[SALAH] Gambar Tangkapan Layar Detiknews “Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”

Hasil Periksa Fakta Luthfiyah OJ (UIN Raden Mas Said Surakarta).

Gambar tangkapan layar tersebut telah disunting. Faktanya, gambar pada artikel yang asli adalah foto Raja Juli Antoni dan judul yang asli adalah “PSI: Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”
Selengkapnya pada bagian penjelasan.

= = = = =

KATEGORI: Konten yang Dimanipulasi

= = = = =

SUMBER: Facebook
https://archive.cob.web.id/archive/1677214680.460901/singlefile.html

= = = = =

NARASI:
“Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”

= = = = =
PENJELASAN:
Akun Facebook Cha Irul memposting sebuah artikel milik Detiknews berjudul “Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”. Dalam tampilan gambar pada artikel foto yang digunakan adalah kartun Jokowi serta Gibran yang menunggangi banteng, nampak gibran yang ada di belakang banteng tersebut. Postingan tersebut diunggah pada 22 Februari 2022 pukul 22.25.

Setelah ditelusuri pada website Detiknews dengan memasukkan kata kunci “Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!” ditemukan artikel asli yang berjudul “PSI: Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”. Terdapat kesamaan pada postingan Facebook dengan artikel asli pada keterangan penulis yaitu Elvan Dany Sutrisno, keterangan diatas judul “Tolak Politik Dinasti” serta keterangan waktu pengunggahan artikel pada 12.57 WIB. Perbedaan nampak pada gambar yang digunakan pada artikel yang mana Detiknews menggunakan foto Raja Juli Antoni bukan kartun Gibran Jokowi dan Kaesang.

Dengan demikian judul dan gambar pada artikel telah disunting. Gambar pada artikel yang asli adalah foto Raja Juli Antoni dan judul yang asli adalah “PSI: Saatnya Bergerak Tolak Politik Dinasti yang Membunuh Demokrasi!”, sehingga hal tersebut masuk dalam kategori konten yang dimanipulasi.

REFERENSI:
https://news.detik.com/berita/d-2949837/psi-saatnya-bergerak-tolak-politik-dinasti-yang-membunuh-demokrasi