anak melemah , anakku kmren di sekolah gak ku izinkan di suntik imunisasi”
“Vaksin Campak dan Vaksin Rubella dibuat dari virus hidup yang dilemahkan, sehingga virus hidup yang sudah lemah ini apabila disuntikkan ke dalam tubuh manusia tidak bisa membuat, tidak cukup kuat, untuk membuat si anak sakit, hanya bisa membuat anak membentuk kekebalan, membentuk antibodi. Cara membuatnya Vaksin Campak ditanam dibiakkan di embrio atau janin ayam, di telur ayam yang steril, sedangkan Virus Rubella ditanam di Sel Puncak atau Stem Cell manusia”. Selengkapnya di http://bit.ly/2vhSYNq, iNews @ 2/9/2017 “Halalkah Imunisasi Vaksin Campak Rubella? – Special Report 02/08”.
“Antibodi (bahasa Inggris: antibody, gamma globulin) adalah glikoprotein dengan struktur tertentu yang disekresikan oleh sel B[1] yang telah teraktivasi menjadi sel plasma,[2] sebagai respon dari antigen tertentu dan reaktif terhadap antigen tersebut.[3] Sistem imunitas manusia ditentukan oleh kemampuan tubuh untuk memproduksi antibodi untuk melawan antigen.”,
“Dalam keadaan biasa, tubuh manusia merespon invasi virus dalam beberapa cara berbeda. Imunitas umum untuk virus dapat dikembangkan oleh sel-sel dalam tubuh yang menjadi sasaran invasi virus. Dalam situasi ini, virus dicegah dari mendapatkan akses ke sel tuan rumah. Perlindungan yang lebih umum adalah kemampuan tubuh untuk mengembangkan darah dan sel-sel limfa yang menghancurkan atau membatasi kemanjuran virus yang menyerang. Seringkali, tubuh manusia yang terinfeksi akan “belajar” bagaimana menanggapi virus tertentu di masa depan, sehingga infeksi tunggal, terutama dari virus yang relatif jinak, biasanya mengajarkan tubuh bagaimana menanggapi invasi tambahan dari virus yang sama. Flu biasa, misalnya, disebabkan oleh satu dari beberapa ratus virus. Setelah sembuh dari flu, kebanyakan orang resisten terhadap virus tertentu yang menyebabkan pilek tertentu, meskipun virus flu yang serupa masih akan menyebabkan gejala yang sama atau identik. Untuk beberapa virus yang tidak berbahaya, seseorang bahkan dapat mengembangkan kekebalan tanpa terlihat sakit.”
Salah Sumber: https://web.facebook.com/ifahnotlatifah?_rdc=1&_rdr#