Keliru: Video Rumah 3 Lantai Hanyut dalam Kondisi Utuh di Aceh
Uncategorized Tempo
SEJUMLAH akun Facebook [arsip] dan TikTok menyebarkan video sebuah rumah tiga lantai yang tetap utuh saat terseret arus banjir. Narasi unggahan mengklaim peristiwa tersebut terjadi ketika banjir bandang melanda Provinsi Aceh pada akhir November 2025. Dalam video, rumah bercat putih itu tampak tidak runtuh meski hanyut terbawa aliran air.
Namun, benarkah video rumah tiga lantai itu berasal dari peristiwa nyata?
Tempo memverifikasi konten tersebut menggunakan perangkat analisis akal imitasi serta menggandeng Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Trusted Information Alliance (TIA) India. Hasilnya menunjukkan video yang beredar bukan merupakan rekaman peristiwa nyata melainkan produk akal imitasi.
Pemindaian gambar tangkapan layar video itu juga menunjukkan karakteristik konten AI. Analisis dengan alat Image Whisperer menyatakan gambar itu dibuat dengan teknologi AI dengan konfidensial tinggi. Sementara AI or NOT menyatakan kemungkinan konten itu AI sebesar 97 persen.
Analisis video pada Hive Moderation menyatakan kemungkinan unggahan itu adalah konten AI sebesar 99,9 persen. Sementara analisis dengan Zhuque AI Detection Assistant sebesar 95,18 persen.
Demikian juga hasil analisis DAU menggunakan tiga alat deteksi AI yakni Was It AI, Is It AI, dan Image Whisperer menyimpulkan bahwa konten tersebut buatan AI. Saat dianalisis dengan Hive AI Image+Deepfake Classifier, kedua alat itu memberikan keterangan mengenai kemungkinan konten itu diproduksi dengan Sora 2 dari Open AI.
Analisa langsung pada video juga menunjukkan adanya beberapa kejanggalan. Pertama, volume air yang menghanyutkan rumah itu terlalu sedikit, padahal seluruh bangunan tergeser oleh kekuatan air.
Kedua, riak yang terlihat terlalu tenang sehingga memberi kesan seolah-olah rumah itu adalah mainan yang terbuat dari kertas. Ketiga, jendela depan di lantai tiga memiliki elemen dengan arsitektur yang aneh.
Pada umumnya jendela tidak menonjol. Bahkan, analis DAU menyatakan ujung salah satu jendela yang berada di antara dua balkon itu tampak menghilang seiring video berjalan pada detik ke-13.
Inkonsistensi arsitektur itu menambah bukti yang kuat untuk mengelompok konten tersebut sebagai konten AI. “Secara keseluruhan, kita dapat mengatakan bahwa video ini tidak autentik, dan kemungkinan besar dihasilkan melalui Kecerdasan Buatan (AI),” isi kesimpulan analis DAU.
Meskipun video yang beredar tersebut adalah konten AI, namun banjir bandang yang menerjang Aceh, Sumatera Utara (Sumut) dan Sumatera Barat (Sumbar) pada akhir November 2025 merupakan peristiwa nyata yang menimbulkan kerusakan parah untuk masyarakat terdampak.
Dilansir Tempo, sampai Senin, 29 Desember 2025 pukul 06.00, jumlah korban jiwa tercatat mencapai 1.140. Dari jumlah itu, 513 korban ditemukan di Provinsi Aceh, 365 di Sumut, dan 262 di Sumbar.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir melanda 52 kabupaten dan kota di tiga provinsi tersebut. Sebanyak 166.743 ribu rumah mengalami kerusakan ringan, sedang hingga berat.
Selain itu, lebih dari 3 ribu fasilitas pendidikan mengalami kerusakan. Sebanyak 215 fasilitas kesehatan dan 806 rumah ibadah rusak. Serta tercatat sebanyak 97 jembatan terputus akibat diterjang air bah.
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan video yang beredar memperlihatkan rumah tiga lantai yang hanyut dalam kondisi utuh dan tetap tegak saat terjadi banjir bandang di Aceh adalah klaim keliru.