[SALAH] Narasi “surat kabar luar negri” mengenai koran Independent Observer

ISSN Online: “Koran Umum Nasional berbahasa Inggris dengan skala terbit mingguan.”, yang artinya bukan surat kabar luar negri seperti yang disebutkan di narasi oleh post sumber. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Disinformasi.

======

SUMBER

(1) Pertanyaan dari salah satu anggota FAFHH.

——

(2) http://bit.ly/2woQuwA, post oleh akun “Nadine Rizma Ria” (facebook.com/RIZMA112, tidak bisa diakses per post ini disusun), sudah dibagikan 4.519 kali per tangkapan layar dibuat.

======

NARASI

“Woooww….surat kabar luar negri memberitakan
” jokowi tukang ngibul ” sadiiiiissss 😂😂😂 cebong berani komen kaga ya ??.
#2019GantiPresiden.
#2019PrabowoSandi”.

======

PENJELASAN

(1) http://bit.ly/2rhTadC, firsdraftnews.org: “Konten yang Salah

Ketika konten yang asli dipadankan dengan konteks informasi yang salah”.

——

(2) ISSN Online: “Koran Umum Nasional berbahasa Inggris dengan skala terbit mingguan.”, selengkapnya di (1) bagian REFERENSI.

——

(3) Suharjo Nugroho (Jojo) @ Linkedin: “Nekat, Saat Senjakala Media Koran Independent Observer Malah Lahir”, salah satu sumber informasi yang menyebutkan “PT. Media Pandu Bangsa” setelah pencarian dilakukan, selengkapnya di (2) bagian REFERENSI.

======

REFERENSI

(1) http://u.lipi.go.id/1509438331, LIPI: » ISSN ONLINE

Nomor ISSN yang telah diterbitkan :

Nomor ID: 1509438331
Tanggal permohonan: Selasa, 31 Oktober 2017
Nama terbitan: Independent Observer
Sinopsis: Koran Umum Nasional berbahasa Inggris dengan skala terbit mingguan. Menjadi jembatan Informasi kepada masyarakat dengan berita yang jujur, serta terfokus kepada berita Sosial, Budaya, dan Politik. adapun macam konten berita meliputi : National, Metropolitan, Politik, Bisnis dan Keuangan, Entertaimen, Lifestyle (Gaya Hidup), Leisure (Tempat Wisata), Intermezzo, Internasional, Embassy Talk (Info Kedutaan), Social Culture (Sosial Budaya), Educarion (Pendidikan), Sports (Olahraga), Indepth, Infotech (IPTEK).
Pengelola: PT. Media Pandu Bangsa
Kontak: Angga Raka Prabowo
Nirwana Estate Blok R No 05 RT.002/RW.013 Kelurahan Pakansari, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor 16915
» Tel / fax: 02122717476 / 02122717577
Penerbit: PT. Media Pandu Bangsa
Frekwensi terbitan: 1 mingguan
Nomor ISSN : 2598-103X (media cetak)
Keterangan : » Kategori umum
» SK no. 0005.2598103X/JI.3.1/SK.ISSN/2017.11 – 14 November 2017 (mulai edisi Vol. 1, No. 1, Desember 2017)”.

——

(2) http://bit.ly/2P9JOdF, Suharjo Nugroho (Jojo) @ Linkedin: “(foto)

Nekat, Saat Senjakala Media Koran Independent Observer Malah Lahir

Published on February 16, 2018

Suharjo Nugroho (Jojo)
Managing Director Imogen PR | Chairman of Asosiasi Persh PR Indonesia | PR Org International | Pengurus Pusat ISKI

“GILA”, “SINTING”, “JUDI”, kata semua orang. Saat senjakala media cetak, koran Indonesia berbahasa Inggris, Independent Observer malah lahir. Koran yang terbit mingguan ini memulai edisi Vol. 1, No. 1 pada Desember 2017 lalu.Data ISSN menyatakan penerbit Independent Observer adalah PT. Media Pandu Bangsa dengan sinopsis Koran Umum Nasional berbahasa Inggris dengan skala terbit mingguan. Menjadi jembatan Informasi kepada masyarakat dengan berita yang jujur, serta terfokus kepada berita Sosial, Budaya, dan Politik.

Adapun macam konten berita meliputi : National, Metropolitan, Politik, Bisnis dan Keuangan, Entertaimen, Lifestyle (Gaya Hidup), Leisure (Tempat Wisata), Intermezzo, Internasional, Embassy Talk (Info Kedutaan), Social Culture (Sosial Budaya), Educarion (Pendidikan), Sports (Olahraga), Indepth, Infotech (IPTEK).

(foto)

Kelahiran media baru yang cukup serius ini mengingatkan saya pada Koran baru serupa dua tahun lalu, “The New Day” yang juga malah lahir pada saat senjakala media di Inggris, 29 Februari 2016. Padahal harian ternama di Inggris, The Independent saat itu baru saja mengumumkan akan berhenti terbit 26 Maret nanti dan berganti format ke digital. The New Day, nama new comer ini bahkan hanya berbasis cetak dan tidak punya laman website. Sayang semangat itu tak realistis, koran itu tutup 2 bulan setelah terbit.

Mungkin sang investor Independent Observer memang cara berpikirnya tidak seperti orang kebanyakan. Buktinya, Jack Ma, pemilik Alibaba dan juga orang terkaya di Tiongkok juga malah membeli koran utama di Hongkong, South China Morning Post senilai Rp3,7 triliun. Jack Ma masih yakin akan masa depan media cetak. Jadi apakah ini optimisme atau perjudian?”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/735955383403666/