[SALAH] Peningkatan kasus Covid-19 disebabkan oleh orang-orang yang sudah divaksin

Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)

Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, lonjakan kasus positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir disebabkan penyebaran varian baru virus corona, yakni BA4 dan BA5.

=====
KATEGORI: Konten yang Menyesatkan

=====
NARASI:
“Orang ga divaksin dilarang mengakses tempat umum, artinya angka covid yang katanya menanjak saat ini sudah pasti disebarkan oleh orang2 yang sudah divaksin”

=====
SUMBER:
Twitter (https://archive.cob.web.id/archive/1662088586.341042/singlefile.html)

=====
PENJELASAN:

Sebuah akun twitter dengan akun @SorayaJouska membuat cuitan tentang Covid-19 yang menanjak disebarkan oleh orang-orang yang sudah divaksin. Cuitan tersebut diposting pada 23 Juli 2022.

Mengutip sindonews.com, Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 , Reisa Broto Asmoro mengungkapkan, lonjakan kasus positif Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir disebabkan penyebaran varian baru virus corona, yakni BA4 dan BA5. Menurutnya, Sub varian baru yang menyebabkan kenaikan kasus di beberapa negara pada umumnya bergejala ringan, kebutuhan perawatan di RS jauh lebih rendah dibandingkan varian Covid-19 sebelumnya.

Dilansir dari merdeka.com, Kepala Subbid Dukungan Kesehatan Bidang Darurat Satgas Covid-19 Alexander K Ginting juga menyebut kenaikan kasus Covid-19 saat ini dipicu perubahan varian virus yang dibarengi pelonggaran kepatuhan pada protokol kesehatan. Selain itu, Syahril yang juga menjabat sebagai Direktur RSPI Sulianti Saroso menyebut penyebab utama kenaikan kasus adalah kemunculan varian baru Covid-19 yang menjadi bagian dari dinamika pandemi.

Berdasarkan penjelasan di atas, klaim kenaikan kasus Covid-19 disebabkan oleh orang-orang yang sudah divaksin adalah keliru dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

=====
REFERENSI:

https://nasional.sindonews.com/read/827177/15/dokter-reisa-ungkap-penyebab-kasus-covid-19-naik-pesat-1657858030

https://www.merdeka.com/peristiwa/penyebab-kenaikan-kasus-covid-19-indonesia-perubahan-varian-virus-pelonggaran-prokes.html

Editor: Adi Syafitrah