[SALAH] “Perkataan Putri Raja Arab “Menampar” Keras Rizieq Shihab dan Ulama Radikal”

Tanpa sumber informasi kredibel, menambahkan “Wartawan” dan “Putri Raja” tidak menjadikan sebuah informasi menjadi valid. Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

======

KATEGORI

Hoaks.

======

SUMBER

(1) Pesan berantai Whatsapp.

——

(2) http://bit.ly/2GGUWdm, post ke grup Facebook “Demi Anak Generasi ( DAG )” oleh akun “Tere”. Sudah dibagikan 1.977 kali per tangkapan layar dibuat.

——

(3) http://bit.ly/2IDGEfm, post-post Facebook lainnya (public posts).

======

NARASI

“Perkataan Putri Raja Arab “Menampar” Keras Rizieq Shihab dan Ulama Radikal

Wartawan bertanya:

“Anda tau bahwa Kerajaan Arab adalah Central / pusat dari Agama Islam di seluruh dunia. Mengapa anda tidak mengenakan HIJAB ?”

Putri Raja menjawab:

“Islam tidak berbicara mengenai berhijab atau tidak berhijab.
Islam berbicara mengenai KARAKTER dan pembentukan HATI yang baik.
Islam bukanlah agama yang KAKU, tapi agama yg bisa beradaptasi dengan lingkungan.
Banyak ISLAM GARIS KERAS yang tidak bisa beradaptasi dengan lingkungan, sehingga mereka menjadi masalah di mana-mana

Mereka tidak beradaptasi dg lingkungan, tapi mrk malah memaksakan lingkungan untuk beradaptasi dg mereka(umat muslim).

Kehadiran Muslim di dunia seharusnya membuat SEJUK, dan bukan membuat TAKUT lingkungan.Itulah ISLAM yang sesungguhnya.”

======

PENJELASAN

Tidak menyebutkan sumber informasi kredibel adalah tipikal penggunaan teknik “Appeal to Authority”. Agar dipercaya digunakan pihak-pihak yang valid (dalam hal ini “Wartawan” dan “Putri Raja”) tetapi tidak ada kejelasan, misalnya tautan, ke informasi yang diklaim diutarakan oleh pihak-pihak tersebut.

======

REFERENSI

(1) http://bit.ly/2IHpgGk, hasil pencarian menggunakan kata kunci “perkataan putri raja arab menampar rizieq shihab”. Yang memuat adalah situs-situs blogspot dan media sosial, tidak ditemukan sumber kredibel.

——

(2) http://bit.ly/2rhTadC, firsdraftnews.org: “Konten yang Menyesatkan

Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”

——

(3) http://bit.ly/2H4PMJM, tentang “Appeal to Authority”: “Dalam kerja jurnalistik pernyataan narasumber lazimnya diverifikasi terlebih dahulu dan diberi penjelasan dalam kapasitas apa narasumber memberikan pernyataannya. Pernyataan tersebut mestinya diuji dengan pertanyaan-pertanyaan seperti, apa bukti dari pernyataan tersebut? Dalam konteks bagaimana narasumber bisa mendapat informasi tersebut? Serta, apa kemungkinan bias motif politik narasumber dalam menyampaikan pernyataan tersebut?”.

======

Sumber: https://www.facebook.com/groups/fafhh/permalink/646465429019329/