[SALAH] Mengandung Virus Baru, Merek Handsanitizer ‘Farah’ Dapat Sebabkan Tangan Melepuh

Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

Faktanya tidak ada sumber dari badan pemeriksa kandungan produk kesehatan yang menyatakan informasi demikian. Melansir dari pengawas makanan dan obat-obatan Amerika, produk merek Farah pun tidak termasuk dalam daftar produk handsanitizer yang berbahaya.

Selengkapnya ada di penjelasan.

=====
[KATEGORI]: MISLEADING CONTENT/Konten Menyesatkan

=====

[SUMBER]: FACEBOOK
archive.fo/1tZZy

=====
[NARASI]:

“Jangan gunakan sanitizer perusahaan ini. Ini bukan sanitizer. Ini adalah virus baru dengan penyakit awal. Bagikan dengan semua orang”

=====
[PENJELASAN]:

Beredar sebuah informasi dari media sosial Facebook mengenai klaim produk handsanitizer merek Farah yang dinyatakan mengandung virus baru. Sebuah foto tangan melepuh juga disertakan sebagai gambaran akibat menggunakan produk handsanitizer tersebut. Informasi ini tersebar melalui akun Facebook Sulyeh Sulyeh yang dibagikan pada 12 Juni 2021 lalu.

Namun setelah melakukan penelusuran, klaim unggahan tersebut ternyata keliru. Virus baru yang dikatakan terkandung dalam produk pembersih tangan ini adalah informasi yang tidak berdasar.

Produk pembersih tangan (handsanitizer) merek Farah adalah produk handsanitizer yang dikeluarkan oleh The National Detergent Company (NDC). Website resmi NDC mengungkapkan bahwa produk handsanitizer yang dikeluarkan oleh mereka mengandung alkohol sesuai dengan standar yang dikeluarkan oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam penjelasannya, website NDC ini menjelaskan bahwa Farah sendiri mengandung 70% Etil Alkohol, sementara standar minimal yang direkomendasikan adalah 60%. Selain itu melansir dari Times of Oman, Anish Kumar, Head of Marketing NDC, mengatakan bahwa produk hand sanitizer tersebut telah disetujui oleh Kementerian Kesehatan Oman. Pembersih tangan ini telah mematuhi standar kesehatan lokal dan global.

Kabar mengenai bahaya produk handsanitizer Farah pun sempat beredar luas di masyarakat pada Juli 2020 lalu. Kini, kabar keliru tersebut pun beredar kembali dengan klaim bahwa produk handsanitizer Farah ini dilarang karena mengandung virus yang dapat menyebabkan tangan melepuh.

Merujuk pada ulasan dari agensi administrasi makanan dan obat-obatan Amerika (FDA), FDA tidak pernah menyatakan bahwa produk handsanitizer Farah mengandung virus berbahaya yang mampu merusak kulit sampai melepuh. Tertanggal 25 Maret 2021, FDA sendiri masih memberikan peringatan berbahaya untuk produk handsanitizer dari Spanyol, produk Solusi Antimikroba Durisan, dan produk lain yang disebutkan dalam daftarnya. Selain daripada itu, FDA tidak pernah mengeluarkan peringatan tentang bahaya produk handsanitizer merek Farah

Dalam setiap ulasan artikel pada website resminya, FDA selalu melakukan pembaharuan terkait informasi mengenai produk handsanitizer yang aman ataupun yang harus dihindari. FDA selalu menekankan kepada masyarakat agar memilih produk handsanitizer dengan kandungan diatas 60% Etil Alkohol.

Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa produk handsanitizer merek Farah tidak mengandung virus yang dapat menyebabkan tangan melepuh. Kabar ini adalah hoaks kategori misleading content atau konten menyesatkan.

=====
[REFERENSI]:

https://cekfakta.tempo.co/fakta/1415/keliru-klaim-produk-hand-sanitizer-di-foto-ini-mengandung-virus-baru

https://www.ndcoman.com/personal-care/product/FarahHandSanitizer

https://timesofoman.com/article/90043-ndcs-farah-hand-sanitiser-gets-ministry-approval

https://www.fda.gov/drugs/drug-safety-and-availability/fda-updates-hand-sanitizers-consumers-should-not-use

=====
Editor: Bentang Febrylian